
ORIDISTRO
Your Criminal Partners
Friday May 29th, 2026
Setelah pecah dengan “Sempurnanya Aku”, trio New Pusat Dunia, atau yang kita kenal dengan NPD, kembali dengan sebuah lagu manis khas mereka. Kini mereka kembali dengan sebuah single berjudul “I Love You But You Lebih Love Me” yang sudah resmi dirilis pada 29 Mei silam.
Berbeda dengan lagu sebelumnya, kini trio Kak Kev, Niky Putra, dan Mario Caesar menghadirkan karya musik berwarna pop jazz dan big band pop yang dibalut nuansa brass section ala musik broadway. Mereka bertiga mengerjakan ini bersama Rey Tobing dan Peter Lawdenk selaku produser.
Secara cerita, “I Love You But You Lebih Love Me” menggambarkan sosok yang begitu percaya diri dengan pesona dan daya tariknya, hingga menyadari bahwa orang yang menyukainya ternyata jatuh cinta jauh lebih dalam. Dengan nuansa yang flirtatious, ringan, dan gemas, lagu ini menghadirkan dinamika hubungan yang penuh tarik-ulur perasaan, rasa percaya diri, hingga perhatian kecil yang justru memperkuat kedekatan emosional.
Ide lagu ini lahir dari obrolan santai di studio antara Kev, Niky, dan Mario. Dari percakapan sederhana tersebut, tercetus kalimat “I love you but you lebih love me”, yang kemudian terasa ringan, catchy, dan mudah melekat hingga akhirnya dipilih menjadi hook utama lagu ini.
Dalam proses produksinya, NPD juga menggandeng beberapa rekannya yang sangat penting. Mulai dari Iqbaal Ramadhan yang turut mengisi permainan gitar akustik, lalu ada drummer Noah, yakni Rio Alief yang memainkan drum. Selain itu ada pula pacar dari Niky, yakni Sonia Dara, dan Kimberly Angwen di bagian vokal latar. Tak lupa pula mereka dibantu oleh Barsena Bestandhi yang duduk di pos vocal director.
Lewat single ini, NPD ingin menyampaikan bahwa rasa cinta juga bisa dinikmati dengan cara yang fun, ringan, dan penuh percaya diri. Lagu ini menjadi gambaran bagaimana perhatian, pesona, dan energi positif seseorang dapat membuat orang lain merasa nyaman, bahagia, hingga perlahan jatuh hati tanpa disadari. Dengan aransemen yang enerjik sekaligus uplifting, “I Love You But You Lebih Love Me” juga diharapkan bisa menjadi mood booster yang pas didengarkan saat memulai hari atau sebelum menjalani berbagai aktivitas.
Dari sisi visual, artwork single ini juga merepresentasikan karakter unik masing-masing member NPD melalui konsep broadway yang kuat, sejalan dengan nuansa musik yang mereka usung. Menariknya, perilisan lagu ini juga menjadi bagian dari rencana besar NPD yang tengah menyiapkan beberapa karya berikutnya meski untuk saat ini, detailnya masih menjadi secret plan yang siap dinantikan para pendengar.
Dengan semangat baru, warna musik yang semakin eksploratif, dan karakter khas yang tetap lekat, NPD kembali menunjukkan sisi playful mereka lewat “I Love You But You Lebih Love Me” sebuah lagu yang ringan, percaya diri, dan siap menemani hari-hari pendengarnya mulai 29 Mei.
oridistro.com
open.spotify.com/track/3l5GsMzdQ3puVYL2t3adPg
#NPD
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartnersNPD · I Love You But You Lebih Love Me · Song · 2026 … See MoreSee Less
Friday May 29th, 2026
Unit alternative rock asal Jakarta, HEADKLOUD, kembali mempertegas identitas musikal mereka lewat single terbaru berjudul “SIKLUS ORBIT MASA”. Lagu ini menjadi langkah terbaru HEADKLOUD dalam mengeksplorasi dinamika agresivitas musik rock yang dibalut dengan refleksi emosional dan kegelisahan personal.
HEADKLOUD diperkuat oleh Toni (gitar & vokal), Bigart (gitar & vokal), Dani (drum), dan Kimung (bass & backing vocal). Sejak kemunculannya, mereka dikenal melalui pendekatan musik yang mentah, intens, dan penuh energi, namun tetap menyisakan ruang untuk lirik-lirik introspektif yang dekat dengan realitas banyak orang.
Melalui “SIKLUS ORBIT MASA”, HEADKLOUD mencoba menangkap perasaan tentang perputaran waktu, perubahan hidup, dan konflik batin yang terus datang berulang seperti orbit yang tak pernah benar-benar berhenti. Lagu ini menghadirkan atmosfer emosional yang padat dengan lapisan distorsi gitar yang agresif, ritme dinamis, serta vokal yang terdengar lugas sekaligus rapuh di saat yang bersamaan.
Secara musikal, “SIKLUS ORBIT MASA” menjadi representasi yang semakin matang dari karakter HEADKLOUD: bising namun jujur, keras namun manusiawi. Mereka tidak berusaha terdengar sempurna justru membiarkan emosi dalam lagu ini bergerak liar dan apa adanya.
Di tengah lanskap musik independen yang terus berkembang, HEADKLOUD hadir sebagai salah satu nama baru yang membawa energi segar dalam skena rock alternatif Indonesia. Penampilan panggung mereka yang intens serta pendekatan musik yang tanpa kompromi membuat HEADKLOUD terus memperkuat posisinya sebagai salah satu kekuatan baru yang paling menarik untuk diperhatikan.
“SIKLUS ORBIT MASA” kini sudah tersedia di berbagai digital streaming platform dan menjadi penanda perjalanan baru HEADKLOUD dalam menyuarakan keresahan, perjalanan waktu, dan ledakan emosi yang akrab dengan kehidupan sehari-hari.
Tentang HEADKLOUD:
HEADKLOUD adalah unit Alternative rock yang berbasis di Jakarta. Dengan line-up yang terdiri dari Toni (gitar & vokal), Bigart (gitar & vokal), Dani (drum), dan Kimung (bass & backing vocal), mereka dikenal dengan penampilan panggung yang intens dan lagu-lagu yang memadukan agresivitas dengan lirik introspektif. HEADKLOUD terus memperkuat posisinya sebagai salah satu kekuatan baru yang paling menarik di kancah musik rock Indonesia.
oridistro.com
www.youtube.com/watch?v=IvpaSHydyqg
#HEADKLOUD
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
HEADKLOUD – SIKLUS ORBIT MASA (Official Music Video)
www.youtube.com
SIKLUS ORBIT MASAKunyaman di kegelapanAgar jelas melihat tera…Friday May 29th, 2026
Perkenalkan rilisan terbaru dari musisi independen, Daniyal Jansen, berjudul “Kepala Dua.” Single ini resmi dirilis pada 8 Mei 2026, menghadirkan refleksi emosional tentang pengkhianatan, ego, dan sisi gelap hubungan sosial yang sering terjadi di lingkungan pekerjaan maupun pertemanan.
“Kepala Dua” lahir dari pengalaman pribadi serta pengamatan jujur tentang bagaimana seseorang dapat berubah karena ambisi, kecemburuan, dan kepentingan pribadi. Lagu ini menangkap perasaan ketika orang yang terlihat mendukung di depan ternyata menyimpan niat berbeda di belakang.
Judul “Kepala Dua” menjadi simbol dari sosok bermuka dua—orang-orang yang tersenyum di hadapan kita, namun bergerak diam-diam dengan cara yang berbeda ketika kita tidak melihat.
Daniyal Jansen menghadirkan narasi yang mentah, personal, namun sangat dekat dengan realita yang dialami banyak orang dalam kehidupan sehari-hari.
Alih-alih tampil penuh ledakan kemarahan, “Kepala Dua” justru dibawakan dengan pendekatan yang lebih tenang namun tetap tajam dan emosional. Secara musikal, lagu ini memadukan nuansa indie pop dengan pendekatan melodic sing-rap dan slow spoken rap, menciptakan kesan seperti percakapan langsung dengan seseorang yang telah mengkhianati kepercayaan.
Pendekatan tersebut membuat lagu terasa lebih intim tanpa kehilangan intensitas emosionalnya.
“Kepala Dua” juga menggunakan simbol-simbol seperti “syaitan,” “neraka,” dan “kejahatan” sebagai metafora dari kemunafikan, manipulasi, serta dampak buruk dari ego dan ambisi yang berlebihan. Pada intinya, lagu ini berbicara tentang mempertahankan diri sendiri di tengah kepalsuan dan rasa diremehkan.
“Lagu ini datang dari pengalaman pribadi dan pengamatan saya tentang bagaimana orang bisa berubah karena ambisi, ego, dan rasa iri. Saya rasa banyak orang bisa relate dengan perasaan seperti itu, baik di tempat kerja maupun dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Daniyal Jansen.
Dibandingkan rilisan sebelumnya seperti “Sempurna,” “Hanya Memuji Dalam Gelap,” dan “Dia Kembali Padamu,” single ini memperlihatkan sisi Daniyal Jansen yang lebih konfrontatif dan emosional, namun tetap mempertahankan kejujuran yang menjadi identitas utama dalam karya-karyanya.
Single “Kepala Dua” kini telah tersedia di berbagai platform musik digital.
Direkomendasikan untuk penikmat indie pop emosional, alternative pop, serta lagu-lagu dengan pendekatan lirik yang jujur dan dekat dengan realita sosial.
“Kepala Dua” memperlihatkan perkembangan Daniyal Jansen sebagai musisi yang semakin berani membicarakan emosi mentah dan pengalaman personal melalui pendekatan musik yang lebih eksplosif namun tetap relatable.
oridistro.com
music.youtube.com/watch?v=83gqJtsHX-0
#DaniyalJansen
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
Friday May 29th, 2026
Setelah mulai mencuri perhatian lewat warna musik yang intimate dan penuh kejujuran, Rapper Asal Kupanng Ave kembali menghadirkan karya terbaru berjudul “GODSENT”, sebuah lagu kolaborasi bersama Januarta yang membahas rasa insecure dalam hubungan percintaan. Sesuatu yang diam-diam sering dirasakan banyak orang, khususnya perempuan.
Ditulis bersama Januarta dan diproduseri langsung oleh Ave, “GODSENT”, menjadi ruang cerita tentang seorang perempuan yang terus membandingkan dirinya dengan perempuan lain, sementara sang pasangan berusaha meyakinkan bahwa tidak ada yang bisa menggantikan dirinya. Alih-alih terdengar menggurui, lagu ini justru hadir hangat dan menenangkan, seperti pelukan kecil untuk siapa saja yang pernah merasa kurang. “Aku yakin banyak cewe di luar sana yang suka ngerasa insecure dan ngebandingin dirinya sama cewe lain. Jadi lagu ini tuh kayak jawaban dari cowo-cowo kalau lagi ditanya soal itu. Tinggal nyanyiin aja lagu ini,” ujar Ave sambil tertawa.
Pemilihan Januarta sebagai rekan kolaborasi juga bukan tanpa alasan. Ave mengaku sangat terbantu dengan kekuatan Januarta dalam menciptakan hook yang kuat dan mudah melekat di telinga. “Kenapa sama Januarta? Karena dia jago banget di bagian hook, sementara aku merasa itu salah satu bagian yang masih lemah buat aku. Jadi pas proses writing, kita saling ngisi,” jelasnya. Menariknya, proses produksi “GODSENT”, berjalan sangat cepat. Lagu ini diselesaikan hanya dalam waktu tiga hari, namun tetap terasa personal dan emosional bagi Ave. Justru karena prosesnya yang mengalir, Ave merasa pesan di dalam lagu ini tersampaikan dengan lebih jujur.
Secara musik, “GODSENT”, hadir dengan nuansa yang adem dan menenangkan. Ave juga mengungkapkan bahwa versi stripped dari lagu ini akan dirilis satu bulan setelah versi originalnya, memberikan pendekatan emosi yang berbeda untuk para pendengar. “Vibes lagu ini tuh lebih adem pas didengerin. Dan nanti bakal ada Stripped Version juga yang dirilis sebulan setelah versi originalnya. Menurut aku itu bakal bikin lagunya terasa lebih personal lagi,” tambahnya.
Sebelum resmi dirilis, “GODSENT”, ternyata sempat dibawakan secara live dengan format full band di depan beberapa musisi seperti Teddy Adhitya, Farrel Hilal, dan Sal Priadi. Momen tersebut justru membuka perspektif baru untuk Ave terhadap cara ia membawakan musiknya di atas panggung. “Aku biasanya bawain lagu-laguku dalam format DJ set. Tapi waktu coba full band, ternyata cocok juga. Rasanya kayak jadi penyanyi beneran aja gitu, hahaha. Apalagi pas dengerin orang arrange lagu aku… full senyum sih,” tutupnya.
Lewat ‘“GODSENT”, Ave tidak hanya menghadirkan lagu cinta biasa, tetapi juga sebuah pengingat sederhana bahwa rasa cukup dan dicintai sering kali datang dari orang yang tepat, bahkan di saat kita sulit melihatnya dalam diri sendiri. Simak single terbaru Ave yang berkolaborasi bersama Januarta dalam “GODSENT”, yang sudah tersedia di seluruh digital streaming platform di Indonesia.
oridistro.com
open.spotify.com/track/5yB61NwWlnkl4bhkSt9U58
#Ave
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartnersAve, Januarta · GODSENT · Song · 2026 … See MoreSee Less
Friday May 29th, 2026
Tentang Richad Bernado
Bagi kebanyakan orang, Richad Bernado dikenal sebagai gitaris dari kugiran ska, Shaggydog. Tapi jangan salah, salah satu owner bakery My Little Warung ini juga punya project solo yang sedikit jauh dari nuansa musik Shaggydog. Richad Bernado sendiri telah merilis 2 single bernafaskan blues via DoggyHouse Records: “Celengan Jago” & “Cincin”.
Melalui “Celengan Jago”, Richad mengenang memori masa kecil tentang menabung di celengan jago. Mengingatkan momen saat memecah celengan berbahan tanah liat yang tertuang jelas melalui lirik “Celengan jagoku ku pukul dengan palu. Berhamburan uang recehku menggelinding satu-satu”. Sementara “Cincin” yang bernuansa lebih romantis, dirilis sebagai bagian dari kompilasi WOOF Live Session Vol. 1 tahun 2023 lalu. Kini Richad Bernado kembali dengan single yang berkolaborasi dengan Grayce Soba.
Tentang Grayce Soba
Grayce Soba adalah pemilik dan programmer Soba Studio, sebuah musik studio yang dengan berbagai program dan kegiatannya sangat aktif untuk membantu serta berkolaborasi dengan banyak musisi lintas disiplin. Bersama seniman space art, Venzha Christ, dan Erix Soekamti, Soba pun ikut membangun sebuah program simulasi pelatihan hidup di luar angkasa bernama Mars Analog Research Station (VMARS) di pegunungan Menoreh, Kulon Progo.
Beberapa band yang pernah ditangani Soba diantaranya Endank Soekamti dan Shaggydog, ialah yang berada dibalik layar untuk memasak karya mereka hingga terdengar di telinga pendengarnya. Bukan sebuah kebetulan hingga pada akhinya Soba pun berkolaborasi dengan gitaris band yang pernah ia tangani, Richad Bernado.
Tentang Gini-Gini Aja
Dibuka dengan dentingan keyboard, “Gini-Gini Aja” menyeruak dengan mood dancey. Lagu ini membuang mayoritas DNA Richad dengan beat yang upbeat dan bassline synth yang naik-turun. Hook synth-nya sendiri bisa menempel di kepala dari sekali dengar pertama. Grayce Soba memberikan treatment house-disco yang glossy, tapi tidak terasa lebay. Chopping skank gitar elektrik dari Soba masuk untuk memperkaya komposisi, menjadi stab pendek, funky yang dipotong filter dan delay.
Kontras dengan vibe musiknya, tema lagu yang ditulis Richad ini malah bercerita tentang kehidupan di umur 40-an yang terlihat seru tapi perlahan terasa menjadi monoton. Kelar bekerja, mandi, dandan ala hipster dan bersiap merayakan malam bersama teman-teman tapi kemudian teringat kalau “hura–hura pesta pora tapi lupa kalo umur sudah tua”. Disini Richad tidak memaksakan diri untuk menjadi penyanyi musik dance. Vokal baritonenya datar, agak malas, terasa cocok dengan vibe yang setengah tidak peduli.
"Gini-Gini Aja" memang tidak menawarkan hal yang terasa rebel. Ia membicarakan kehidupan malam orang yang sudah kerja bertahun tahun, punya tanggungan, tapi masih butuh pelepasan. “Di usia 20-an, party itu layaknya sebuah escape tapi di usia 40-an, party tu rasanya kayak sebuah rutinitas aja. Seru, tapi ada jeda hening beberapa detik sebelum beat drop berikutnya dimana aku mikir, "kita ngapain ya di sini?". Monoton-nya tu nggak untuk dinyinyirin lagi, tapi udah tiba di tahap diterima” ungkap Richad mengenai tema lagu ini.
Dibanding kedua single lainnya, Richad sepertinya mencoba keluar dari zona nyaman image-nya selama ini yang cool untuk kemudian tampil all out, untuk berdansa menikmati malam. Kalau kita kenal Richad Bernado dari kedua lagu sebelumnya pasti yang diingat: kemeja, rambut rapi, gitar ngeblues yang nyantai tapi nendang. Nah, di "Gini-Gini Aja” image cool itu dilebur. Hasilnya? Kayak lihat Richad masuk klub jam 11 malam, pulang jam 3 pagi, terus nulis lirik sambil hang-over.
Bekerjasama dengan DoggyHouse Records, single Grayce Soba & Richad Bernado – Gini-Gini Aja akan tersedia via kanal digital mulai 5 Juni 2026. Demikian informasi mengenai single kolaborasi Grayce Soba & Richad Bernado – Gini-Gini Aja, terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya.
oridistro.com
freeimage.host/i/C2hMPHb
#DoggyHouseRecords
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
Grayce Soba & Richad Bernado Gini Gini Aja
freeimage.host
Image Grayce Soba & Richad Bernado Gini Gini Aja hosted in Freeimage.hostFriday May 29th, 2026
Passion Vibe resmi mengumumkan kerja sama internasional dengan Katya Lel, penyanyi pop Rusia yang pada Februari 2025 silam menerima penghargaan bergengsi Merited Artist of the Russian Federation langsung dari Presiden Vladimir Putin—sebuah pengakuan tertinggi negara atas kontribusinya terhadap budaya dan seni Rusia.¹ Kolaborasi ini diwujudkan dalam sebuah single remix ‘Slatki Moi’ yang dibawakan oleh artis Passion Vibe, Kaleb J.
Penghargaan tersebut menegaskan posisi Katya Lel sebagai salah satu figur penting dalam musik pop Rusia. Lahir dengan nama Yekaterina Nikolayevna Chuprinina pada 20 September 1974 di Nalchik, Kabardino-Balkaria, Katya Lel telah meniti karier selama lebih dari dua dekade. Breakthrough-nya terjadi pada tahun 2003 lewat kolaborasi bersama produser Maxim Fadeev yang melahirkan hit fenomenal "Moy Marmeladny" (My Marmalade)—sebuah lagu yang memuncaki tangga lagu Rusia dan memberinya penghargaan Golden Gramophone. Dengan sepuluh album studio, penghargaan People’s Artist of Kabardino-Balkaria dan Chechnya, hingga Silver Disc untuk pencapaian penjualan, jejak Katya Lel di industri musik Rusia tidak terbantahkan.¹
Dan kini, Passion Vibe menjadi label independen Indonesia pertama yang membawa Katya Lel ke dalam orbit musik Tanah Air melalui sentuhan R&B khas Kaleb J. Di balik terwujudnya kerja sama ini, ada peran sentral Yoga Nugroho, CEO dan Founder Passion Vibe, yang memiliki sejarah panjang dengan Rusia. Hampir 15 tahun lamanya Yoga Nugroho tinggal di Moskow, membangun hubungan profesional dengan berbagai pihak, dan fasih berbahasa Rusia. Sebuah aset yang kini menjadi jembatan emas bagi label yang dipimpinnya.
“Gagasan awal kolaborasi ini datang langsung dari Yoga Nugroho. Proses negosiasi dengan pihak Katya Lel berjalan sangat hangat—antusiasme datang dari kedua belah pihak. Dukungan juga datang dari RIA Novosti dan Ruskiy Dom di Indonesia, yang turut membantu menghubungkan Passion Vibe dengan sang artis. "Ini adalah peluang yang sangat langka," ungkap Yoga Nugroho. "Kesempatan untuk bisa berkolaborasi dengan artis internasional, terlebih artis Rusia yang telah menerima penghargaan negara atas kontribusinya, bukan hal yang mudah didapatkan. Itulah mengapa bagi Passion Vibe, kolaborasi ini memiliki kebanggaan tersendiri."
"Harapan Passion Vibe, melalui kolaborasi ini, akan terbuka peluang untuk kerja sama proyek musik lainnya yang bisa direalisasikan di masa depan," tambah Yoga Nugroho. Di sisi musikal, Kaleb J, artis Passion Vibe yang dikenal dengan sentuhan R&B yang hangat sekaligus emosional, dipilih untuk menyanyikan lagu Slatki Moi. Dan bagi Kaleb J., proyek ini adalah mimpi yang jadi kenyataan "Rasanya seneng campur kaget! Happy sekali bisa berkolaborasi with the one and only, Katya Lel. Truly honored and grateful for this opportunity. Dari dulu, salah satu mimpi aku di musik adalah bisa bekerja sama dengan temen-temen artist globally sebanyak mungkin. Dan seneng banget ternyata di awal 2026 kesampean lagi," ungkap Kaleb J dengan antusias.
Versi asli ‘Slatki Moi’ yang dibawakan Katya Lel adalah dance music yang energik dan sulit untuk tidak bergerak saat mendengarnya. "Seru banget lagunya! Ga mungkin ga joget pas denger. Suka banget sama semua elemen yang disuguhkan di Slatki Moi. Walaupun pas pertama kali denger aku ga ngerti artinya, tapi entah gimana tetep ikut kebawa sama vibe dan energinya," ungkap Kaleb J. Proses re-arrange lagu ini bukannya tanpa deg-degan. Kaleb J sadar betul bahwa ia dan Katya Lel memiliki warna musik yang cukup berbeda. Namun, di situlah justru letak keseruannya. "Proses kreatifnya malah kita lepas sebebas dan semengalir mungkin. Pokoknya, we just wanna make something that we’d personally love to hear. And hopefully energi yang sama bisa sampe ke temen-temen semua pas dengerin lagunya," jelasnya.
Di balik layar, Belanegara Abe—Produser sekaligus Co-Founder Passion Vibe—memegang peran kunci dalam menyatukan dua dunia musik yang berbeda: dance music khas Katya Lel dan R&B hangat ala Kaleb J. "Tentunya ini menjadi hal yang baru buat saya, karena ini pertama kalinya bisa berkolaborasi dengan salah satu artis Rusia," ungkap Belanegara Abe. "Saya percaya musik itu ‘Universal Language’. Sebelum menggubah musiknya, saya dan tim yang lain mempelajari bahasanya dan artinya terlebih dahulu agar bisa membawakan ulang dengan rasa yang berbeda dari lagu aslinya."
Menyatukan dua artis dengan karakter vokal yang berbeda bukanlah perkara mudah, namun justru di situlah letak magisnya. "Menyatukan dua artis seperti Katya Lel dan Kaleb J tentunya melahirkan pembawaan yang unik dan fresh, apalagi dengan sentuhan R&B dari Kaleb J membuat lagu ini semakin asyik untuk dinikmati," tambahnya. Ide awal aransemen muncul dari obrolan santai antara Belanegara Abe dan Kaleb J. "Kaleb J bilang, ‘Kalau misalnya di lagu ini ada sentuhan beat yang lebih groovy dengan tempo lebih cepat sedikit, pasti keren banget.’ Dari situlah idenya muncul—sebuah aransemen yang simple, organic, dan groovy, tapi tetap fokus menonjolkan dua gaya vokal Katya Lel dan Kaleb J," kisah Belanegara Abe.
Menariknya, untuk proyek ini Belanegara Abe sengaja mengambil pendekatan yang berbeda dari biasanya. "Saya berpikir untuk membuat aransemen lagu ini se-organic mungkin, tanpa banyak hal yang terasa too polished. Hanya dengan beberapa instrumen saja—drums, guitar, bass, keyboard—ditambah dengan dua vokal mereka yang luar biasa memberikan warna dalam karya ini," jelasnya. Dalam versi remix ini, Kaleb J menulis ulang verse 2 dengan lirik versinya sendiri, lengkap dengan aransemen vokal khas yang diramu bersama Belanegara Abe. Tatanan beat dan instrumen yang digarap Belanegara Abe memberikan napas baru yang segar tanpa menghilangkan jiwa asli lagunya. Yang menarik, Kaleb J ikut menyanyikan lirik dalam bahasa Rusia. Hook utama lagu ini, ‘Slatkimoi’, berarti "sayangku"—sebuah panggilan sayang dari perempuan ke laki-laki. Namun karena Kaleb J yang menyanyikannya, lirik itu diadaptasi menjadi ‘Slatkayamaya’, yang juga berarti "sayangku", tapi diungkapkan dari laki-laki ke perempuan. "Untung di Passion Vibe ada founder tercinta yang fasih berbahasa Rusia, Kak Yoga Nugroho," ujar Kaleb J.
Katya Lel sendiri memberikan kebebasan penuh secara kreatif kepada tim Passion Vibe. "Justru Katya Lel yang menanyakan apakah kita akan sepenuhnya menggunakan bahasa Inggris atau Indonesia. Namun menurut kami, bahasa Rusia punya otentisitas dan keunikan sendiri." ungkap Yoga Nugroho. Dan saat mendengar hasil akhir remix ini, Katya Lel sangat menyukainya—terutama cara Kaleb J membawakan lagu ini. "Doakan agar Kaleb J dan Katya Lel bisa tampil bersama di Indonesia atau mungkin di Rusia ya, guys," tutup Yoga Nugroho. Simak single remix ‘Slatki Moi’ dari Katya Lel dan Kaleb J di seluruh digital streaming platform.
oridistro.com
open.spotify.com/track/40jweSKzlVGVEz3LBQY3as
#PassionVibe
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartnersKatya Lel, Kaleb J, Passion Vibe · Сладкий Мой (Remix) · Song · 2026 … See MoreSee Less
Friday May 29th, 2026
Setelah jeda album terakhir, trio Soulfood kembali dengan warna dan atmosphere baru. Dentuman elektronik dan ritme afro yang dikemas berbeda kali ini menjadi dimensi mereka dalam proses lahirnya karya. Soulfood memang muncul dengan tekstur organik pada musik sebelumnya, era ini mereka dengan cuek melangkahkan pikiran dan rasa berbeda pada rilisan barunya. Tidak hanya musik, lirikpun begitu. Momen yang jarang bagi Lyta menulis lagu bertema romansa.
Bouncing adalah karya yang digarap Palel, Lyta dan di eksekusi baik oleh Bam sebagai anak baru mereka dengan wajah dan beat yang menarik. “Lagu ini spontan saja. Kita kemas dengan nuansa yang belum pernah Soulfood bawakan. Sederhana, penciptaannya tidak memakan waktu lama dan proses penyelesaiannya juga efektif. Kami ingin punya sesuatu yang lain daraipada yang kami buat sebelumnya namun masih dalam atap yang sama yaitu afro music.” jelas Lyta.
Lagu ini mengandung lirik explicit serta sensuality terkait pengalaman personilnya. Menurut mereka, tampil berbeda terkadang perlu sebagai dinamika perjalanan bermusik serta menjadi jejak ekplorasi untuk menggali musik lebih dalam lagi. Bouncing menjadi lagu pembuka Soulfood sebelum menebar rilisan selanjutnya. Dengarkan Bouncing pada seluruh platform digital.
oridistro.com
open.spotify.com/track/0TiThVWYZQVnwCi7iczqcu
#SOULFOOD
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartnersSoulfood · Bouncing · Song · 2026 … See MoreSee Less
Friday May 29th, 2026
Pernahkah Anda merasa telah berusaha sekuat tenaga, namun tetap saja dianggap salah di mata pasangan Anda? Penyanyi yang telah lama dinantikan, Cindy Bernadette, akhirnya kembali ke panggung musik Indonesia dengan pernyataan yang kuat melalui single terbarunya, “Shoulda Coulda.”
Cindy tidak sendirian dalam perilisan ini. Ia berkolaborasi dengan artis GenZ yang sedang naik daun, Agatha Baby, untuk mengeksplorasi realitas pahit dari hubungan romantis yang tidak seimbang. Lebih dari sekadar lagu, “Shoulda Coulda” menjadi suara bagi mereka yang lelah menjadi “korban” dalam hubungan yang tidak sehat.
Saatnya Berhenti Menyalahkan Diri Sendiri
“Shoulda Coulda” adalah lagu kebangsaan bagi siapa pun yang terjebak dalam hubungan narsistik. Melalui lirik jujur tentang ketidakseimbangan emosional—di mana satu pasangan terus memberi dan memaafkan sementara yang lain hanya menuntut dan mengabaikan nilai pasangannya—Cindy dan Agatha mengekspresikan emosi yang sering kali tak terucap. “Lagu ini ditujukan bagi orang-orang yang telah berusaha memperbaiki segalanya hingga kelelahan, hanya untuk menyadari bahwa masalahnya bukanlah mereka,” kata Cindy. Pada intinya, lagu ini membawa pesan tentang harga diri: terkadang, melepaskan seseorang adalah langkah pertama untuk menemukan diri sendiri kembali.
Pertemuan Dua Generasi
Kolaborasi ini telah menjadi salah satu duet musik yang paling dinantikan di kancah musik Indonesia:
Cindy Bernadette, Diva yang sempat menjauh dari sorotan untuk fokus menjadi ibu rumah tangga penuh waktu sambil tinggal di tiga negara kini siap kembali dengan energi baru. Masih bekerja sama erat dengan kolaborator lama DJ Sumantri (produser) dan Kristian Choi (insinyur musik), Cindy menghadirkan kedewasaan emosional dan kedalaman pada lagu ini.
Agatha Baby, Mantan rapper utama grup Angelions yang kini mengejar karier solo, Agatha menghadirkan gaya pop Gen Z yang mentah dan autentik yang sangat resonan dengan pendengar masa kini.
Tentang Rilis
Awalnya tertunda sejak 2025 akibat tantangan produksi jarak jauh, “Shoulda Coulda” akhirnya dirilis pada 29 Mei 2026. Lagu ini siap menemani siapa pun yang saat ini sedang dalam proses penyembuhan, menemukan kembali jati diri, dan belajar mencintai diri sendiri kembali.
oridistro.com
music.youtube.com/watch?v=sQSZaz_Ri2M
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
Friday May 29th, 2026
Band pop romantis, LJF (Love Jump Fly), resmi melepas single terbaru mereka yang bertajuk “Sejenak”. Bukan sekadar lagu cinta biasa, trek ini hadir bagai pelukan hangat yang syahdu, emosional, dan menangkap esensi dari sebuah pertemuan singkat yang bermakna mendalam di tengah dunia yang bergerak serba cepat.
“Sejenak” bercerita tentang pertemuan yang dibatasi oleh ruang dan waktu. Entah karena jarak geografis, kesibukan, atau keadaan yang memaksa untuk berpisah, LJF berhasil merangkum sebuah realitas: bahwa waktu yang singkat tidak pernah mengurangi besarnya rasa rindu. Lagu ini menjadi refleksi jujur tentang hubungan jarak jauh, perpisahan sementara, serta momen pulang yang selalu dinanti.
“Kami percaya bahwa tidak semua kebersamaan harus berlangsung lama untuk terasa berarti. Kadang, yang kita punya hanya sejenak. Tapi justru di situlah hangatnya terasa paling dalam,” ungkap perwakilan dari LJF.
LJF merancang lagu ini untuk menjadi teman perjalanan bagi siapa saja. Baik mereka yang sedang menempuh jarak untuk menemui orang tersayang, maupun mereka yang sedang duduk sendirian di sudut transportasi publik—menatap jendela sambil meresapi memori. “Sejenak” diharapkan bisa menjadi soundtrack penguat langkah bagi para perantau dan pejuang jarak jauh sebelum mereka kembali bergelut dengan rutinitas.
Secara musikalitas, “Sejenak” dibalut dengan aransemen yang lembut, lirik puitis yang tidak klise, serta atmosfer intim yang siap membuat pendengarnya berkaca-kaca namun tetap merasa didekap hangat.
Lewat perilisan ini, LJF berharap “Sejenak” dapat diterima luas di seluruh sudut Indonesia, menemani setiap detak waktu pertemuan, pelukan hangat, hingga momen perpisahan yang penuh makna dalam hidup kita sehari-hari.
Sediakan waktu kamu, pasang earphone, dan resapi “Sejenak” yang kini sudah bisa dinikmati di seluruh platform digital streaming musik (Spotify, Apple Music, YouTube Music, dll) mulai hari ini.
oridistro.com
music.youtube.com/watch?v=L8sPHsYoJOI
#LJF
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
Friday May 29th, 2026
Musisi kontemporer Aku Jeje resmi merilis single terbaru berjudul “Maria” hari ini. Lagu ini menghadirkan perpaduan unik Samba dan Jazz yang menjadi warna baru dalam perjalanan musiknya setelah sukses lewat seri #MendewasakanLagu yang viral di berbagai platform digital. Melalui “Maria”, Aku Jeje mengangkat cerita tentang cinta yang indah, namun tidak bisa bertahan lama. Lagu ini menggambarkan perasaan manis sekaligus sedih dari hubungan yang terhalang oleh perbedaan, tetapi tetap layak untuk dikenang.
Dengan sentuhan vokal bergaya Bossa Nova yang lembut dan irama Samba yang hangat, “Maria” menghadirkan suasana romantis, elegan, dan penuh emosi. Nuansa tersebut menjadi ciri khas baru yang disebut Jeje sebagai konsep “tropical-noir”. “Lagu ini adalah perayaan untuk cinta yang mungkin tidak berlangsung selamanya, tetapi tetap berarti dan indah untuk dirasakan,” ungkap Aku Jeje mengenai single terbarunya. Pesan tersebut juga terasa kuat lewat salah satu lirik utama dalam lagu: “Katakanlah saja cinta, akan terlukis indah walau sementara.”
Bersamaan dengan perilisan “Maria”, Aku Jeje juga dijadwalkan membawakan lagu ini secara perdana di Java Jazz Festival 2026 yang berlangsung pada 29–31 Mei 2026 di Jakarta. Penampilan tersebut menjadi bagian dari rangkaian perjalanan musik Aku Jeje tahun ini, termasuk persiapan menuju perilisan album terbarunya bertajuk “14” yang direncanakan hadir pada Agustus 2026. Single “Maria” kini sudah tersedia di seluruh platform streaming digital mulai 29 Mei 2026.
oridistro.com
music.youtube.com/@akujeje
#AkuJeje
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
music.youtube.com
Aku Jeje is a singer-songwriter who breathes new life into nostalgia through his signature blend of Pop-Jazz and Bossa Nova. After going viral with his #MendewasakanLagu series, Aku Jeje captured millions of hearts with "Lihat Kebunku (Taman Bunga)," a cinematic reimagining that earned over 50 milli…Thursday May 28th, 2026
𝗕𝗮𝗯 𝗜: 𝗠𝗲𝗻𝗶𝘁𝗶 𝗛𝗮𝗿𝗶 𝗧𝗮𝗻𝗽𝗮 𝗖𝗮𝗵𝗮𝘆𝗮
Bagi orang-orang yang bertahan hidup di tanah terbuang, hidup adalah tentang pertempuran yang tidak pernah usai. Setiap matahari terbit, mereka bangun dengan satu tujuan: bertarung demi hari esok yang lebih baik (Every day we try fighting for someday). Mereka tidak sedang mengejar dongeng atau fatamorgana; mereka mencari sesuatu yang nyata—sebuah tempat perlindungan, sekerat makanan, atau sekadar kepastian bahwa mereka akan selamat. Dan di dunia yang keras ini, melarikan diri bukanlah sebuah pilihan (Searching something real and we can’t runaway).
Namun, ujian sesungguhnya datang saat malam menjemput. Ketika kegelapan pekat menyelimuti bumi, mereka dipaksa untuk bertahan hidup tanpa adanya cahaya penuntun (Every night trying living without light). Di dalam kegelapan yang mencekam itu, musuh terbesar mereka bukanlah rasa dingin, melainkan keputusasaan.
Di saat-saat paling gelap seperti itulah, mereka merapatkan barisan. Saat obor tak lagi menyala, hanya ada dua hal yang tetap hangat di dalam dada mereka: iman dan harapan (Only faith and hope always stay with us).
Mereka sering kali menengadah ke atas, menatap langit malam. Di sana, matahari dan bulan bergantian beredar tanpa pernah mengeluh atau menangis melihat penderitaan di bawahnya (In the sky the sun and moon is never cry). Menatap keteguhan semesta itu, para penyintas membakar kembali tekad mereka. "Bakar semangatmu! Jangan menyerah, atau kita semua akan mati di sini!" bisik mereka satu sama lain, mengusir rasa takut yang mencoba merayap (Burn your spirit don’t surrender or we die).
𝗕𝗮𝗯 𝗜𝗜: 𝗔𝗿𝘁𝗶 𝗞𝗲𝗵𝗶𝗱𝘂𝗽𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗻 𝗦𝗲𝗯𝘂𝗮𝗵 𝗞𝗲𝘆𝗮𝗸𝗶𝗻𝗮𝗻
Di sela-sela kerasnya perjuangan, mereka tetaplah manusia yang butuh tertawa. Di setiap jengkal waktu yang ada, mereka selalu meluangkan momen untuk berbagi kebahagiaan kecil bersama orang-orang tercinta (Every time we have someone to have fun). Mereka sadar, hidup terlalu berharga untuk dihabiskan hanya dengan meratap. Menyerah pada keadaan sama saja dengan menenggelamkan diri hidup-hidup ke dalam penyesalan (Don’t be fool with our life or we will drown).
"Kita harus menemukan sesuatu untuk diyakini," ujar sang tetua dalam suatu malam berkumpul. "Tuhan pasti akan memberikan jalan-Nya, asal kita tidak pernah berhenti mencoba. Jangan pernah lari dari takdirmu." (We must find something to believe in, God will give us, don’t stop trying, don’t you run).
Bagi mereka, kematian pun bukanlah akhir yang menakutkan. Mereka percaya pada siklus kehidupan. Ketika raga ini akhirnya menyerah pada usia atau pertempuran, jiwa mereka akan terlepas, terbang tinggi menembus awan-awan (Life after life a soul flying and then go high). Mereka yang masih hidup hanya perlu menjaga api perjuangan tetap menyala, sembari selalu bersiap membaca tanda-tanda zaman yang dikirimkan oleh semesta (Just remember always waiting for the sign).
𝗕𝗮𝗯 𝗜𝗜𝗜: 𝗖𝗼𝗹𝗱𝗲𝗿𝗿𝗮, 𝗧𝗮𝗻𝗮𝗵 𝗞𝗲𝗯𝗲𝗯𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗔𝗯𝗮𝗱𝗶
"Apakah kamu baik-baik saja?"
Pertanyaan sederhana itu sering terlontar di antara para pejuang. Jawabannya selalu sama, sebuah janji yang diucapkan bersama: "Kita hidup untuk hari esok. Selamanya, jangan pernah menyerah, jangan pernah merasa takut." (Are you okay? We live for someday. Forever, never give up never feel afraid).
Mereka tidak lagi berdiri sebagai individu yang rapuh. Mereka telah melebur menjadi satu kesatuan yang utuh. Bersama-sama, mereka melangkah maju, siap menunjukkan pada dunia kekuatan sejati dari sebuah persatuan (We will together, let’s show a power).
Dengan kaki yang kokoh, mereka mulai berlari bebas, menembus rintangan demi menangkap masa depan yang cerah (Running free and catch the future). Mereka berani mencoba hal-hal baru, mendobrak batasan, dan meruntuhkan tirani lama demi menciptakan sesuatu yang berbeda (Trying something will be different).
Kini, mereka memiliki nama. Mereka adalah Colderra.
Colderra bukan sekadar sebuah wilayah di atas peta; Colderra adalah lambang dari tanah kebebasan. Sebuah tempat di mana jiwa-jiwa merdeka akan selalu hidup, tegak berdiri, dan bertahan untuk selama-lamanya (Colderra is land of the freedom always life and stand forever).COLDERRA – Colderra
youtu.be/qAjDHW0Uo4I
www.colderra.com
#Colderra
#ColderraMusic
#PowerMetal
#SpeedMetal
#HeavyMetal … See MoreSee Less
Thursday May 28th, 2026
Konten ini tidak tersedia saat ini
Konten tidak bisa dilihat biasanya karena pemilik hanya membagikannya kepada sekelompok kecil orang, mengubah siapa yang bisa melihatnya, atau sudah dihapus.Thursday May 28th, 2026
Penyanyi virtual KAF telah merilis video musik untuk “School Wars,” sebuah lagu unggulan dari album kelimanya yang akan datang, “Transcendent Love,” yang dijadwalkan rilis pada 27 Mei. Memadukan energi rock yang cepat dengan tema tekanan emosional, identitas, dan ekspresi diri, lagu ini mengungkapkan sisi baru yang berani dari KAF sekaligus memperluas cakupan emosional dan musikal yang telah mendefinisikan karya seninya.
Ditulis dan digubah oleh Kanata Okajima, “School Wars” menggabungkan produksi rock yang cepat dengan lirik yang sarat emosi dan kejujuran emosional yang mentah — sebuah lagu yang didorong oleh dorongan batin murni dan frustrasi masa muda.
Video musiknya disutradarai oleh Shota Sakamoto, seorang kreator visual yang dikenal dengan gaya animasi mutakhir dan estetika digital modernnya. Dalam karya ini, Sakamoto dengan berani menafsirkan ulang simbol-simbol ikonik kehidupan sekolah — meja kelas, papan tulis, dan lorong — mengubahnya menjadi dunia surealis di mana nostalgia dan ketidaknyataan bertabrakan.
Merefleksikan konsep tersebut, Sakamoto menjelaskan bahwa judul “School Wars” membuatnya mempertanyakan tekanan apa yang dihadapi kaum muda saat ini.
“Dulu di masa sekolah saya, sekolah itu sendiri sering terasa membatasi,” ujarnya. “Namun hari ini, musuh mungkin sesuatu yang jauh kurang terlihat — tekanan sosial, suasana daring, ekspektasi tak terlihat yang tercipta di sekitar kita. Internet itu sendiri bukanlah musuh; dalam banyak hal, ia adalah pendamping. Tetapi tekanan tak terlihat yang lahir darinya adalah sesuatu yang terus-menerus diperjuangkan orang. Saya ingin mengekspresikan ketegangan emosional modern itu melalui nyanyian dan tarian KAF dengan cara pop.”
Salah satu elemen paling mencolok dari video tersebut adalah koreografinya oleh KOTARO IDE, kreator dengan lebih dari 2 juta pengikut yang dikenal karena memadukan gerakan yang menarik dengan humor surealis dan visual yang adiktif.
Koreografinya menyeimbangkan keluwesan komedi dengan intensitas emosional, menciptakan gaya pertunjukan yang tetap terpatri dalam ingatan penonton lama setelah video berakhir. Dengan menambahkan energi dan humor khas IDE ke latar "sekolah" yang familiar secara universal, video ini membuka musik KAF ke khalayak yang lebih luas.
KOTARO IDE menggambarkan koreografi tersebut sebagai sesuatu yang sengaja "berantakan, canggung, tetapi sangat hidup."
“Saat pertama kali mendengar lagu itu, saya langsung merasakan emosi dan keyakinan di dalamnya,” katanya. “Ada sesuatu yang sangat kuat tentang terus maju sebagai diri sendiri, tidak peduli bagaimana orang lain memandang Anda. Saya ingin menangkap semangat pemberontakan, rasa tak terkalahkan, dan tekad yang canggung itu dalam koreografi. KAF mendekati semuanya dengan ketulusan penuh dan mengubahnya menjadi sesuatu yang hanya dia yang bisa ekspresikan. Itulah yang membuat karya ini begitu istimewa.”
Didorong oleh kejujuran emosional dan ekspresi diri, “School Wars” menjadi salah satu lagu andalan dari “Transcendent Love” — sebuah lagu yang dapat memperkenalkan KAF kepada generasi pendengar yang sama sekali baru sekaligus mengungkapkan dimensi baru dari identitas artistiknya.
Tentang KAF:
KAF adalah penyanyi virtual pertama dari KAMITSUBAKI STUDIO.
Ia memulai debutnya pada tahun 2018 di usia 14 tahun, memantapkan dirinya sebagai artis virtual generasi baru dengan suara unik dan dunia artistik yang khas.
Saluran YouTube-nya telah melampaui 1 juta pelanggan, dengan total penayangan melebihi 300 juta, dan ia telah membangun komunitas penggemar yang besar dan antusias baik di Jepang maupun internasional.
Pada Januari 2024, ia menggelar konser solo keempatnya, “KAIKA”, di Gimnasium Nasional Yoyogi. Setelah penampilannya di Nippon Budokan, ini menandai tonggak sejarah pemecahan rekor lainnya sebagai konser arena solo terbesar yang pernah diadakan oleh seorang penyanyi virtual.
Pada tahun 2026, ia juga dijadwalkan untuk secara aktif memperluas aktivitas live-nya di luar negeri, melanjutkan perjalanannya ke dunia musik yang belum terjelajahi.
oridistro.com
s.awa.fm/album/ab377b05ec5d8d59a869
#Avex
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
s.awa.fm
”深愛” by 花譜の詳細をAWAでチェックしよう。試聴も可能。「愛を探しに(Instrumental)」「エコーノイズ」「明滅」も聴ける。音楽ストリーミングサービス「AWA」なら2億曲以上の音楽が聴き放題。あなたの気分や好みに合わ…..Thursday May 28th, 2026
Penyanyi muda Lindee Cremona resmi merilis single berjudul "Malas Tapi Terpaksa". Berbeda dari karya sebelumnya, lagu ini mengusung nuansa hiphop ringan dengan menghadirkan seorang rapper asal Ambon bernama Kawizz sebagai kolaborator.
Selama ini, Lindee Cremona dikenal publik lewat suara lebut dan karya-karyanya yang penuh emosi. Namun kali ini, penyanyi muda ini memilih menghadirkan musik yang lebih segar dengan sentuhan rap dari Kawizz.
Kawizz sendiri adalah rapper asal Ambon yang dikenal dengan flow rap cepat dan energik. Ia kerap menghadirkan lirik yang lugas dan penuh semangat, menjadikannya salah satu talenta muda yang mampu membawa warna baru dalam musik hiphop Indonesia.
Kolaborasinya dengan Lindee Cremona di "Malas Tapi Terpaksa" memperlihatkan chemistry yang kuat dan segar. Lagu ini diciptakan oleh Albert Kenchen dan diproduksi oleh Pace Kribo, menghadirkan kombinasi beat modern, vibe santai, serta nuansa musik timur yang membuatnya terdengar unik, catchy, dan mudah melekat di telinga.
Tema sederhana yang diangkat membuat "Malas Tapi Terpaksa" terasa sangat relatable. Lagu ini menggambarkan kondisi banyak orang yang ingin bermalas-malasan, rebahan, atau lari dari rutinitas, namun keadaan memaksa untuk tetap bangkit dan menjalani semuanya demi masa depan yang lebih baik.
"Lagu ini bukan hanya tentang rasa malas, tapi juga tentang realita hidup yang sering kita hadapi," kata Lindee Cremona dalam keterangan resminya.
"Ada kalanya kita ingin berhenti, tapi keadaan memaksa untuk tetap melangkah. Aku rasa ini sangat relate dengan banyak orang, terutama generasi muda yang sering berkata ‘mager… tapi hidup harus lanjut’," tuturnya.
Ramuan karakter vokal lembut Lindee yang berpadu dengan flow rap cepat milik Kawizz di lagu ini, sukses menciptakan chemistry yang segar dan menyenangkan untuk didengar. Ditambah produksi musik dari Pace Kribo yang kaya dengan nuansa timur modern, lagu ini memiliki identitas kuat dan berbeda dari hiphop ringan lainnya.
Lewat single kolabrasi ini, Albert Kenchen sebagai pencipta lagu mengaku ingin menghadirkan karya yang sederhana tapi kuat dan diharapkan mampu memperluas jangkauan pendengar Lindee Cremona sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu talenta muda yang konsisten menghadirkan karya relevan dengan kehidupan sehari-hari.
"Lagu ‘Malas Tapi Terpaksa’ adalah refleksi dari kehidupan sehari-hari, tentang rasa lelah, tekanan hidup, dan perjuangan diam-diam untuk tetap bertahan," ujarnya.
Dengan lirik yang simpel, hook yang mudah diingat, serta vibe yang asik untuk didengar kapan saja, single "Malas Tapi Terpaksa" siap menjadi anthem baru bagi generasi muda. Lagu ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga pengingat bahwa meski rasa malas sering datang, hidup tetap harus dijalani.
Saat ini, single "Malas Tapi Terpaksa" milik Lindee Cremona dan Kawizz sudah tersedia di berbagai platform pemutar musik digital.
oridistro.com
music.youtube.com/watch?v=3HpBAbgHWDw
#LindeeCremona
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
Thursday May 28th, 2026
“Sampai Kapan Kupendam” hadir sebagai gambaran jujur tentang pergulatan hati seorang introvert yang menyimpan cinta begitu dalam, namun selalu kesulitan untuk mengungkapkannya. Bukan karena rasa itu biasa, justru karena begitu besar hingga kata-kata terasa tak pernah cukup untuk mewakilinya. Lagu ini membawa pesan tentang keberanian yang tertahan, tentang hati yang terus berbicara, meski bibir memilih diam. Alternatif hook yang kuat dan dekat dengan realita pendengar, menjadikan lagu ini terasa sangat relevan bagi banyak orang yang pernah atau sedang berada di posisi tersebut. Seperti pada sebuah penggalan liriknya “ingin mengungkapkan, tapi tak ada nyali tuk ungkapkan”.
Nuansa pop alternatif begitu terasa kental di aransemen single ini, dibangun dalam tempo medium beat, mampu menghantarkan emosi secara mendalam. Jovan, selaku salah satu pencipta lagu ini, mengungkapkan, “Lagu ini ditulis untuk mereka yang menyimpan rasa terlalu lama, sampai akhirnya hanya bisa bertanya pada diri sendiri, kapan keberanian itu akan datang???.” Melalui lirik yang sederhana namun penuh makna, lagu ini menjadi suara bagi mereka yang selama ini hanya mampu mencintai dalam diam, sambil terus memendam harapan yang tak pernah benar-benar padam.
“Sampai Kapan Kupendam” adalah satu diantara 6 lagu yang terangkum dalam sebuah EP, yang telah berhasil ASBAK Band rampungkan di tahun 2026. Semua lagunya dirilis secara bertahap sebagai bagian dari strategi mereka dalam menjangkau pendengar yang lebih luas. Dua lagu sebelumnya yang berjudul “Izinkan Aku Menjagamu” dan “Tertunda Bukan Akhir”, sudah dirilis pada bulan April dan Mei tahun ini. Lagu lagu tersebut dipilih bukan tanpa alasan, karena dianggap mampu menggambarkan arah musikal mereka saat ini yang lebih fresh namun tetap familiar. “Lagu lagu yang ada di EP ini jadi simbol kalau kami masih ada, masih konsisten, dan terus berkembang tanpa kehilangan jati diri,” ungkap Capoenk.
Sebagai bagian dari strategi untuk terus mendapatkan respon positif dari para pendengarnya, ASBAK Band berkomitmen untuk menghadirkan variasi nuansa musik di setiap rilisan mereka. Mereka percaya bahwa eksplorasi adalah kunci untuk tetap relevan, tanpa harus meninggalkan pola genre yang sudah menjadi identitas mereka. Konsistensi inilah yang membuat ASBAK Band tetap berdiri kokoh hingga saat ini. Dengan kombinasi antara pengalaman, semangat baru, dan keberanian untuk bereksperimen, ASBAK Band optimis dapat terus menghadirkan karya yang tidak hanya enak didengar, tetapi juga punya makna bagi para penikmat musik Indonesia.
Setelah menghadapi berbagai dinamika internal yang tidak mudah, terhitung sejak 2022, ASBAK Band memutuskan formasi terbaru mereka, yang kini diisi oleh Capoenk sebagai gitaris, Jovan vokalis, dan Gondray sebagai bassist. Ketiganya sepakat untuk tetap menjaga semangat dan identitas ASBAK Band agar tetap eksis di industri musik Tanah Air. “Buat kami, ASBAK bukan sekadar band, tapi perjalanan panjang yang sudah jadi bagian hidup. Jadi kami sepakat untuk terus jalan, apapun tantangannya,” ujar Jovan. Dengan semangat baru ini, mereka membawa energi segar tanpa melupakan akar musikalitas yang telah terbentuk sejak awal.
Dibentuk sejak 13 Januari 2008, ASBAK Band terus bertahan di tengah berbagai pasang surut perjalanan karier. Sejak awal terbentuk, ASBAK Band dikenal sebagai band yang tidak pernah berhenti bereksplorasi dalam setiap karya yang mereka hasilkan. Di masa debutnya, single berjudul “Membuatmu Cinta Padaku” berhasil mencuri perhatian publik dan sempat menduduki posisi top chart tangga lagu, bahkan menjadi Nada Sambung Pribadi (NSP) favorit di masanya. Pencapaian tersebut menjadi fondasi kuat yang membentuk karakter ASBAK Band sebagai grup yang mampu menghadirkan lagu-lagu yang mudah diterima dan dekat dengan pendengar.
oridistro.com
music.youtube.com/watch?v=Mrg9TjujkwQ
#ASBAKBand
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
Thursday May 28th, 2026
PVLETTE, grup musik beranggotakan Christo, Diondy, Rayhanza, Savio, dan Vicky, kembali dengan sebuah konsep album terbaru bertajuk “Semakin Buram dan Percuma”. Dikenal dengan racikan musik yang memadukan rock alternatif modern dan pengaruh post-rock, PVLETTE membentuk lanskap suara khas sebagai nu-gaze, menghadirkan instrumental dreamy yang kontras dengan vokal emosional berbahasa Indonesia.
Album “Semakin Buram dan Percuma” diproduseri oleh Wisnu Ikhsantama W., sosok di balik sejumlah rilisan terbaik di ranah musik alternatif Indonesia. Sentuhan produksinya memperkuat karakter atmosferik PVLETTE, sekaligus menjaga kedalaman emosi yang menjadi inti dari keseluruhan karya ini.
Menambah dimensi musikal yang lebih luas, album ini juga menghadirkan kolaborasi spesial bersama Dixie Erlangga dari STANGERS, serta sebuah lagu dengan Biru Baru. Kehadiran para kolaborator ini memberikan warna baru yang memperkaya eksplorasi PVLETTE tanpa menghilangkan identitas khas mereka.
“Semakin Buram dan Percuma” mengusung narasi linear yang mengikuti perjalanan batin seorang individu yang berada di titik paling rapuh dalam hidupnya. Album ini menggambarkan pergulatan antara keinginan untuk bertahan dan dorongan untuk menyerah. Sang tokoh diceritakan hampir mengakhiri hidupnya, namun memilih untuk melanjutkan perjalanan. Dalam proses tersebut, ia kembali dihadapkan pada pilihan-pilihan yang pernah ia jalani sebelumnya, menciptakan siklus emosional yang semakin kompleks.
Seiring berjalannya cerita, berbagai lapisan emosi terungkap, keinginan kuat untuk tetap hidup, rasa iri terhadap masa lalu orang lain, kecemasan akan masa depan, hingga kesendirian yang mendalam. Narasi ini juga menyentuh kehilangan kepercayaan, kehilangan orang-orang terdekat, dan perasaan terasing yang semakin intens. Pada akhirnya, perjalanan tersebut membawa sang tokoh pada sebuah keputusan akhir, bukan lagi dalam kondisi putus asa, melainkan dalam keadaan yang lebih tenang dan penuh penerimaan.
Melalui konsep ini, PVLETTE menawarkan perjalanan emosional yang fluktuatif. Album ini menjadi ruang bagi pendengar untuk merasakan, memahami, dan mungkin menemukan bagian dari diri mereka sendiri di dalamnya.
Album “Semakain Buram Dan Percuma” sudah tersedia di seluruh platform musik digital, dengan music video “Lebih Dari Ini” yang dapat disaksikan melalui kanal YouTube PVLETTE pada hari yang sama pukul 15.51 WIB.
oridistro.com
music.youtube.com/playlist?list=OLAK5uy_my1bPc_CTEvfapvp1l5Hx_SeGL8MNLbRM
#PVLETTE
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
Semakin Buram dan Percuma – Album by PVLETTE
music.youtube.com
Listen to Semakin Buram dan Percuma by PVLETTE on YouTube Music – a dedicated music app with official songs, music videos, remixes, covers, and more.Wednesday May 27th, 2026
Konten ini tidak tersedia saat ini
Konten tidak bisa dilihat biasanya karena pemilik hanya membagikannya kepada sekelompok kecil orang, mengubah siapa yang bisa melihatnya, atau sudah dihapus.Wednesday May 27th, 2026
Musisi asal Jakarta, Michelle Limanjae kembali merilis single terbaru berjudul Cape Schanck pada 27 Mei 2026. Berbeda dengan lagu-lagu sebelumnya, kali ini Michelle mengusung nuansa alternative pop-soul yang atmosferik, lagu ini memadukan romansa, ketegangan, dan tragedi dalam sebuah narasi yang perlahan berubah gelap.
“Cape Schanck” terinspirasi dari sebuah kawasan pesisir di Mornington Peninsula, Victoria, Australia — dikenal dengan tebing dramatis, angin kencang, dan mercusuar tua. Gabungan inspirasi dari pengalaman pribadi dan sebuah tragedi nyata: kasus pembunuhan seorang perempuan oleh pasangannya sendiri. Fakta tersebut kemudian berkembang menjadi fondasi utama dalam penulisan lagu ini.
Michelle membangun kisah tentang seorang perempuan yang sedang jatuh cinta dan diajak melakukan perjalanan malam oleh kekasihnya untuk menikmati laut, langit penuh bintang, dan keheningan alam — tanpa menyadari bahwa sesuatu yang mengerikan sedang menunggunya. Dilengkapi dengan elemen hujan, radio rusak dan kesunyian, atmosfir perlahan berubah dari manis menjadi dingin, dan firasat buruk.
Single ini diproduksi dan ditulis oleh Michelle, dengan Andrew Rakautama Sitompul & Aldi Renaldi Suhendar yang juga terlibat dalam penulisan musik, aransemen dan komposisi. Disempurnakan oleh Nadif Firza & Sailendra Satriya di mixing dan mastering.
Michelle bereksplorasi lebih gelap dibanding karya-karya sebelumnya dengan tetap mempertahankan unsur trippy dan sentuhan psychedelic, sekaligus memperkuat identitas artistiknya dalam membangun dunia emosional yang intim namun menghantui.
oridistro.com
music.youtube.com/watch?v=m4q-eioCzcw
#MichelleLimanjae
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
Wednesday May 27th, 2026
STARGLOW, grup tari dan vokal beranggotakan lima orang yang lahir dari proyek audisi BMSG, THE LAST PIECE, telah merilis video musik untuk lagu baru mereka, “Good Boys Anthem”.
Sebagai video musik aksi skala penuh pertama grup ini, “Good Boys Anthem” mendorong STARGLOW ke arah yang lebih sinematik, memadukan penceritaan yang sarat emosi dengan visual eksplosif yang mencerminkan perjuangan, frustrasi, dan ikatan masa muda.
Rilis ini hadir di tengah pesatnya peningkatan popularitas STARGLOW di Jepang dan di luar negeri. Single debut mereka, “Star Wish,” menduduki puncak Oricon Weekly Single Ranking dan mencapai peringkat No. 3 di Billboard JAPAN Hot 100, sementara single selanjutnya, “USOTSUKI,” menduduki peringkat No. 1 di Oricon Weekly Digital Single Ranking dan No. 2 di Billboard JAPAN Hot 100.
Grup ini juga dinominasikan dalam dua kategori di MUSIC AWARDS JAPAN 2026 — Artis Baru Terbaik dan Penghargaan Khusus Radio: Artis Pendatang Baru Radio Terbaik Tahun Ini. Secara internasional, STARGLOW dipilih oleh media musik global NME sebagai satu-satunya artis Jepang yang termasuk dalam “100 Artis Pendatang Baru Penting untuk 2026,” yang semakin menyoroti perhatian yang semakin meningkat terhadap grup ini baik di dalam maupun di luar Jepang.
Dibangun di sekitar gitar yang terdistorsi dan suara shoegaze yang berat, “Good Boys Anthem” mengeksplorasi konflik emosional dan ketidakpastian yang dihadapi oleh kaum muda saat ini. Para anggota TAIKI dan GOICHI berpartisipasi dalam penulisan lirik, menghadirkan perspektif yang jujur dan personal pada tema kerentanan, kebanggaan, dan hubungan antar manusia.
Disutradarai oleh pembuat film ternama Hiroshi Shinagawa, video musik ini terungkap sebagai drama masa remaja yang keras tentang persahabatan, konflik, dan reuni.
Berpindah-pindah antara adegan perkelahian di gudang yang diguyur hujan dan kilas balik nostalgia para anggota sebagai band sekolah, cerita ini mengikuti lima sahabat yang ikatan persahabatannya mulai retak di bawah tekanan kehidupan dewasa dan kenyataan pahit sebelum akhirnya menemukan jalan kembali satu sama lain.
Menandai penampilan aksi skala penuh pertama para anggota, visual sinematik ini mencerminkan pesan lagu tentang merangkul kelemahan, rasa sakit, dan kerentanan sambil terus maju dengan jujur sebagai diri sendiri.
Ke depan, STARGLOW akan merilis single ketiga mereka “Drivin’ My Life,” yang termasuk “Good Boys Anthem,” pada tanggal 22 Juli. DVD & Blu-ray LIVE pertama mereka, STARGLOW DEBUT SHOWCASE “Wish upon a star”, juga akan dirilis pada tanggal 29 Juli.
Pada bulan Agustus, grup ini akan terus memperluas aktivitas live mereka dengan pertunjukan arena tambahan untuk tur fan meeting mereka yang sedang berlangsung, STARGLOW 1st Fan Meeting -STAR CRUISE-. Pertunjukan edisi spesial ini akan berlangsung di Yokohama Arena pada tanggal 1 dan 2 Agustus, diikuti oleh GLION ARENA KOBE pada tanggal 8 dan 9 Agustus.
Tentang STARGLOW:
STARGLOW adalah grup tari dan vokal beranggotakan lima orang yang terdiri dari RUI, TAIKI, KANON, GOICHI, dan ADAM, yang lahir dari proyek audisi BMSG, THE LAST PIECE.
Setiap anggota terus mengasah gaya unik mereka masing-masing, menciptakan boy band yang kekuatan individunya menyatu dalam fusi yang langka dan dahsyat. Dari kualitas musik dan sikap mereka hingga karisma dan aura mereka yang sulit didefinisikan, STARGLOW mewujudkan cita-cita kemampuan musik yang telah dikejar BMSG sejak didirikan.
Seperti meraih bintang yang jauh yang tampaknya hampir mustahil untuk disentuh, para anggota terus mengejar mimpi dalam skala besar. Setelah hadir di dunia ini sebagai mereka yang kini bersinar, STARGLOW bertekad untuk mewujudkan mimpi terbesar di dunia.
Tentang Sutradara Hiroshi Shinagawa:
Hiroshi Shinagawa lahir di Tokyo pada tahun 1972. Pada usia 23 tahun, ia bergabung dengan angkatan pertama akademi komedi Tokyo NSC Yoshimoto. Pada tahun 1995, ia membentuk duo komedi Shinagawa Shoji bersama Tomoharu Shoji dan aktif di garis depan dunia hiburan Jepang.
Pada tahun 2006, Shinagawa memulai debutnya sebagai penulis dengan novel Drop, yang terinspirasi oleh pengalamannya sendiri. Pada tahun 2009, ia menyutradarai dan menulis adaptasi filmnya dengan nama Hiroshi Shinagawa, yang kemudian menjadi hit box office besar.
Sejak saat itu, ia telah menyutradarai film-film termasuk Manzai Gang dan Z Island. Pada tahun 2023, ia menyutradarai dan menulis adaptasi film live-action dari manga populer OUT, dan pada tahun 2026, ia menjadi sutradara dan penulis skenario untuk serial drama Matori to Kyoken. Terus mengembangkan bakat kreatifnya yang luas, Shinagawa tetap aktif di bidang komedi, penulisan, film, dan televisi.
oridistro.com
mora.jp/package/43000002/ANTCD-A0000019851_F/
#Avex
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
mora.jp
Wednesday May 27th, 2026
Artis R&B Jepang, SIRUP, telah merilis video musik untuk single digital terbarunya, “Not AI,” sebuah lagu dansa berirama yang mengeksplorasi makna menjadi manusia di dunia yang semakin didominasi oleh AI.
Berpusat pada tema otentisitas emosional di era digital, “Not AI” menyajikan pesan langsung namun membangkitkan semangat tentang nilai emosi, insting, dan individualitas manusia — jenis “getaran” yang tidak akan pernah bisa dihasilkan oleh teknologi.
Memadukan vokal halus khas SIRUP dengan melodi yang menular dan produksi yang apik, lagu ini mengubah tema modern menjadi pengalaman pop yang energik.
Lagu ini diciptakan bersama tim produser dan penulis lagu internasional termasuk ALYSA, A.G.O, Jacob Aaron, dan JYONGRI, menghasilkan lagu dansa berenergi tinggi yang penuh dengan alur, emosi, dan nilai untuk diputar ulang.
Video musiknya disutradarai oleh maxilla, yang juga mendesain sampul single tersebut. Berlatar di pesawat ruang angkasa futuristik yang dihuni oleh robot AI, visual tersebut mengikuti SIRUP yang terjebak dalam rutinitas yang berulang dan tanpa emosi sebelum secara bertahap menemukan kembali kebebasan, emosi, dan kemanusiaannya.
Berawal dari emosi pribadi dan berkembang menjadi narasi berskala kosmik yang lebih besar, video musik ini memvisualisasikan konsep "getaran yang tak tergenerasikan" — impuls, keinginan, dan nuansa emosional yang unik bagi eksistensi manusia.
Bersamaan dengan perilisan tersebut, SIRUP juga mengumumkan bahwa edisi vinyl dari album ketiganya, "OWARI DIARY," akan dirilis pada 13 Juni. Edisi spesial ini hadir sebagai 1LP berwarna cipratan terbatas dengan sampul lipat dan poster A2 eksklusif.
Pada saat yang sama, SIRUP sedang bersiap untuk memulai tur Asia mendatangnya, SIRUP ASIA TOUR 2026 “TURN THE PAGE IN ASIA”, yang akan dimulai pada bulan Juni ini.
Tur ini merupakan kelanjutan dari SIRUP LIVE HOUSE TOUR 2026 “TURN THE PAGE” di Asia, yang sebelumnya diadakan di Jepang awal tahun ini untuk mendukung “OWARI DIARY.” Melanjutkan babak selanjutnya dari kisah “DIARY” yang dibangun di Jepang, tur Asia ini akan menampilkan aransemen band live lengkap di setiap pemberhentian, bersama dengan kolaborasi eksklusif yang unik untuk setiap kota.
Pertunjukan di Seoul pada 13 Juni akan menampilkan penyanyi-penulis lagu Korea, eldon — yang dikenal dengan lagu viral “Pink cheeks” — sebagai pembuka, sementara artis ternama SUMIN bergabung dengan SIRUP sebagai bintang tamu. Pertunjukan di Taipei pada 27 Juni akan menampilkan artis lintas genre, Chih Siou, sementara pertunjukan di Bangkok pada 4 Juli menyambut James Alyn dari mantan duo R&B Thailand, HYBS, yang akan membawakan set pembuka yang lebih panjang setelah sukses dengan aktivitas solonya.
Dengan setiap kota menawarkan kolaborasi musik dan penampilan live yang berbeda, tur ini berpotensi menjadi salah satu proyek internasional SIRUP yang paling ambisius hingga saat ini.
Tentang SIRUP:
Dikenal karena kemampuannya berpindah dengan mulus antara rap dan bernyanyi, SIRUP memadukan neo-soul, R&B, gospel, dan hip-hop menjadi suara yang canggih dan fleksibel antar genre yang dibangun di sekitar satu ide inti: membuat orang merasa nyaman.
Selama bertahun-tahun, ia telah berkolaborasi dengan artis dari Inggris, Korea, Australia, dan negara lain, serta bermitra dengan merek global termasuk Jameson, BOSE, dan MINI.
Pada tahun 2022, SIRUP mengadakan penampilan pertamanya di Nippon Budokan, dan pada tahun 2024, musiknya menerima nominasi di Golden Melody Awards (GMA), salah satu penghargaan musik terbesar di dunia berbahasa Mandarin.
Seiring dengan terus meningkatnya pengakuan globalnya, SIRUP terus berkembang melampaui musik ke bidang fesyen, branding, dan kolaborasi budaya internasional — memantapkan dirinya sebagai salah satu suara R&B modern terkemuka Jepang di panggung global.
oridistro.com
music.rakuten.co.jp/link/album/32673401/song/183179981
#Avex
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
Wednesday May 27th, 2026
Penyanyi dan penulis lagu Mario G. Klau kembali melanjutkan perjalanan musiknya di tahun ini lewat single terbaru berjudul ‘Tarik Ulur’. Setelah sebelumnya menghadirkan ‘Salah Kaprah’ yang memperlihatkan sisi lebih ringan dan upbeat dari musikalitasnya, kini Mario kembali membawa cerita yang terasa dekat dengan banyak orang: hubungan tanpa kepastian yang perlahan melelahkan hati.
‘Tarik Ulur’ menjadi kelanjutan emosional dari warna musik yang mulai diperlihatkan Mario lewat ‘Salah Kaprah’. Jika sebelumnya Mario berbicara tentang keberanian untuk maju dalam cinta, kali ini ia justru mengangkat fase ketika seseorang mulai lelah terus mengejar hubungan yang tidak memiliki arah jelas. Lagu ini menggambarkan situasi yang sering terjadi di era sekarang: ketika komunikasi berjalan intens, rasa tumbuh semakin dalam, namun status hubungan terus menggantung tanpa kepastian.
Berangkat dari pengalaman dan pengamatan personal, Mario menuangkan cerita tentang seseorang yang perlahan terbawa perasaan setelah hubungan terasa semakin dekat. Mulai dari obrolan kecil setiap hari, saling membalas story, hingga panggilan yang berubah menjadi “aku” dan “kamu”, semuanya terasa seperti pertanda bahwa hubungan itu akan menuju sesuatu yang lebih serius. Namun ketika pembicaraan soal kepastian mulai muncul, jawaban yang diterima justru terus mengambang.
A&R dari single ini menjelaskan bahwa ‘Tarik Ulur’ lahir dari cerita yang terasa cukup personal bagi Mario. “Cerita yang cukup menarik buat Mario pribadi, belajar dari suatu hubungan aja sih. Oh gini loh rasanya ditarik-ulur,” ungkap pihak A&R. Nuansa emosional tersebut terasa kuat lewat lirik seperti “Jangan kau tarik ulur aku lagi, sudah cukup ku yang berlari, mengejarmu yang tak pasti,” yang menjadi inti dari keresahan lagu ini. Dengan balutan musik pop emosional khas Mario G. Klau, ‘Tarik Ulur’ hadir sebagai lagu yang mewakili perasaan banyak orang yang pernah berada di hubungan tanpa kepastian.
Dalam proses produksinya, tantangan terbesar datang saat menerjemahkan nuansa emosional lagu ke dalam aransemen musik yang tepat. Untuk itu, Mario menggandeng tim produser S/EEK yang membantu membangun karakter musik ‘Tarik Ulur’ agar tetap terasa ringan namun menyimpan emosi yang kuat di saat bersamaan. “Untuk menterjemahkan nuansanya ke dalam nada sih, pasnya gimana ya. Mario terima kasih juga dibantu kakak-kakak SEEK untuk produksi musiknya,” lanjut pihak A&R.
Secara musikal, ‘Tarik Ulur’ tetap mempertahankan kekuatan utama Mario sebagai storyteller. Aransemen yang hangat dipadukan dengan progresi emosional membuat lagu ini terasa relatable sejak pertama kali didengar. Pendengar diajak masuk ke fase awal hubungan yang manis, lalu perlahan dibawa menuju rasa lelah akibat hubungan yang tidak pernah benar-benar jelas.
Sebelumnya, Mario sempat memperlihatkan eksplorasi warna musik yang lebih ringan dan upbeat lewat ‘Salah Kaprah’, sebuah single yang mendapat respons positif dari pendengar dan memperlihatkan sisi lain dari musikalitasnya. Melalui ‘Tarik Ulur’, Mario kembali menunjukkan konsistensinya dalam menghadirkan lagu-lagu yang dekat dengan pengalaman emosional banyak orang, namun tetap dikemas dengan pendekatan musik pop yang mudah dinikmati. ‘Tarik Ulur’ ditulis oleh Mario G. Klau dan diproduseri oleh S/EEK. Lagu ini kini sudah tersedia di seluruh digital streaming platform.
oridistro.com
music.youtube.com/watch?v=k4YbADpQU1g
#MarioGKlau
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
Trio New Pusat Dunia (NPD), kembali dengan sebuah lagu manis khas mereka. Kini mereka kembali dengan sebuah single berjudul “I Love You But You Lebih Love Me” yang sudah resmi dirilis pada 29 Mei silam.
http://tiny.cc/6w84101
#NPD
#Oridistro
Unit alternative rock asal Jakarta, HEADKLOUD, kembali mempertegas identitas musikal mereka lewat single terbaru berjudul “SIKLUS ORBIT MASA”.
http://tiny.cc/4w84101
#HEADKLOUD
#Oridistro
Daniyal Jansen – “Kepala Dua.” menghadirkan refleksi emosional tentang pengkhianatan, ego, dan sisi gelap hubungan sosial yang sering terjadi di lingkungan pekerjaan maupun pertemanan.
http://tiny.cc/0w84101
#DaniyalJansen
#Oridistro
Lewat ‘“GODSENT”, Ave tidak hanya menghadirkan lagu cinta biasa, tapi sebuah pengingat bahwa rasa cukup & dicintai sering kali datang dari orang yang tepat, bahkan di saat kita sulit melihat dalam diri sendiri.
http://tiny.cc/wv84101
#Ave
#Oridistro
“Gini-Gini Aja” memang tidak menawarkan hal yang terasa rebel. Bekerjasama dengan DoggyHouse Records, single Grayce Soba & Richad Bernado – Gini-Gini Aja akan tersedia via digital mulai 5 Juni 2026.
https://freeimage.host/i/C2hMPHb
#DoggyHouseRecords
#Oridistro
Passion Vibe menjadi label independen Indonesia pertama yang membawa Katya Lel ke dalam orbit musik Tanah Air melalui sentuhan R&B khas Kaleb J.
http://tiny.cc/rv84101
#PassionVibe
#Oridistro
Trio Soulfood kembali dengan warna dan atmosphere baru. “Bouncing” adalah karya yang digarap Palel, Lyta dan di eksekusi baik oleh Bam sebagai anak baru mereka dengan wajah dan beat yang menarik.
http://tiny.cc/qv84101
#SOULFOOD
#Oridistro
Cindy Bernadette, akhirnya kembali ke panggung musik Indonesia dengan pernyataan yang kuat melalui single terbarunya, “Shoulda Coulda.”
http://tiny.cc/pv84101
#CindyBernadette
#Oridistro
Band pop romantis, LJF (Love Jump Fly), resmi melepas single terbaru mereka yang bertajuk “Sejenak”. “Sejenak” bercerita tentang pertemuan yang dibatasi oleh ruang dan waktu.
http://tiny.cc/av84101
#LJF
#Oridistro
Musisi kontemporer Aku Jeje resmi merilis single terbaru berjudul “Maria”. Melalui “Maria”, Aku Jeje mengangkat cerita tentang cinta yang indah, namun tidak bisa bertahan lama.
http://tiny.cc/4v84101
#AkuJeje
#Oridistro
Penyanyi virtual KAF telah merilis video musik untuk “School Wars,” sebuah lagu unggulan dari album kelimanya yang akan datang, “Transcendent Love,” yang dijadwalkan rilis pada 27 Mei.
http://tiny.cc/qh64101
#Avex
#Oridistro
Lindee Cremona merilis single “Malas Tapi Terpaksa”. Lagu ini mengusung nuansa hiphop ringan dengan menghadirkan seorang rapper asal Ambon bernama Kawizz sebagai kolaborator.
http://tiny.cc/kh64101
#LindeeCremona
#Oridistro
ASBAK Band – “Sampai Kapan Kupendam” hadir sebagai gambaran jujur tentang pergulatan hati seorang introvert yang menyimpan cinta begitu dalam, namun selalu kesulitan untuk mengungkapkannya.
http://tiny.cc/fh64101
#ASBAKBand
#Oridistro
PVLETTE – “Semakin Buram dan Percuma” mengusung narasi linear yang mengikuti perjalanan batin seorang individu yang berada di titik paling rapuh dalam hidupnya.
http://tiny.cc/5h64101
#PVLETTE
#Oridistro
Michelle Limanjae merilis single “Cape Schanck” terinspirasi dari kawasan pesisir di Mornington Peninsula, Victoria, Australia — dikenal dengan tebing dramatis, angin kencang, dan mercusuar tua.
https://n9.cl/wbt50q
http://tiny.cc/x544101
#MichelleLimanjae
#Oridistro
STARGLOW, grup tari dan vokal beranggotakan lima orang yang lahir dari proyek audisi BMSG, THE LAST PIECE, telah merilis video musik untuk lagu baru mereka, “Good Boys Anthem”.
https://n9.cl/wbt50q
http://tiny.cc/u544101
#Avex
#Oridistro
Artis R&B Jepang, SIRUP, telah merilis video musik untuk single digital terbarunya, “Not AI,” sebuah lagu dansa berirama yang mengeksplorasi makna menjadi manusia di dunia yang semakin didominasi oleh AI.
https://n9.cl/wbt50q
http://tiny.cc/n544101
#Avex
#Oridistro
Penyanyi dan penulis lagu Mario G. Klau kembali melanjutkan perjalanan musiknya di tahun ini lewat single terbaru berjudul ‘Tarik Ulur’.
https://n9.cl/wbt50q
http://tiny.cc/h544101
#MarioGKlau
#Oridistro
Maximillian merilis album ketiganya, I’m Fine — proyek pop berisikan 13 lagu mengeksplorasi kecemasan, patah hati, cinta, tekanan, serta perasaan-perasaan yang seringkali sulit diungkapkan secara terbuka.
https://n9.cl/wbt50q
http://tiny.cc/d544101
#Maximillian
#Oridistro
Duo pemenang penghargaan dan pemegang sertifikat multi-platinum, Icona Pop, kembali dengan single baru mereka yang euforik, “Butterfly Feelings.”
https://n9.cl/wbt50q
http://tiny.cc/8544101
#IconaPop
#Oridistro
Melisa Darusman secara resmi merilis single terbarunya, “Lady Sky”, sebuah karya yang lebih dari sekadar lagu, “Lady Sky” adalah ruang Melisa untuk pulang ke masa kecilnya.
https://n9.cl/wbt50q
http://tiny.cc/3544101
#MelisaDarusman
#Oridistro

