
ORIDISTRO
Your Criminal Partners
Friday January 9th, 2026
Band Rimba mengumumkan bahwa lagu mereka berjudul “Kampiun” resmi menjadi salah satu soundtrack dalam film layar lebar Suka Duka Tawa, yang akan dirilis pada 8 Januari 2026.
“Kampiun” merupakan bagian dari album debut mereka dengan judul Technicolor Meeting yang dirils pada tanggal 14 November 2025, dan dipilih karena energi dan emosinya yang selaras dengan cerita film Suka Duka Tawa, yang mengangkat perjalanan hidup Tawa (Tokoh utama) yang penuh dinamika—antara perjuangan, kegagalan, tawa, dan harapan. Lagu ini dihadirkan sebagai penguat suasana dalam film, sekaligus memperdalam pengalaman emosional penonton.
Bagi Rimba, keterlibatan “Kampiun” dalam film ini menjadi pencapaian penting sekaligus bentuk eksplorasi musik mereka ke ranah sinema. Kolaborasi ini juga membuka ruang baru bagi karya Rimba untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
Film Suka Duka Tawa akan tayang serentak di bioskop mulai 8 Januari 2026. Lagu “Kampiun” sudah dapat didengarkan di berbagai platform streaming digital.
oridistro.com
music.youtube.com/watch?v=sQF_e6ceSBM
#BandRimba
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
Kampiun (feat. Bilal Indrajaya) – YouTube Music
music.youtube.com
Provided to YouTube by Rimba Kampiun (feat. Bilal Indrajaya) · Rimba · Bilal Indrajaya Kampiun (feat. Bilal Indrajaya) ℗ Rimba Released on: 2023-10-06 P…Friday January 9th, 2026
Boy group Jepang yang sedang naik daun, ONE OR EIGHT, telah merilis single baru mereka “POWER” sebagai lagu pembuka dari mini album mendatang mereka GATHER, yang akan dirilis pada 28 Januari. Merupakan suatu pencapaian penting bagi mereka, “POWER” telah dipilih sebagai Ending Theme Song 1 untuk musim baru anime TV yang sangat dinantikan, Yoroi-Shinden Samurai Troopers (Ronin Warriors), kolaborasi anime pertama dalam sejarah grup ini.
Anime Yoroi-Shinden Samurai Troopers (Ronin Warriors) mulai tayang dan streaming pada 6 Januari di Crunchyroll (Asia Tenggara) dan DEX (Thailand).
Didorong oleh dinamika vokal dan kedalaman emosional khas ONE OR EIGHT, “POWER” menangkap semangat keteguhan dan persatuan yang diwujudkan dalam anime tersebut. Lagu ini menawarkan suara yang menggugah dan membangkitkan semangat, mencerminkan ambisi musik yang semakin berkembang dari grup beranggotakan 8 orang ini menjelang perilisan mini album mereka, GATHER.
Pada Desember lalu, anggota band REIA, TSUBASA, dan TAKERU tampil sebagai tamu spesial dalam acara penayangan perdana anime ini di Tokyo.
“Saya merasa terhormat POWER dipilih. Kami telah mencurahkan tenaga dan rasa syukur kami ke dalam lagu ini dan berharap lagu ini dapat menyentuh banyak orang.” – REIA
“Kami sangat senang POWER menjadi lagu penutup. Pesan tentang saling mendukung yang terkandung di dalamnya mencerminkan siapa kami sebagai sebuah grup.” – TAKERU
“Saya terkejut dan bersyukur atas kolaborasi ini. Saya harap POWER dapat menyentuh hati semua penonton.” – TSUBASA
Mini album pertama ONE OR EIGHT, GATHER, menandai babak baru bagi grup ini, menampilkan suara global-pop yang energik dengan visual yang kuat sambil mengemban pesan inti tentang persatuan dan pemberdayaan. Para penggemar (yang dikenal sebagai 1DERZ) dengan antusias menantikan fase berikutnya dari grup ini saat GATHER dirilis secara global pada 28 Januari.
ONE OR EIGHT akan kembali ke Thailand untuk Japan Expo di Bangkok pada Februari ini, sebelum memulai tur live perdana mereka yang akan dimulai pada Maret, sambil terus membawa musik mereka ke penonton di kota-kota dan panggung baru.
1st LIVE TOUR – GATHER
* Saturday, 7 March — Kobe Harbor Studio (KOBE)
* Saturday, 14 March — Nagoya ReNY limited (NAGOYA)
* Friday, 20 March — Yokohama Bay Hall (YOKOHAMA)
TENTANG ONE OR EIGHT
ONE OR EIGHT adalah grup boyband Jepang beranggotakan delapan orang – MIZUKI, NEO, REIA, RYOTA, SOUMA, TAKERU, TSUBASA, dan YUGA – yang namanya diambil dari idiom Jepang “ippuku ka yoka” (satu atau delapan, artinya “segala atau tidak sama sekali”). Dengan tagline “BET ON YOURSELF”, mereka mewakili semangat mengambil risiko dan ambisi, mengajak penggemar untuk bermimpi besar dan mengambil langkah berani bersama mereka.
Mereka debut pada 16 Agustus 2024 dengan lagu “Don’t Tell Nobody”, yang diproduksi oleh Ryan Tedder (One Republic) (Taylor Swift, Adele, Jonas Brothers) dan David Stewart (BTS), debut di posisi No. 1 di chart Billboard Japan Heatseekers Songs. Kolaborasi mereka pada 2024 dengan Big Sean, “KAWASAKI (with Big Sean)”, mencapai posisi #5 di chart U.S. iTunes Hip-Hop/Rap Song.
Tahun ini, ONE OR EIGHT dinobatkan sebagai salah satu dari 100 Seniman Baru Terkemuka oleh Nikkei Entertainment! dan memenangkan kategori Upcoming Dance & Vocal Group di MTV VMAJ. Pada September, mereka mencatat sejarah sebagai boy group Jepang pertama yang berjalan di karpet merah MTV Video Music Awards (VMA). Mereka mengunjungi Singapura pada bulan yang sama, tampil di hadapan penonton penuh di Yes933 Hits Fest dan naik panggung di Music Matters Live, memperkuat koneksi mereka dengan penggemar di seluruh Asia Tenggara.
Tahun 2025 menjadi tahun yang produktif bagi ONE OR EIGHT, didorong oleh serangkaian rilisan yang mengeksplorasi tema ambisi dan tantangan – “DSTM” (Maret), “365” (Juni), “Young & Reckless” (Agustus), dan “BET YOUR LIFE” (September). Mereka juga tampil sebagai bagian dari lineup bintang di a-nation, bergabung dengan Ayumi Hamasaki, NCT Wish, TRF, dan NEXZ. Grup ini terus memperluas jejak global mereka dengan pertemuan penggemar di Jepang, Thailand, Amerika Serikat, Meksiko, Brasil, dan Argentina, menjadikan tahun ini sebagai periode penting dalam momentum, pertumbuhan, dan kehadiran internasional yang semakin meningkat.
oridistro.com
mora.jp/package/43000002/ANTCD-A0000019088/
#ONEOREIGHT
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
mora.jp
Friday January 9th, 2026
Setelah berhasil menyelenggarakan tur solo di tahun 2025, Adhitia Sofyan akan kembali menggelar tur solo bertajuk "Solo Tur Lagi". Tahun ini Adhitia Sofyan akan mengunjungi 9 kota di pulau Jawa dan Bali.
Adhitia ingin mengajak para penggemar kembali merasakan momen-momen spesial dari perjalanan ini, terutama bagi para pendengar yang belum sempat datang dan menyaksikan tur sebelumnya. Tur kali ini akan mengusung konsep silent gigs, berkolaborasi dengan Sefrekuensi Sistem, di mana para penonton menikmati pertunjukan melalui headphone kedap suara.
Bermula dari Kamar Tidur
Setelah 18 tahun, memulai musiknya sendiri di kamar tidur, hanya dengan suara dan gitar akustiknya. Adhitia Sofyan merasa keheningan menjadi kawan dan musik yang terangkai menjadi refleksi & kejujurannya.
“Saya merasa musik yang saya buat paling baik dipresentasikan secara langsung dan sendiri, menyapa dengan apa adanya.” ucap Adhitia Sofyan.
Setahun berlalu setelah solo tur yang pertama, saatnya Adhitia Sofyan kembali hadir untuk duduk bernyanyi dan bercerita dalam serangkaian pertemuan di beberapa kota.
9 Kota Pemberhentian
Adhitia Sofyan akan tampil di 9 kota ini:
* Bogor – 30 Januari 2026
* Bandung – 2 Februari 2026
* Purwokerto – 3 Februari 2026
* Semarang – 5 Februari 2026
* Yogyakarta – 6 Februari 2026
* Solo – 9 Februari 2026
* Surabaya – 10 Februari 2026
* Bali – 12 Februari 2026
* Jakarta – akan diumumkan segera
Kembali Bertemu Kalian
Adhitia Sofyan berharap bisa bertemu kembali dengan teman-teman, membawa suasana akrab dan sederhana dengan gitarnya, untuk berbagi cerita dan menciptakan pengalaman yang personal.
Harga tiket tur ini adalah Rp 135.000 untuk setiap kota. Tiket sudah dapat dibeli mulai tanggal 8 Januari 2026 pukul 17.00 WIB melalui Mahana Live dengan tautan berikut ticket.mahanalive.com/?p=adhitiasofyan-2026
Informasi lebih lanjut mengenai jadwal dan pembelian tiket akan dibagikan melalui media sosial Instagram @adhitiasofyan.
oridistro.com
www.instagram.com/p/DTPnCY_Dz5C/
#AdhitiaSofyan
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
Friday January 9th, 2026
Dul Jaelani kembali menghadirkan karya terbarunya yang bertajuk ‘Sebenarnya, Selamanya…’, sebuah single yang mengangkat kisah kasmaran dengan sudut pandang yang jujur, intim dan emosional. Lewat lagu ini, Dul mengajak pendengar untuk bisa menyelami cinta sebagai ruang yang penuh keindahan sekaligus kerapuhan. Sebuah tempat kebahagiaan dan penderitaan berdampingan tanpa pernah lekang oleh waktu. Menurut Dul, kasmaran selalu menjadi tema yang eksotis untuk dibahas. “Di dalamnya ada kebahagiaan, penderitaan, keindahan, dan kegelapan yang menjadi satu,” ungkap Dul. Nuansa tersebut juga terasa kuat dalam lirik lagu ini, lirik yang sederhana namun menghantam perasaan, tentang jarak, keteguhan rasa serta keyakinan pada satu cinta yang tinggal di lubuk hati
Menariknya, lagu ini hadir dengan balutan energi rock yang terasa hidup. Namun Dul menegaskan bahwa pemilihan nuansa tersebut bukanlah sebuah kesengajaan. “Saya hanya ingin meng-capture energi live di panggung ke dalam sebuah lagu. Karena akhir-akhir ini bebunyian yang keluar dari saya memang seperti di lagu ini,” jelasnya. Hasilnya, sebuah karya yang terasa organik, jujur dan sangat merepresentasikan Dul saat ini. Di tengah banyaknya lagu cinta yang telah hadir di industri musik Indonesia, ‘Sebenarnya, Selamanya…’menawarkan pembeda melalui tema dan detail liriknya. Pendengar diajak untuk masuk lebih dalam, merasakan cinta bukan hanya sebagai perasaan indah semata, tapi juga sebagai sebuah komitmen batin yang bertahan meski terpisah jarak dan waktu. Lewat perilisah single ini, Dul berharap karyanya dapat memberi dampak positif bagi para pendengar. “Yang paling penting, lagu ini bisa memeluk hati bagi jiwa-jiwa yang terluka,” tuturnya. Ia juga berharap dapat terus mewarnai industri musik Indonesia yang semakin beragam dan kaya akan ekspresi.
Sebagai pelengkap, ‘Sebenarnya, Selamanya…’ juga dirilis dalam format video lirik dengan konserp unik: seseorang yang terjebak di dalam lift. Konsep ini berangkat dari mimpi lama Dul yang akhirnya berhasil diwujudkan. “Sesederhana itu, mewujudkan mimpi jadi nyata,” katanya, sambil menyisakan misteri agar penonton dapat menafsirkannya sendiri. Dul juga menyampaikan pesan bagi mereka yang sedang kasmaran untuk tetap mencintai dan memberi dengan tulus, selalu berbuat baik tanpa berharap imbalan apapun, agar tidak berakhir dengan kekecewaan. ‘Sebenarnya, Selamanya…’ single terbaru dari Dul Jaelani sudah dapat dinikmati di berbagai digital streaming platform di Indonesia.
oridistro.com
music.youtube.com/watch?v=xXMsriqcVBk
#DulJaelani
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
Dul Jaelani – Sebenarnya, Selamanya… (Official Lyric Video) – YouTube Music
music.youtube.com
Dul Jaelani – Sebenarnya, Selamanya… (Official Lyric Video) TRA Records Presents Music Credits Executive Producer : Dul Jaelani Music Producer : Dul Jaela…Friday January 9th, 2026
Setelah single pertama mereka "This Song Should Be Untitled" rilis pada Oktober 2025, Gusade (Vokal), Ahmed (Gitar), Subakk (Bass), dan Rezta (Drum) kini merilis single ke-2 dengan tajuk unik berupa emoticon ":)" atau dibaca "Titik Dua Kurung Tutup". Sebagai pembuka tahun 2026, Second Semester di lagu ":)" merambah teritori emo dengan solo panjang, aransemen dan lirik depresif yang bertemakan pengalaman pribadi sang vokalis Gusade Kresnayana. Beberapa kali di-ghosting saat memulai hubungan, membuat Gusade menulis lagu ini tentang sesaknya pesan singkat yang daya rusak kuat yaitu "Titik Dua Kurung Tutup" atau ":)".
Lagu “:)” mengisahkan seorang pria yang bertahan pada harapan semu demi cinta, memaksa diri untuk terus berjuang meski sadar kenyataan tak berpihak. Pada akhirnya, ia harus menerima pahitnya kebenaran: harapan itu bukan janji, dan yang ditunggu bukanlah dirinya.
“Lagu ini bercerita tentang seorang pria yang sempat diterbangkan oleh harapan, lalu menggenggamnya sebagai alasan untuk terus bertahan, berjuang, dan bermimpi. Ia memilih memaksa dirinya tetap berdiri demi bisa menemani wanita yang ia cintai, meski perlahan menyadari kenyataan tak pernah benar-benar berpihak. Harapan yang ia genggam ternyata bukan janji, melainkan kesemuan belaka—dan seluruh perjuangannya pun tak pernah ditujukan untuknya. Pada akhirnya, ia harus menelan kebenaran paling pahit: yang ditunggu bukanlah dirinya. Cerita ini lahir dari pengalaman pribadiku, yang aku balut dengan sedikit dramatisasi,” ujar Gusade Kresnayana
Diproduksi tak lama setelah Oktober 2025, lagu “:)” menandai fase lanjutan Second Semester dalam merawat konsistensi karya. Ahmed bertindak sebagai komposer dengan lirik ditulis oleh Gusade Kresnayana, sementara proses rekaman dilakukan langsung oleh Second Semester di Pizza Record dengan Bayu Pramasatya sebagai sound engineer. Aspek visual turut digarap secara mandiri: artwork dikerjakan oleh Gusade Kresnayana, video promo diproduksi oleh Shotbygusade, dan materi foto diabadikan melalui bidikan Gung Krisna. Bahkan Single ini sudah datang beserta video klip youtube.
Single ":)" sudah hadir di berbagai platform digital seperti Spotify, YouTube Music, Apple Music, dan Deezer sejak 7 Januari 2026.
oridistro.com
open.spotify.com/track/3FyszDIKQhoYYYDFoBNh5H
#SecondSemester
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartnersSecond Semester · 🙂 · Song · 2025 … See MoreSee Less
Friday January 9th, 2026
Grup band skatepunk asal Jakarta, Man Sinner resmi merilis single terbaru berjudul "Bumi Menangis (Unplugged)" sebagai respons atas bencana banjir bandang yang melanda Sumatra dan Aceh baru-baru ini.
Single ini hadir dalam dua format, yaitu video klip yang tayang perdana pada 9 Januari 2026 di kanal YouTube resmi Man Sinner, serta versi audio yang akan tersedia di berbagai platform musik digital mulai 9 Februari 2026.
Man Sinner yang digawangi oleh Achmad Alwan Damanik (vokal/gitar), Agga Satria Prabowo (gitar), Nero Riansyah (bass/vokal latar), dan Agung Bahtiar (drum) dikenal dengan musik berenergi tinggi. Namun dalam karya ini, mereka memilih pendekatan berbeda dengan tempo lebih tenang agar pendengar dapat lebih fokus pada kekuatan pesan lirik.
"Kami ingin siapa pun yang mendengar lagu ini bisa ikut merenung dan mencipta perubahan. Perubahan tidak akan terjadi jika tidak dimulai dari diri sendiri, lalu menyebar ke orang lain," ujar Achmad Alwan Damanik dalam keterangan tertulisnya.
Lagu "Bumi Menangis (Unplugged)" merupakan versi terbaru dari lagu utama dalam album "Bumi Menangis" yang dirilis pada 2020. Keputusan untuk mengemas ulang dengan aransemen berbeda diambil karena pesan liriknya dinilai relevan dengan kondisi Indonesia saat ini.
"Lirik lagu ini menekankan pentingnya menjaga keseimbangan alam dan menghentikan eksploitasi berlebihan terhadap Bumi. Jika tidak, alam akan mencari keseimbangannya sendiri melalui bencana yang pasti memakan korban," kata Agga Satria.
Video klip lagu ini menampilkan rangkaian visual dari berbagai peristiwa banjir di Indonesia, dipadukan dengan dokumentasi eksploitasi hutan yang dialihfungsikan menjadi perkebunan sawit. Strategi ini dipilih agar pesan lagu lebih mudah ditangkap oleh publik yang kini cenderung lebih visual.
"Di era media sosial dan gawai seperti sekarang, manusia lebih cenderung menjadi makhluk visual. Kami berharap pesan lagu ini lebih kuat tersampaikan lewat format video klip," tutur Nero Riansyah.
Setelah perilisan single ini, Man Sinner dijadwalkan tampil di sejumlah panggung musik di kawasan Jabodetabek sepanjang Januari hingga Februari 2026. Agenda rekaman dua lagu baru yang semula direncanakan pun ditunda demi fokus pada karya ini.
"Karya ini digarap secara spontan setelah melihat peristiwa bencana kemarin. Jadwal rekaman dua lagu baru kami tunda dulu," ucap Agung Bahtiar.
Video klip "Bumi Menangis (Unplugged)" kini sudah dapat disaksikan di kanal YouTube resmi Man Sinner, sementara versi audio akan tersedia di berbagai platform musik digital mulai 9 Februari 2026.
oridistro.com
music.apple.com/us/album/bumi-menangis/1609325903
#ManSinner
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
Thursday January 8th, 2026
Steel Haze adalah band Hardcore asal Malang akhir tahun 2024 di Malang dengan inspirasi dari gaya hardcore era 2000-an yang dipadukan dengan riff-riff modern, menciptakan sound yang agresif namun tetap berakar kuat pada tradisi hardcore punk.
Steel Haze saat ini diperkuat oleh Rizky Wahyu sebagai vokalis, M. Ayubi Zulkarnain pada posisi gitar utama, Cahya Basofi sebagai gitar ritme, M. Ramadhan Malik di lini bass, serta Wahyudi Febrianto di belakang drum. Steel Haze telah merilis EP perdana No Brakes, All Rage pada 1 Desember 2025.
Melalui EP No Brakes, All Rage yang memuat empat lagu, Steel Haze menarik garis besar tema kemarahan sebagai benang merah utama. Band hardcore asal Malang ini tidak berangkat dari konsep yang rumit, melainkan dari hal-hal yang terjadi di sekitar mereka dan pengalaman yang dijumpai dalam keseharian. Lagu “Abandoned Street” merefleksikan perubahan Kota Malang yang mereka rasakan, sementara “Cold Ashes” menjadi bentuk penghormatan sekaligus ungkapan duka atas kepergian seorang sahabat. Di sisi lain, “Feel The Quarrel” hadir sebagai kritik terhadap kepercayaan mistis yang masih melekat di lingkungan sekitar, dan “A Numb Letter” menjadi satu-satunya nomor bernuansa cinta dalam EP ini, mengisahkan tentang hubungan yang berakhir dan perasaan yang tertinggal.
“Untuk EP No Brakes, All Rage ini berisikan 4 lagu. Kami memberi garis besar tentang kemarahan untuk temanya. Kami tak jauh-jauh dalam memikirkan konten, cukup tentang hal-hal yang terjadi di sekitar kami dan apa yang kami alami sehari-hari. Contohnya seperti lagu “Abandoned Street” yang berbicara soal Kota Malang yang mulai berubah, lagu “Cold Ashes” tentang sahabat kami yang telah tiada, lalu “Feel The Quarrel” yang merupakan kritik kami terhadap hal-hal mistis yang masih dipercayai dan melekat di masyarakat sekitar dan terakhir “A Numb Letter” yang merupakan satu-satunya lagu cinta di dalam EP ini yang bercerita tentang cinta yang kandas,” jelas Rizky Wahyu
Proses rekaman dilakukan mandiri di tempat Ayubi dan 202 Sonic Lab untuk sesi vokal, kemudian dilanjutkan dengan tahap mixing dan mastering oleh Aquiver Records. Penulisan lirik sepenuhnya ditangani oleh Rizky Wahyu. Identitas visual EP ini dilengkapi melalui artwork sampul yang dikerjakan oleh Napiceko. Durasi produksi dimulai sekitar awal sampai pertengahan tahun 2025. Tidak ada kendala berarti selain kesibukan masing-masing personil
“Kalau untuk kendala kemarin dalam pembuatan EP ini cukup bisa kami atasi. Tidak ada yang rumit selain menyesuaikan jadwal kesibukan masing-masing personil dengan proses produksi. Kebanyakan sibuk dengan urusan rumah tangga masing-masing bahkan ada yang baru menikah dan ada yang istrinya masih mengandung,” ujar Rizky Wahyu sang vokalis
Steel Haze juga berencana, setelah merilis EP ada beberapa plan. Bahkan tak lama setelah rilis, mereka kembali aktif bermain di gigs-gigs lokal Malang di bulan Desember untuk perkenalan EP. Untuk rencana tur pasti ada namun tidak dalam waktu dekat.
“Setelah perilisan EP, sebenarnya ada rencana untuk menggelar tur. Namun, pasca rilis kemarin kami lebih dulu tampil di beberapa gig lokal sepanjang bulan Desember sebagai langkah awal untuk memperkenalkan EP ini.” tutup Rizky Wahyu
Dirilis pada 1 Desember 2025, EP No Brakes, All Rage dari Steel Haze kini telah tersedia dan dapat dinikmati di berbagai platform digital seperti Spotify, YouTube, dan Apple Music, menjadi penanda langkah lanjutan band hardcore asal Malang ini dalam menyuarakan energi, kemarahan, dan realitas yang mereka hadapi.
oridistro.com
open.spotify.com/album/6eIsnVDSDxaSG909FDOyfR
#SteelHaze
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartnersSteel Haze · EP · 2025 · 4 songs … See MoreSee Less
Thursday January 8th, 2026
Creator Media dengan bangga mengumumkan peluncuran Original Motion Picture Soundtrack untuk film horor terbaru Penunggu Rumah: Buto Ijo, sebuah reimajinasi modern dari cerita rakyat Timun Mas. Lagu berjudul “Suatu Hari Kamu Akan Mengerti” dibawakan oleh Ardina Rasti, menghadirkan nuansa emosional yang kelam, intim, dan penuh ketegangan.
Mengusung genre Dark Pop / Pop, lagu ini menjadi elemen penting yang memperkuat atmosfer film—bukan hanya sebagai pengiring, tetapi sebagai representasi batin tokoh utama yang dibalut rasa cinta, pengorbanan, dan luka masa lalu yang tak pernah benar-benar sembuh.
Diciptakan oleh Riani Sovana, dengan produksi musik oleh Denny Chasmala dan Riani Sovana, “Suatu Hari Kamu Akan Mengerti” menyajikan komposisi yang minimalis namun menghantui, sejalan dengan tema horor psikologis yang diusung film Penunggu Rumah: Buto Ijo. Liriknya merefleksikan janji, perlindungan, serta konsekuensi dari pilihan-pilihan kelam yang diambil demi orang yang dicintai.
Keterlibatan Ardina Rasti sebagai pengisi soundtrack memberikan dimensi emosional yang kuat. Karakter vokalnya yang lembut namun tegas berhasil menangkap rasa getir, harap, dan ancaman yang menjadi inti cerita film ini.
Single “Suatu Hari Kamu Akan Mengerti” dirilis di bawah label Creator Media, dengan dukungan Bersama Entertainment, dan kini telah tersedia di berbagai platform digital, termasuk Spotify.
TENTANG FILM PENUNGGU RUMAH: BUTO IJO
Penunggu Rumah: Buto Ijo merupakan film horor modern yang mengadaptasi secara bebas legenda rakyat Timun Mas, menghadirkan kisah teror, perjanjian masa lalu, dan konsekuensi yang menagih korban. Film ini menggabungkan elemen horor folklor Indonesia dengan pendekatan sinematik kontemporer.
oridistro.com
open.spotify.com/track/19CISqCPzwc5qbPE22Y129
#ArdinaRasti
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartnersArdina Rasti · Suatu Hari Kamu Akan Mengerti (OST. Buto Ijo) · Song · 2026 … See MoreSee Less
Thursday January 8th, 2026
Trio pop asal Jakarta, TRIPOV, resmi merilis album kedua mereka yang telah lama ditunggu-tunggu, ‘Sugar Coat Inc.’. Album ini menghadirkan perjalanan penuh warna tentang manis-pahitnya cinta—sebuah eksplorasi emosional yang dikemas dalam nuansa pop modern dengan karakter khas TRIPOV: jujur, tajam, dan penuh warna.
Lewat ‘Sugar Coat Inc.’, TRIPOV mengajak pendengar masuk ke dunia metaforis yang mereka sebut “pabrik permen”—tempat di mana setiap lagu punya rasa dan karakter berbeda: ada yang manis, asam, lembut, bahkan menyengat.
Album ini melanjutkan rangkaian perilisan bertahap (waterfall release) dari single-single sebelumnya seperti “MIA”, “Twenties”, “Sour Candy”, “Push & Pull”, hingga “Elevator Music”, dan kini hadir lengkap dengan total 10 lagu, termasuk lagu utama “My Dear, Oh Dear”.
“Pada dasarnya album ini tentang kontradiksi,” ujar TRIPOV. “Tentang cinta yang terasa seperti permen—kadang bikin ketagihan, kadang terlalu manis sampai bikin mual, kadang juga pahit. Setiap lagu di sini adalah potongan kecil dari puzzle itu.”
Secara musikal, ‘Sugar Coat Inc.’ menunjukkan sisi eksperimental dan kematangan TRIPOV. Diproduseri langsung oleh para personelnya dan di-mastering oleh Gerard Rumintjap, album ini mengalir dari warna pop yang cerah (Twenties), ke balada emosional yang sederhana (Push & Pull), hingga sentuhan bossa-jazz yang lembut (Elevator Music).
Referensi musiknya datang dari nama-nama seperti Lauv, Lizzy McAlpine, dan MAX, namun tetap terasa personal dan orisinal ala TRIPOV—penuh cerita masa muda dan kejujuran emosional.
Secara visual, album ini juga mengembangkan konsep “sugar coated”—dengan estetika warna-warna cerah seperti permen, tapi jika dilihat lebih dekat, ada retakan yang memperlihatkan sisi rapuh dan nyata di baliknya. Sebuah sindiran halus tentang bagaimana manusia sering menutupi luka dengan hal-hal yang tampak indah.
Dengan ‘Sugar Coat Inc.’, TRIPOV tak hanya merilis album, tapi juga membuka lembaran kehidupan usia 20-an mereka dalam warna-warni yang jujur. “Kami ingin pendengar merasa relate,” tambah mereka. “Kalau cintamu terasa membingungkan, berantakan, atau nggak sempurna—itu justru yang nyata. Itu manusiawi.”
Album ‘Sugar Coat Inc.’ sudah bisa didengarkan di seluruh platform digital mulai tanggal 9 Oktober 2025.
oridistro.com
music.apple.com/us/album/sugar-coat-inc/1819098558
#TRIPOV
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
Thursday January 8th, 2026
Kami Putics, grup musik Alternatif eksperimental asal Jakarta yang selalu gelisah untuk bereksperimen, dengan bangga mengumumkan perilisan single terbaru dengan judul "Pulang". Lagu ini akan tersedia di semua platform streaming digital mulai Jumat, 2 Januari 2026.
"Pulang" adalah sebuah karya introspektif yang menangkap esensi kerinduan untuk pulang ke arah yang lebih baik atau pun sebaliknya. Pencarian akan makna ini digambarkan melalui eksperimen yang mencampurkan beragam rasa musik, dikemas dengan notasi yang getir namun terdengar manis. musik “Pulang” memiliki ciri pada Vokal yang Dreamy dan mengawang ngawang namun tegas, pattern Bass yang berjalan, seolah mengajak kita untuk bergoyang, isian Keyboard yang manis , juga Sound Gitar yang kotor dan bergelombang, serta kita mencoba bereksperimen dengan balutan bunyi-bunyian noise yang cukup membawa lagu ini menjadi terasa berbeda. Lagu ini mengajak pendengar untuk menyelami emosi mendalam tentang kehilangan, harapan, dan menemukan ketenangan.
Terinspirasi dari dinamika hidup dan pencarian jati diri, lagu ini ditulis oleh Cepi, yang mencoba menerjemahkan perasaan tentang kebutuhan akan sebuah "tempat kembali" atau "ketenangan batin". Proses rekamannya dilakukan di Kinetik Records, Depok lalu di poles dengan apik di Bandung oleh Abay (Rub of rub).
Kami berharap “Pulang” bisa menjadi cerminan bagi banyak orang yang sedang merasakan kerinduan, kehilangan serta berjuang mencari kejelasan atau tempat untuk bersandar. Ini adalah persembahan kami untuk mereka yang merasa sendiri, agar tahu bahwa kerinduan itu adalah bagian dari perjalanan mencari pulang.
Salam Hangat,
Putics
oridistro.com
music.apple.com/us/album/pulang/1862800207
#Putics
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
Wednesday January 7th, 2026
Single debut dari penyanyi muda asal Denpasar, Bali, Thalia Gunawan, berjudul “Kamu yang dibangku depan.” Single ini resmi dirilis pada 3 Januari 2026 dan menjadi langkah awal Thalia memasuki industri musik Indonesia dengan pendekatan yang jujur dan dekat dengan realitas remaja.
“Kamu yang di Bangku Depan” mengangkat kisah sederhana namun relevan tentang rasa kagum yang tumbuh diam-diam di ruang kelas—tentang seseorang yang selalu diperhatikan, tetapi hanya bisa disimpan dalam hati. Cerita ini merefleksikan momen-momen sekolah dan emosi kecil yang sering kali terasa besar di usia remaja.
Lagu ini dikemas dengan aransemen yang ringan, manis, dan easy listening, dipadukan dengan lirik yang lugas dan jujur. Kesederhanaannya menjadi kekuatan utama, menghadirkan suasana hangat dan akrab bagi pendengar, khususnya generasi muda.
“Lagu ini terinspirasi dari pengalaman sederhana di sekolah, tentang rasa suka yang sering dipendam,” ujar Thalia. “Aku berharap lagu ini bisa menemani teman-teman seusia aku dan mengingatkan mereka pada momen-momen kecil di sekolah.”
Single “Kamu yang di Bangku Depan” kini sudah dapat didengarkan di seluruh platform musik digital. Melalui rilisan ini, Thalia Gunawan berharap dapat terus belajar, berkembang, dan menghadirkan karya-karya yang relevan dengan cerita serta emosi generasi muda Indonesia.
Direkomendasikan untuk pendengar yang menyukai: pop ringan, teen pop, lagu bertema sekolah, dan cerita coming-of-age yang jujur.
Terima kasih atas waktu dan dukungan Anda terhadap karya musisi muda Indonesia. Kami berharap rilisan ini dapat menjadi bagian dari liputan editorial, playlist, maupun program siaran Anda.
oridistro.com
music.apple.com/us/album/kamu-yang-dibangku-depan-single/1863493699
#ThaliaGunawan
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
Kamu yang dibangku depan – Single by Thalia Gunawan on Apple Music
music.apple.com
Album · 2026 · 1 SongWednesday January 7th, 2026
Solois pop asal Kota Malang yaitu Cicilia Elsa melanjutkan tren produktifnya di tahun ini dengan melepas trek "Halaman Terakhir". Ini merupakan lanjutan dari beberapa single sebelumnya yaitu "Missing You", "Looping Lie", dan "Perfect Lie" yang dirilis berurutan sepanjang 2025 ini.
Lagu "Halaman Terakhir" sendiri adalah kumpulan perasaan kekecewaan, penghianatan, dan ekspektasi berlebihan yang muncul dalam suatu hubungan. Semua kekesalan tersebut murni datang dari perasaan terdalam yang dialami Cicilia Elsa sendiri. "Lagu ini sebenarnya kompilasi perasaanku pribadi, intinya sih hal sebel gini nggak bakal muncul kalau nggak dikhianati," jelas Elsa.
Liriknya sendiri menggabungkan perasaan aktual yang dialami Cicilia Elsa dengan elemen semiotika yang menggambarkan perasaan tersebut. Keseluruhan aransemen dan lirik tercipta pada awal tahun 2025, dan ini pun menjadi sebuah personal achievement bagi Cicilia Elsa yang mengaku lebih nyaman menulis lirik berbahasa Inggris daripada berbahasa Indonesia. "Jadi aku tuh lebih nyaman nulis lirik berbahasa inggris, nah pas Halaman Terakhir ini justru yang keluar lirik Bahasa Indonesia karena memang perasaanku saat itu tertuang secara langsung gitu," tambah musisi yang juga seorang bergelar Magister Arsitektur ini.
Kumpulan lirik emosional tersebut kemudian dipadupadankan dengan aransemen pop bertempo sedang dan irama yang sedikit dance-y untuk menggambarkan mixed-feelings yang dirasakan Cicilia Elsa. Dalam menemukan formula aransemen yang tepat, Cicilia Elsa menggandeng sesama kompatriot asal kota Malang yaitu Fifan Christa atau yang akrab dengan stage name Atlesta di sepanjang produksinya. "Ini adalah pertama kalinya aku produksi lagu bareng Fifan Christa, dan ternyata seru banget. Fifan mengerti visi yang ingin aku capai di lagu ini, dan dia menerjemahkan setiap perasaanku ke dalam tiap elemen secara sempurna, bener-bener bikin kita berdua lega," lanjut Elsa.
Cicilia Elsa berharap lagu ini bisa menjadi anthem buat sesama pejuang relationship di luar sana. "Baik-baik ya kalian semua yang relate sama lagu ini, semoga berbahagia dengan pasangannya dan bisa lupain rasa sakit di masa lalu, salam cegil." Tutup Elsa.
oridistro.com
music.apple.com/us/album/halaman-terakhir-single/1853579716
#CiciliaElsa
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
Wednesday January 7th, 2026
SCVRS (@lairofscvrs) merupakan proyek solo garapan producer dan musisi bernama Fadel Rizaldy yang bereksperimen dalam berbagai warna musik metal, rock, punk, shoegaze, jazz hingga hip-hop yang dipadukan dengan sisi sentimental dari dirinya.
Pada penghujung tahun 2025 ini, SCVRS memulai dengan debut single bertajuk "Love in Suburbia", sebuah karya berkiblat dreampop/psychedelic bercerita tentang kecintaan seseorang pada Tuhan, dan seorang istimewa yang membuatnya merasa mampu melampaui keterbatasan dirinya.
"Love in Suburbia" digarap oleh SCVRS, termasuk seluruh instrumen yang ada di dalamnya. Berbekal pengetahuan dan intelegensi sederhana sebagai bedroom artist, single ini menjadi sebuah penanda dan pencapaian besar bagi dirinya.
"Love in Suburbia" dari SCVRS sudah dapat didengarkan pada seluruh platform musik digital favorit kalian!
oridistro.com
music.youtube.com/watch?v=XRoXcAtwgdA
#SCVRS
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
Love in Suburbia – YouTube Music
music.youtube.com
Provided to YouTube by IIP-DDS Love in Suburbia · SCVRS Love in Suburbia ℗ SCVRS Released on: 2025-12-25 Co Producer: Fadel Rizaldy Lyricist, Composer: …Tuesday January 6th, 2026
Qodir, band yang digawangi oleh Dul Jaelani (bassist), Deriel Sudiro (gitaris), dan Axel CB (drummer), terbentuk sejak 2022 bersamaan dengan lahirnya album perdana mereka yang berisi 9 lagu bertajuk Seribu Bulan. Kini, Qodir kembali hadir lewat kolaborasi bersama Arya Novanda dalam single terbaru berjudul “LOGILA!”. Lagu ini membawa semangat perlawanan terhadap orang-orang zalim.
Sebagai band dengan akar rock, Qodir membawa energi perlawanan dan suara kolektif generasi muda. Di sisi lain, Arya Novanda hadir dengan sentuhan blues, sebuah genre yang lahir dari jeritan kelas bawah musik yang penuh rasa sakit sekaligus kekuatan bertahan. Pertemuan dua dunia ini menghadirkan dimensi baru dalam “LOGILA!”: sebuah anthem yang bukan hanya teriakan marah, tetapi juga potret batin suara hati yang lelah, muak, namun tetap memilih untuk bersuara.
Bagi Dul Jaelani, “LOGILA!” lahir dari pengalaman personal: perasaan tertindas dan keterasingannya oleh beberapa lingkungan terdekatnya. Namun seiring waktu, ia menyadari bahwa pengalaman ini bukan hanya miliknya. Dalam spektrum yang lebih luas, ternyata begitu banyak orang di luar sana merasakan hal serupa. Lewat lagu ini, Qodir ingin menyuarakan bahwa setiap perasaan yang terhimpit layak untuk disuarakan, bukan hanya dipendam.
Qodir dan Arya Novanda membuka lagu ini dengan lirik “Kau lantunkan kalimat bijaksana, namun kau tak setia pada ucapan mu. Lelah aku berpura-pura naif, hadapi kau yang manipulatif” lirik menggambarkan dengan jelas tentang situasi atau fenomena kekecewaan yang banyak terjadi di kehidupan sekarang ini. “Logila, seenaknya” sebuah teriakan di bagian chorus adalah sebagai bentuk ekspresi paling mentah dari kekesalan langsung, jujur, tanpa basa-basi. Laksana suara hati rakyat kecil yang sudah nggak bisa lagi dipoles dengan bahasa halus. Secara keseluruhan, lagu ini bisa dimaknai sebagai anthem perlawanan terhadap kebohongan dan kezaliman, juga sebagai energi penyemangat untuk tetap berdiri, nggak tunduk, dan percaya kalau suara kita punya kekuatan.
Dengan single ini Qodir, selain menggandeng seorang gitaris yang bernama Arya Novanda, Viki Vrananta (Kelompok Penerbang Roket ) ikut turut memproduseri lagu tersebut yang membuat suara lagu ini menjadi lebih hingar bingar entah dan jujur. Lagu ini diciptakan oleh Dul Jaelani, Arya Novanda, dan Febriansyah Nurrachaman. (Lirik : Dul Jaelani) “Saya Arya Novanda sangat bersyukur bisa diberi kesempatan untuk menciptakan lagu ini bersama Dul Jaelani dengan Qodir band.” – Arya Novanda
“Semoga lagu ini bisa bermanfaat, membangun semangat, dan berdampak positif bagi para pendengarnya, kami ucapkan terima kasih dan support serta atensinya untuk semua teman-teman maupun keluarga serta Allah SWT” ucap terima kasih dari Qodir dan Arya Novanda “LOGILA!” sudah tersedia di Digital Platform Streaming pada tanggal 19 September 2025 bersamaan dengan perilisan video lirik di kanal YouTube Official Qodir.
oridistro.com
music.youtube.com/watch?v=mVL1EBCGHzU
#Qodir
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
LOGILA! QODIR ft. Arya Novanda (Official Lyric Video) – YouTube Music
music.youtube.com
TRA Records Present LOGILA! QODIR ft. Arya Novanda (Official Lyric Video) Video Produced by Dystorica Directed by Deriel Sudiro Produced by Meira Rai Rizqit…Tuesday January 6th, 2026
Danmira Merilis Single “Kilau”. Lagu tentang Kehilangan Api Hidup dan Keinginan Menaklukkan Cahaya yang Terasa Tak Tergapai
Band Pop Alternative asal Kota Malang, Danmira mengumumkan atas perilisan single perdananya yang berjudul “Kilau” pada tanggal 9 Januari 2026. Single yang diluncurkan pada awal tahun digambarkan sebagai awal perkenalan Danmira dengan formasi Algifari (vocal) Rashid (Gitar, vocal) Ananta (gitar lead) Zidni (drum) Fikri (bass)
“Kilau” bukan sekadar lagu tentang kilaunya bulan atau matahari. Di balik analogi puitis tersebut, lagu ini adalah curahan hati tentang fase paling berat dalam hidup, ketika kita sudah memberikan segalanya, totalitas menjalani hari, namun rasanya hidup tetap datar, stagnan, “gitu-gitu saja”. Seperti bulan yang hanya bisa bersinar di kegelapan, sementara matahari menjadi simbol kehidupan yang penuh energi, sorotan, dan makna terasa begitu jauh dan tak terjangkau.
Dalam liriknya, Danmira menuangkan pergulatan batin itu dengan sangat telanjang
“Laju yang melaun
Padam surut
Akankah, kembali menyala?
Tak tertandingkan
Cahaya”
“Kilau adalah pengakuan bahwa kadang kita merasa kalah sebelum bertarung. Tapi di saat yang sama, lagu ini juga menjadi pengingat bahwa meski cahaya kita kecil, meski hanya muncul di malam yang sepi, kita tetap boleh bahkan harus terus mencoba menerangi kegelapan, termasuk kegelapan dalam diri sendiri”
-Algi/Gepeng (Vocalis, Penulis lirik Kilau)
Di bagian penutup yang paling emosional, lagu ini berubah menjadi pernyataan teguh sekaligus harapan rapuh
“Gelap yang menelan
Tak membuat bungkam
Akan ku belai ribuan kirana
Tenang, kan terang
Dan menangkan
Jatuh yang mana
Yang menikam lara
Dan akhir cerita
Semua kan binasa
Di binarnya candra”
Dengan nuansa musik Pop/Alternatif Pop/Dream Pop, Kilau mengajak pendengarnya untuk tidak hanya merasakan lelahnya hidup, tapi juga menemukan kekuatan untuk tetap “bernyawa” di tengah rasa hampa, dengan sound modern, dan melodi gitar delay ala-ala band Dream Pop/Shooegaze menjadi ciri khas musik Danmira
Semoga “Kilau” menjadi teman di malam-malam ketika semuanya terasa padam dan mengingatkan kita bahwa cahaya sekecil apa pun, tetap berharga.
Salam hangat & terima kasih atas dukungannya,
Danmira.
oridistro.com
www.instagram.com/p/DTEzQjikZod/
#Danmira
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
www.instagram.com
Tuesday January 6th, 2026
Setelah memperkenalkan diri lewat single debut ‘I Want To Be The Sun’ yang mengajak pendengar untuk berani bermimpi, penyanyi dan penulis lagu muda Runner Up 1 Gadis Sampul 2023 Alaska Sirait kembali dengan karya keduanya bertajuk ‘Good For You’. Jika lagu pertamanya dipenuhi semangat dan cahaya optimisme, kali ini Alaska menampilkan sisi yang lebih lembut dan reflektif, membahas tentang perpisahan dan kedewasaan dalam proses bertumbuh.
Alaska menulis ‘Good For You’ di masa penuh perubahan, saat banyak hal dalam hidupnya sedang bertransisi. Inspirasi lagu ini datang setelah ia membaca sebuah buku yang bercerita tentang sepasang kekasih yang memilih berpisah agar bisa tumbuh secara individu selama kuliah. Hal ini, menurut Alaska, merupakan sebuah keputusan yang dianggapnya sebagai bentuk kedewasaan yang indah. “Aku tergerak karena cerita itu terasa dekat banget dengan realita. Kadang cinta yang tulus justru terlihat dari keberanian untuk melepaskan,” ungkap Alaska. Meski bercerita tentang hubungan cinta, ‘Good For You’ juga menjadi cerminan pengalaman pribadinya sebagai seorang remaja yang tengah beranjak dewasa. Lagu ini ia tulis di penghujung masa SMA, ketika hubungan dengan teman-teman mulai berubah dimana ada temannya yang makin dekat, ada yang perlahan menjauh. “Kadang hidup memaksa kita untuk move on, bahkan dari hal-hal yang penting. Tapi justru dari situ kita belajar tumbuh,” tambahnya.
Ditulis sendiri oleh Alaska hanya dengan bantuan aplikasi Voice Memos dan Notes di ponselnya, lagu ini diproduseri oleh Heston Prasetyo dan dimaster oleh Johanes Abi. ‘Good For You’ menghadirkan nuansa lembut dan jujur yang mencerminkan sisi introspektif Alaska, membuktikan bahwa kesederhanaan bisa menghadirkan kedalaman emosional yang kuat. Lewat lagu ini, Alaska berharap pendengarnya menemukan penghiburan saat menghadapi perpisahan dan perubahan hidup. “Aku ingin lagu ini jadi teman buat siapa pun yang sedang belajar melepaskan. Karena kadang, berpisah bukan akhir—tapi awal untuk menemukan versi terbaik dari diri kita,” tutupnya.
oridistro.com
music.youtube.com/watch?v=TbSkMbbJ2Sk
#AlaskaSirait
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
Alaska Sirait – Good for You (Official Lyric Video) – YouTube Music
music.youtube.com
“Good for You” lingers like a closing scene — tender, unresolved, and full of light. It’s a song for the moments you outgrow what you love, yet still hope th…Tuesday January 6th, 2026
Setelah sebelumnya hanya dirilis secara eksklusif di YouTube, akhirnya Aziz Hedra merilis ‘I Don’t Know Anymore (Live Session)’ di seluruh digital streaming platform. Rilisnya lagu ini di DSP adalah sebuah respond Aziz atas banyaknya permintaan para pendengar dan penggemarnya yang ingin menikmati versi live session lagu tersebut secara lebih luas. Lagu ini berkisah tentang sebuah fase dimana seseorang berada di titik serba salah karena dia merasa tengah butuh pertolongan, namun tidak tahu harus meminta bantuan ke mana dan ke siapa. Ada rasa kelelahan, kebingungan, namun juga harapan agar semua perasaan ini bisa segera berakhir. Cerita ini, kata Aziz, diangkat karena menjadi bagian dari fase quarter life crisis dimana merupakan sebuah fase kehidupan yang tentunya dialami oleh banyak orang.
“Semua orang pasti pernah ada di fase ini,” kata Aziz. “Lewat lagu iini, aku pengen nemenin orang-orang yang (mungkin) lagi ngerasa stuck, ngerasa salah dan ngerasa sendirian. Padahal sebenarnya mereka engga sendirian,” lanjutnya. Sejak dirilis sekitar 5 bulan lalu di YouTube, ‘I Don’t Know Anymore’ versi Live Session ini memang jadi versi yang berbeda dari rilisan resminya. Selain dibawakan dalam format live, lagu ini terasa lebih ‘raw’ secara emosi sehingga membuat nuansanya lebih jujur dan intim. Tidak sampai disitu saja, untuk versi Live Session, Aziz juga memberikan tambahan lirik di bagian akhir lagu yang semakin memperkuat pesan emosional yang ingin dia sampaikan. “Aku harap pendengar bisa semakin ngerasain emosinya dengan cara yang berbeda yaa,” harap Aziz.
Selain itu, Aziz juga berharap lagu ini bisa sampai ke hati banyak orang dan diterima dengan lebih mudah, terutama bagi mereka yang tengah berada di fase penuh tanda tanya dalam hidupnya. “Kita engga bakal selamanya ada di titik atau cycle ini,” pesan Aziz ke pendengarnya yang tengah ada di fase di lagu ini. “Keep seeking for an answer but keep being you. Jangan pernah capek untuk mempertahankan diri sendiri dan hal-hal yang bikin kita jadi diri kita sendiri,” tutupnya. ’I Don’t Know Anymore (Live Session)’ kini sudah dapat didengarkan secara resmi di seluruh digital streaming plartform di Indonesia.
oridistro.com
music.youtube.com/watch?v=6RtrX537YjQ
#AzizHedra
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
I Don’t Know Anymore (Live Session) – YouTube Music
music.youtube.com
Provided to YouTube by Sony Music Entertainment I Don’t Know Anymore (Live Session) · Aziz Hedra I Don’t Know Anymore (Live Session) ℗ 2025 Sony Music Ent…Tuesday January 6th, 2026
Mendengar nama Gunung Kawi, beberapa hal yang mungkin terlintas di pikiran masyarakat Indonesia adalah angker, mistis, serta pesugihan. Stereotip yang berkembang di masyarakat ini coba dipatahkan oleh seorang musisi asal Gunung Kawi yakni Matoha Mino. Seniman berusia 57 tahun tersebut berujar, “Ide lagu ini sebenarnya sudah mengendap di kepala saya sejak 2005–2008, waktu itu sering banget dengar orang-orang bilang “Gunung Kawi itu tempat pesugihan, jangan ke sana nanti ketemu tuyul, genderuwo dan setan”. Ada pula yang bilang “orang yang ke Gunung Kawi pasti cari duit ghaib”. Saya yang lahir dan besar di Gunung Kawi (tepatnya Desa Wonosari), rasanya kesel sekali stereotip itu terus dipelihara film-film horor dan sinetron.”
Terdorong oleh keinginan yang kuat itu, ayah kandung dari penyanyi Madukina dan musisi Hanafi Madu W. ini pun menciptakan lirik-lirik yang menunjukkan pesona Gunung Kawi sebagai tempat ziarah para pahlawan yakni Eyang Djoego dan Eyang Soejono (RM Iman Soedjono) yang merupakan laskar dari Pangeran Diponegoro saat masa perjuangan melawan Belanda. “Gunung Kawi bukan tempat pesugihan. Ini tempat ziarah, tempat berdoa, tempat wisata ritual yang bahkan dikunjungi tamu mancanegara,” tegas Matoha. Lewat bait-bait lagunya, ia mengajak masyarakat untuk kembali kepada esensi doa yang benar yakni berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa sambil tetap berusaha keras. Wisata ziarah ini pun menurutnya hanya secuil sisi dari Gunung Kawi yang baru ia eksplorasi lewat lagu. Masih banyak esensi dan nilai dari gunung yang terletak di Kabupaten Malang ini yang bisa digaungkan lebih luas lewat seni.
Matoha yang sebelumnya juga menjadi dalang di balik lagu soundtrack film “KKN: Desa Penari” kembali memasukkan unsur-unsur musik gamelan Jawa. Namun kali ini, ia mengkombinasikan gamelan dengan unsur musik Islami dengan iringan terbangan (red: musik sholawatan). Penulisan lirik memakan waktu dua minggu dan dibantu oleh rekan musisi Alm. Bapak Irwan Sumadi. Ketika rampung, Matoha mengajak grup musik Islami Tajidor (Terbang Jidor) yang bernama “Kyai Zakaria” untuk latihan. Gamelan, drum, viola, keyboard, dan perkusi turut menghiasi dinamika lagu “Gunung Kawi” yang dimainkan sendiri oleh Matoha dan sang putra Hanafi Madu W. Sang istri yakni Ibu Dwi Siswa turut andil dalam mengkoordinasi paduan suara anak-anak di sekitar perumahan Matoha Mino untuk menyumbangkan suaranya di lagu “Gunung Kawi”. Tak mau ketinggalan, sang putri Madukina membantu mengarahkan jenis dan model vokal sebelum dan saat rekaman, serta memandu sang ayah dalam memilih busana, gaya, sampul dari single serta strategi perilisan digital lagu ini.
Selain dikerjakan dengan bantuan banyak pihak, sang musisi juga memiliki tujuan untuk merangkul lebih banyak massa lewat lagunya yang berbahasa Indonesia. “Beda dengan waktu membuat ‘Dhat’ dulu yang berisikan bahasa Jawa dan Sansekerta kuno, saya memang sengaja menulis lagu ini dengan bahasa Indonesia agar dimengerti lebih banyak orang. Karena pertama, tujuan saya adalah meluruskan stigma dan stereotip, jadi bahasa yang universal saya rasa penting untuk digunakan. Kedua, saya ingin lirik lagu ini benar-benar sederhana dan selugas mungkin untuk menghindari salah paham dan interpretasi ganda. Terakhir, saya ingin lagu ini bisa dinyanyikan bersama-sama, dengan lirik dan melodi yang mudah sehingga bisa tersebar makin masif dan diresapi para pendengarnya,” jelas Matoha. “Gunung Kawi” resmi dirilis secara digital di penghujung tahun 2025 yakni 31 Desember di berbagai layanan streaming digital.
oridistro.com
music.apple.com/us/album/gunung-kawi/1860631312
#MatohaMino
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
Tuesday January 6th, 2026
Hari ini, artis indie favorit yang telah meraih enam kali Platinum, Cavetown (Robin Skinner), merilis “Sailboat”, kolaborasi berkilau bersama Chloe Moriondo dan diproduseri bersama oleh Underscores, menjelang perilisan albumnya. Menggabungkan kilauan chiptune dengan tekstur hyperpop yang terdistorsi, lagu ini menangkap kegembiraan cemas cinta baru, momen rapuh ketika keinginan untuk melindungi seseorang membuatmu ragu untuk meninggalkan jejak. Dibangun dari persahabatan, ketakutan menyakiti orang yang dicintai, dan kegembiraan kerentanan emosional, “Sailboat” menggabungkan narasi intim Cavetown dengan kehangatan Moriondo dan produksi glitchy yang eksploratif dari Underscores.
Bersamaan dengan perilisan lagu tersebut, Cavetown membagikan video resmi “Sailboat”, sebuah visual yang memukau berlatar pantai yang tenang dan menampilkan Chloe Moriondo sebagai bintang tamu. Video ini mencerminkan palet emosional lagu tersebut, di mana keduanya bergantian antara momen kesendirian dan koneksi, menirukan bermain gitar, dan mencelupkan kaki ke dalam air. Cavetown, yang album-album sebelumnya mengeksplorasi kesepian dalam proses tumbuh dewasa, akhirnya terlihat bersenang-senang, menunjukkan kerentanan, dan membiarkan dirinya bahagia—semua tema yang menjadi benang merah dalam proyek terbarunya, Running With Scissors.
Running With Scissors menandai babak baru yang berani dan sangat pribadi bagi penyanyi-penulis ini, mengeksplorasi tema stabilitas emosional, identitas, dan proses tumbuh dewasa. Dengan lebih dari 3,7 juta pengikut di berbagai platform dan miliaran streaming, Cavetown telah menjadi panutan bagi generasi pendengar. Running With Scissors diprediksi menjadi salah satu rilisan terluas dan paling berkesan dari Cavetown, menggabungkan keintiman lo-fi yang disukai penggemarnya dengan lapisan eksperimen suara baru.
Rilisan ini juga mengikuti acara amal Cavetown’s Second Annual This Is Home Project di Music Hall of Williamsburg, yang mendukung kelompok pemuda melalui inisiatif perumahan, sumber daya kesehatan mental, dan dukungan krisis. Upaya filantropi yang telah berlangsung lama ini telah mengumpulkan hampir $700.000 hingga saat ini, menyoroti komitmennya yang berkelanjutan terhadap komunitas dan perawatan.
Dengan “Sailboat,” Cavetown sekali lagi membuktikan kemampuannya untuk mengubah kerentanan menjadi koneksi, menciptakan lagu yang terasa lembut namun berani, sebuah lagu yang tenang namun bermakna bagi siapa pun yang sedang belajar mencintai dengan berani.
oridistro.com
www.pandora.com/artist/cavetown/sailboat/ALXlhzKwcwn2kKX
#Cavetown
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
www.pandora.com
Discover Cavetown’s top songs & albums, curated artist radio stations & more. Listen to Cavetown on Pandora today!Tuesday January 6th, 2026
RIOTNINETYNINE unit Hardcore asal Singaraja – Bali kembali lagi untuk melepas DEMO nya berjudul “GREED IS DEATH” dan lagu meraka sudah tersedia di platform musik, yang dirilis oleh Pleasure Records. Dan akan melaksanakan mini tournya pada akhir bulan januari.
RIOTNINETYNINE yang beranggotakan 4 personel yaitu Subratha ( vocal), Saha (gitar), Nakula (bass) dan Prayudi Vigraha (drum). Pada Demo nya kali ini mereka bereksperimen memadukan materi Heavy Hardcore dan menambahkan riff” death metal dan bergelombang yang membuat suasana mencekam darkness!
DEMO “GREED IS DEATH” MENGGAMBARKAN TENTANG MANUSIA SEREKAH AKAN SEGALANYA. HATI YANG KOSONG MEMBUAT MANUSIA ITU PADA KEGELAPAN, SEMUA TERASA KURANG DAN INGIN MENGAMBIL HAK ORANG LAIN DEMI MANUSIA SERAKAH ITU SENDIRI. JIWA YANG GELAP MEMBUAT MATA TERTUTUP DEMI APAPUN YANG IA INGINKAN, diambil dari isu” yang terjadi saat ini!
oridistro.com
music.youtube.com/watch?v=k36mfGM3D1Y
#RIOTNINETYNINE
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
Greed Is Death – YouTube Music
music.youtube.com
Provided to YouTube by Netrilis Music Greed Is Death · Riot 99 Greed Is Death ℗ 2025 Pleasure Records Released on: 2025-12-19 Auto-generated by YouTube.Tuesday January 6th, 2026
Gunakan kode referral ini saat mendaftar: 6KFS7T9VF2
Ayo daftar get.paper.id/Pxn8r56
#PaperID
#Sembrani
#SembraniProduction … See MoreSee Less
Band Rimba mengumumkan bahwa lagu mereka berjudul “Kampiun” resmi menjadi salah satu soundtrack dalam film layar lebar Suka Duka Tawa, yang akan dirilis pada 8 Januari 2026.
https://n9.cl/xdoyk
#BandRimba
#Oridistro
Boy group Jepang yang sedang naik daun, ONE OR EIGHT, telah merilis single baru mereka “POWER” sebagai lagu pembuka dari mini album mendatang mereka GATHER, yang akan dirilis pada 28 Januari.
http://tiny.cc/k2ex001
#ONEOREIGHT
#Oridistro
Setelah berhasil menyelenggarakan tur solo di tahun 2025, Adhitia Sofyan akan kembali menggelar tur solo bertajuk “Solo Tur Lagi”. Tahun ini Adhitia Sofyan akan mengunjungi 9 kota di pulau Jawa dan Bali.
http://tiny.cc/e2ex001
#AdhitiaSofyan
#Oridistro
Dul Jaelani kembali menghadirkan karya terbarunya yang bertajuk ‘Sebenarnya, Selamanya…’, sebuah single yang mengangkat kisah kasmaran dengan sudut pandang yang jujur, intim dan emosional.
https://n9.cl/vbeq7m
#DulJaelani
#Oridistro
Sebagai pembuka tahun 2026, Second Semester di lagu “:)” merambah teritori emo dengan solo panjang, aransemen dan lirik depresif yang bertemakan pengalaman pribadi sang vokalis Gusade Kresnayana.
https://n9.cl/v81x4
#SecondSemester
#Oridistro
Grup band skatepunk asal Jakarta, Man Sinner resmi merilis single terbaru berjudul “Bumi Menangis (Unplugged)” sebagai respons atas bencana banjir bandang yang melanda Sumatra dan Aceh baru-baru ini.
https://n9.cl/5esxk
#ManSinner
#Oridistro
Melalui EP “No Brakes All Rage”, Steel Haze menarik garis tema kemarahan sebagai benang utama. Band hardcore ini tidak berangkat dari konsep yang rumit, melainkan dari hal-hal yang terjadi di sekitar mereka.
http://tiny.cc/jfcx001
#SteelHaze
#Oridistro
Creator Media mengumumkan peluncuran Original Motion Picture Soundtrack untuk film horor terbaru Penunggu Rumah: Buto Ijo. Lagu berjudul “Suatu Hari Kamu Akan Mengerti” dibawakan oleh Ardina Rasti.
http://tiny.cc/bfcx001
#ArdinaRasti
#Oridistro
Lewat ‘Sugar Coat Inc.’, TRIPOV ajak pendengar masuk ke dunia metaforis yang mereka sebut “pabrik permen”—tempat di mana iap lagu punya rasa dan karakter berbeda: ada yang manis, asam, lembut, bahkan menyengat.
http://tiny.cc/7fcx001
#TRIPOV
#Oridistro
PUTICS rilis single “Pulang”, Karya yang Meleburkan Batas Genre. “Pulang” adalah sebuah karya introspektif yang menangkap esensi kerinduan untuk pulang ke arah yang lebih baik atau pun sebaliknya.
http://tiny.cc/5fcx001
#Putics
#Oridistro
Single debut dari Thalia Gunawan “Kamu yang dibangku depan” menjadi langkah awal Thalia memasuki industri musik Indonesia dengan pendekatan yang jujur dan dekat dengan realitas remaja.
https://n9.cl/ru6tnw
#ThaliaGunawan
#Oridistro
Cicilia Elsa melepas trek “Halaman Terakhir”, ini merupakan lanjutan dari beberapa single sebelumnya yaitu “Missing You”, “Looping Lie”, dan “Perfect Lie” yang dirilis berurutan sepanjang 2025 ini.
https://n9.cl/l3x4n
#CiciliaElsa
#Oridistro
SCVRS merilis “Love in Suburbia”, sebuah karya berkiblat dreampop/psychedelic bercerita tentang kecintaan seseorang pada Tuhan, dan seorang istimewa yang membuatnya merasa mampu melampaui keterbatasan dirinya.
https://n9.cl/hkhbtr
#SCVRS
#Oridistro
Qodir kembali hadir lewat kolaborasi bersama Arya Novanda dalam single terbaru berjudul “LOGILA!”. Lagu ini membawa semangat perlawanan terhadap orang-orang zalim.
http://tiny.cc/jt8x001
#Qodir
#Oridistro
Band Pop Alternative asal Kota Malang, Danmira mengumumkan atas perilisan single perdananya yang berjudul “Kilau” pada tanggal 9 Januari 2026.
http://tiny.cc/ht8x001
#Danmira
#Oridistro
Setelah single debut ‘I Want To Be The Sun’ yang ajak pendengar berani bermimpi, penyanyi & penulis lagu muda Runner Up 1 Gadis Sampul 2023 Alaska Sirait kembali dengan karya keduanya ‘Good For You’.
http://tiny.cc/ct8x001
#AlaskaSirait
#Oridistro
Setelah sebelumnya hanya dirilis secara eksklusif di YouTube, akhirnya Aziz Hedra merilis ‘I Don’t Know Anymore (Live Session)’ di seluruh digital streaming platform.
http://tiny.cc/7t8x001
#AzizHedra
#Oridistro
Matoha Mino Patahkan Mitos Tanah Leluhur dengan Lagu “Gunung Kawi” Musisi di balik OST. KKN di Desa Penari ini Gandeng Orang Terdekat di Single Terbaru.
http://tiny.cc/2t8x001
#MatohaMino
#Oridistro
Artis indie yang meraih enam kali Platinum, Cavetown (Robin Skinner), merilis “Sailboat”, kolaborasi berkilau bersama Chloe Moriondo dan diproduseri bersama oleh Underscores, menjelang perilisan albumnya.
http://tiny.cc/ts8x001
#Cavetown
#Oridistro
RIOTNINETYNINE unit Hardcore asal Singaraja – Bali kembali lagi untuk melepas DEMO nya berjudul “GREED IS DEATH” dan lagu meraka sudah tersedia di platform musik, yang dirilis oleh Pleasure Records.
http://tiny.cc/ps8x001
#RIOTNINETYNINE
#Oridistro
Coba fitur PaperPay Out di & dapatkan Free Paper Plus 3 Bulan (senilai Rp300rb)!
Gunakan kode referral ini saat mendaftar: 6KFS7T9VF2
Ayo daftar http://get.paper.id/Pxn8r56
#PaperID
#Sembrani
#SembraniProduction

