
ORIDISTRO
Your Criminal Partners
Thursday July 16th, 2026
Sebagian besar lagu dibuat perlahan agar Anda terbiasa. "アンリミテッド Unlimited" tidak demikian.
Lagu ini dibuka dengan breakbeat yang sudah menghentak, dan saat bagian chorus tiba, band lengkap dan bagian alat tiup sudah mengerahkan seluruh kemampuan mereka. Tidak ada yang dibuat perlahan di sini. Itulah intinya.
Anggota Da-iCE, Taiki Kudo dan Sota Hanamura, menulis lagu ini sendiri, kemudian memanggil produser Yusuke Saeki, yang bekerja dengan nama alias Saeki youthK, untuk membantu membentuknya menjadi sesuatu yang lebih besar, mengaransemen lagu dan menambahkan komposisi. Jejak Saeki sudah ada di beberapa nama besar Jepang, Arashi, Snow Man, SixTONES, ditambah karya solo dengan Nissy, Kana Nishino, dan miyana. Mempekerjakan seseorang dengan rekam jejak seperti itu, Anda akan mengharapkan sesuatu yang dipoles. Yang Anda dapatkan justru sesuatu yang terdengar seperti mencoba melampaui ambisinya sendiri, dan sebagian besar berhasil.
Di balik skala yang besar, penulisan lirik tetap persis seperti yang diharapkan penggemar Da-iCE: berlapis, cerdas, jenis lirik yang memberikan sesuatu yang baru pada pendengaran ketiga yang tidak Anda tangkap pada pendengaran pertama. Di sini, kedalaman itu diarahkan ke suatu tempat yang spesifik, ke depan, menantang, dibangun untuk musim panas yang menginginkan sesuatu yang lebih besar daripada kebisingan latar belakang.
"アンリミテッド Unlimited" tidak meminta izin untuk menjadi besar. Album ini sudah menjadi besar.
Tentang Da-iCE
Da-iCE adalah grup artis pria beranggotakan lima orang yang dikenal karena vokal kembar mereka yang memukau dengan jangkauan empat oktaf. Grup ini terdiri dari vokalis Yudai Ohno dan Sota Hanamura, bersama dengan penampil Taiki Kudo, Toru Iwaoka, dan Hayate Wada.
Album mereka tahun 2020, “CITRUS”, menjadi lagu pertama dari grup tari & vokal pria Jepang yang melampaui 100 juta streaming, dan membawa mereka meraih Penghargaan Rekaman Jepang ke-63 pada tahun 2021.
Single lanjutan mereka, “Star Mine”, menjadi hit lintas generasi sebagai lagu perayaan khas era Reiwa. Pada tahun 2024, mereka merayakan ulang tahun debut utama mereka yang ke-10.
Pada bulan April, mereka merilis “I wonder”, yang menerima Penghargaan Keunggulan di Penghargaan Rekaman Jepang ke-66. Lagu tersebut telah melampaui 200 juta streaming dalam waktu singkat bagi grup tersebut.
Album terbaru mereka, “MUSi-aM”, dirilis pada 2 Oktober, dan mereka pertama kali tampil di NHK Kōhaku Uta Gassen ke-75 pada akhir tahun lalu.
oridistro.com
s.awa.fm/album/96b7cf6e69ef694f3644
#Avex
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
s.awa.fm
”アンリミテッド” by Da-iCEの詳細をAWAでチェックしよう。試聴も可能。「アンリミテッド」も聴ける。音楽ストリーミングサービス「AWA」なら2億曲以上の音楽が聴き放題。あなたの気分や好みに合わせて、新しい“好き”….Thursday July 16th, 2026
Ikon rock Nickelback hari ini mengumumkan bahwa album studio baru mereka yang sangat dinantikan, Everything Under The Sun, akan dirilis pada 30 Oktober 2026 via Virgin Music Group, sekaligus memperkenalkan single utama yang penuh energi, “Rattle The Cage” (feat. John 5). Lagu ini sudah tersedia di mana-mana mulai hari ini dan menjadi gambaran awal dari era baru band ini yang penuh energi.
Sebagai karya baru pertama band ini sejak album Get Rollin’ tahun 2022, Everything Under The Sun hadir di tengah momentum baru bagi salah satu grup rock yang paling bertahan lama ini. Baru saja meraih kesuksesan dari film dokumenter mereka yang mendapat pujian luas, Hate to Love: Nickelback, serta tur dunia Get Rollin’ yang memecahkan rekor—tur dengan penjualan tiket tercepat dan jumlah penonton terbanyak sepanjang karier mereka—Nickelback terus memperkuat posisi mereka yang semakin kokoh seiring berjalannya waktu.
Sesuai dengan judulnya, Everything Under The Sun menghadirkan spektrum lengkap dari segala hal yang telah menjadikan Nickelback salah satu band rock terbesar di dunia. Sepanjang album ini, lagu-lagu anthemic yang megah dan siap mengguncang arena berpadu dengan penulisan lagu yang reflektif, melodi yang tak terbantahkan, gitar yang menggelegar, serta chemistry yang tak tertandingi—yang telah menjadi ciri khas band ini selama lebih dari tiga dekade.
Pemimpin kampanye ini adalah lagu “Rattle The Cage” (feat. John 5), sebuah cuplikan pertama yang eksplosif dari album ini. Berat, keras, dan sangat cepat, lagu ini menyalurkan energi yang meledak antara mereka dan para penggemar mereka di dalam arena-arena yang penuh sesak di seluruh dunia. Didorong oleh riff yang menghentak, hook yang melambung tinggi, dan energi yang tak kenal lelah, “Rattle The Cage” (feat. John 5) menangkap semangat kebersamaan yang telah menjadi ciri khas pertunjukan live Nickelback.
“Album ini menampilkan segala sisi dari band ini,” kata Chad Kroeger. “Ada lagu-lagu yang sama dahsyatnya dengan karya-karya kami sebelumnya, lagu-lagu yang berani mengambil risiko, dan lagu-lagu yang mengingatkan kami mengapa kami telah berkarya bersama selama ini. Rattle The Cage terasa seperti cara yang sempurna untuk membuka pintu lebar-lebar—album ini memiliki energi yang selama ini kami rasakan setiap malam di atas panggung, dan kami tak sabar menanti orang-orang mendengarnya."
Berawal dari latar belakang yang sederhana di Hanna, Alberta, Nickelback telah berkembang menjadi salah satu band rock paling sukses di abad ke-21. Sejak muncul di panggung global dengan album Silver Side Up dan lagu hit yang menjadi ikon zamannya, “How You Remind Me,” band ini telah membangun katalog lagu-lagu rock klasik yang tak tertandingi, sekaligus meraih berbagai nominasi Grammy, American Music Awards, Billboard Music Awards, JUNO Awards, serta pengakuan internasional sepanjang perjalanannya.
Dengan penjualan album hampir 60 juta kopi di seluruh dunia, miliaran streaming di berbagai platform digital, dan lebih dari 50 juta pendengar bulanan di platform digital, Nickelback tetap menjadi salah satu band rock yang paling banyak didengarkan dan paling sukses secara komersial di dunia. Musik mereka terus bergema lintas generasi, menjangkau pendengar baru melalui layanan streaming sambil mempertahankan basis penggemar setia di seluruh dunia yang telah memadati arena konser selama lebih dari dua dekade.
Daya tarik yang bertahan tersebut mencapai puncak baru dalam beberapa tahun terakhir. Film dokumenter Netflix berjudul Hate to Love: Nickelback menjadi sensasi global, bertahan selama berminggu-minggu di daftar Global Top 10 platform tersebut, menunjukkan perjalanan luar biasa band ini. Pada saat yang sama, Get Rollin’ World Tour memecahkan rekor jumlah penonton dan kembali menegaskan reputasi Nickelback sebagai salah satu penampil live terbaik di dunia rock.
Everything Under The Sun membangun momentum tersebut sambil tetap menatap ke depan dengan mantap. Album ini merupakan perayaan atas segala pencapaian Nickelback sekaligus pernyataan bahwa api kreativitas mereka masih menyala seterang dulu.
Setelah lebih dari tiga puluh tahun berkarier, Nickelback terus berevolusi tanpa kehilangan ciri khas suara yang menjadikan mereka salah satu band penentu dalam dunia rock modern. Dengan Everything Under The Sun, mereka membuktikan bahwa kisah mereka masih terus berlanjut — dan bahwa momen-momen terbesar mereka mungkin masih menanti di masa depan.
Tentang Nickelback
Sebagai salah satu band rock paling sukses secara komersial dan berpengaruh di abad ke-21, Nickelback telah menjual hampir 60 juta album di seluruh dunia, mengakumulasi miliaran streaming, dan terus menarik lebih dari 50 juta pendengar setiap bulan di berbagai platform digital. Dibentuk di Hanna, Alberta, kuartet multi-platinum ini—Chad Kroeger, Ryan Peake, Mike Kroeger, dan Daniel Adair—mencapai ketenaran internasional berkat album terobosan mereka, Silver Side Up, menampilkan lagu hit global yang menjadi ikon zamannya, “How You Remind Me,” sebelum mengukuhkan status mereka sebagai pilar utama musik rock dengan katalog lagu-lagu timeless seperti “Photograph,” “Rockstar,” “Far Away,” “Someday,” dan “Burn It to the Ground.”
Dampak mereka terhadap sejarah musik Kanada secara resmi diakui pada tahun 2024 melalui pengukuhan mereka ke dalam Canadian Music Hall of Fame, yang menegaskan status mereka sebagai salah satu ekspor musik paling sukses dari negara tersebut. Selain itu, Nickelback termasuk dalam kelompok terpilih musisi yang telah meraih sertifikasi Diamond di Kanada, semakin mencerminkan jangkauan komersial dan dampak budaya mereka yang luar biasa, baik di dalam negeri maupun di seluruh dunia.
Selama karier yang telah berlangsung lebih dari tiga dekade, Nickelback telah meraih berbagai nominasi Grammy Award, American Music Awards, Billboard Music Awards, JUNO Awards, dan lainnya, sekaligus secara konsisten masuk dalam jajaran grup rock tur terbesar di dunia. Film dokumenter mereka tahun 2023, Hate to Love: Nickelback, memperkenalkan kisah band ini kepada generasi baru penggemar, sementara Get Rollin’ World Tour menjadi tur dengan penjualan tiket tercepat dan jumlah penonton terbanyak sepanjang karier mereka.
Kini memasuki babak baru yang berani bersama Virgin Music Group, Nickelback terus melangkah maju dengan suara khas yang tak tertandingi, ambisi sebesar arena, dan ikatan abadi dengan penggemar yang telah menjadikan mereka salah satu band penentu dalam dunia rock modern. Album studio terbaru mereka, Everything Under The Sun, akan dirilis pada 30 Oktober 2026.
oridistro.com
music.apple.com/us/song/rattle-the-cage-feat-john-5/6784018118
#Nickelback
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
Rattle The Cage (feat. John 5) by Nickelback on Apple Music
music.apple.com
Thursday July 16th, 2026
DNANDA, solois kelahiran Dumai, Riau, kembali lagi dengan lagu terbarunya “Tiba-Tiba Kau”. Single baru ini mengangkat kisah tentang seseorang yang hadir tanpa diduga dan membawa rasa nyaman, namun semuanya berakhir begitu saja dan menimbulkan banyak pertanyaan. Menurutnya, “Tiba-Tiba Kau” bisa diartikan sebagai pengalaman ghosting maupun hubungan yang menggantung tanpa kepastian. Bagi mantan kontestan ajang menyanyi ini, single barunya ini menggambarkan pengalaman yang mungkin pernah dialami banyak orang: seseorang datang secara tiba-tiba dan menumbuhkan harapan, tapi kemudian menghilang tanpa kejelasan. “Dia datang tanpa aba-aba dan menimbulkan rasa nyaman. Namun, di ujung cerita, hanya ada kekosongan dan pertanyaan yang tertinggal,” ungkap DNANDA.
Proses penulisannya sendiri berlangsung singkat. Lulusan Fakultas Hukum Universitas Pasundan, Bandung, ini mengerjakannya di malam hari sekitar dua jam dengan membuat notasinya terlebih dulu, baru kemudian dilanjutkan dengan menciptakan lirik. Berbeda dari karya-karya sebelumnya yang lebih lugas, “Tiba-Tiba Kau” menjadi ruang eksplorasi baru bagi DNANDA. “Kalau di lagu-laguku sebelumnya, bahasa yang aku pakai lebih lugas, mudah dicerna, dan tidak membuat pendengar menebak-nebak, single ini akan lebih puitis dan estetik karena aku ingin mencoba sesuatu yang baru. Estetik itu sendiri bukanlah keindahan yang dihadirkan secara berlebihan. Bagiku, estetik itu adalah sesuatu yang sederhana, tapi mampu menarik perhatian banyak orang. Itulah harapanku bagi single ini,” ungkapnya.
Melalui “Tiba-Tiba Kau”, Dnanda ingin lagunya dapat menjadi pilihan bagi para pendengar yang mencari warna baru di tengah deretan rilisan musik saat ini. “Semoga lagu ini bisa memiliki tempat di hati para pendengar, terutama bagi teman-teman yang butuh sesuatu yang berbeda dan segar. Aku juga berharap, setiap lagu baru yang aku hasilkan bisa membuat suaraku semakin dikenal banyak orang. Selain itu, aku ingin membawakan lagu ini di festival music yang punya lantai dansa atau di tempat-tempat yang bikin orang bisa joge. Pasti seru,” tutupnya.
Dengan sentuhan musik yang segar, lirik yang lebih puitis, dan cerita yang dekat dengan pengalaman banyak orang, “Tiba-Tiba Kau” akan menawarkan warna berbeda bagi para penikmat musik Indonesia. Single terbaru Dnanda, “Tiba-Tiba Kau” bisa didengarkan di platform musik digital mulai 15 Juli 2026. Tiba-Tiba Kau” yang kali ini mengangkat kisah perasaan seseorang saat di-ghosting.
oridistro.com
music.youtube.com/watch?v=8ma_y-Xmo-Q
#DNANDA
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
Thursday July 16th, 2026
Penyanyi-penulis lagu Indonesia-Amerika yang berbasis di Singapura, lullaboy, mengumumkan tur Asia keduanya yang akan berlangsung sepanjang Juli dan Agustus tahun ini di sembilan kota. Tur ini akan menjadi penampilan perdananya di Tokyo, Seoul, dan Hong Kong.
Tur bertajuk “Hotels & Heartbreaks” ini juga akan menandai kembalinya lullaboy ke Singapura, Kuala Lumpur, Jakarta, Manila, Bangkok, dan Taipei, kota-kota yang sebelumnya ia kunjungi dalam tur yang terjual habis tahun lalu.
Tur ini menandai era baru yang berani dalam perjalanan karier lullaboy, yang berpusat pada album terbarunya berisi 12 lagu, hotels & heartbreaks. Setiap pertunjukan akan berdurasi 2 jam dan menampilkan aransemen baru dari lagu-lagu hits yang membuatnya dikenal sebagai penyembuh hati yang patah hati peraih penghargaan.
Dengan lebih dari 200 juta streaming, lullaboy mengubah kerentanan menjadi musik yang menemani pendengarnya baik di hari-hari cerah maupun malam-malam yang sepi. Musiknya dikenal melalui penceritaan emosional dan melodi yang mudah melekat di ingatan.
Dari belajar di bawah naungan YG Entertainment hingga menjadi penulis lagu internasional tamu di SM Entertainment, penyanyi-penulis lagu Indonesia-Amerika ini tumbuh besar dengan keluarga yang tinggal di Seoul dan kemudian lulus dari Berklee College of Music pada tahun 2020. Kini berbasis di Singapura, ia menjadi artis pertama dari Singapura yang menghiasi sampul playlist Spotify Radar. Pada tahun 2021, ia berkolaborasi dengan artis Korea JUNNY dalam proyek dua lagu yang juga melibatkan JAY B, leader dari grup K-pop GOT7.
Pada tahun 2022, lullaboy menandatangani kontrak label mayor pertamanya dengan RedRecords, hasil kerja sama antara Universal Music Group dan AirAsia. Single pertamanya di bawah label tersebut, “shortcut to heaven”, langsung menjadi hit di berbagai negara Asia. Tahun 2023 menjadi tahun penting bagi lullaboy ketika ia dipilih untuk menjadi penampil penutup acara afterparty Taylor Swift Eras Tour selama enam malam berturut-turut. Ia juga tampil di festival pertamanya, Good Vibes Malaysia, yang membuka jalan baginya untuk tampil di berbagai festival besar Asia.
lullaboy juga dinobatkan sebagai salah satu dari 5 artis lokal terbaik Singapura oleh Spotify pada tahun 2022 dan 2023. Tahun lalu, ia juga menjalani tur Asia pertamanya dengan sejumlah pertunjukan yang terjual habis di enam negara.
Pada Januari 2026, lullaboy berbagi panggung dengan Minho (SHINee), Highlight, dan Tiara Andini dalam konser K-Life & K-Live Indonesia: HUG K-pop Concert di Jakarta.
oridistro.com
www.instagram.com/p/DZ-BWJxJIV5/
#lullaboy
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
Thursday July 16th, 2026
beabadoobee hari ini merilis "Switchblade," lagu kedua yang diambil dari album terbarunya yang sangat dinantikan, Pylon, sebuah karya yang cakupannya lebih luas dan lebih kompleks daripada apa pun yang pernah ia rilis sebelumnya—sebuah album rock yang berani, melingkupi perasaan marah, kesepian, gembira, tertekan, dan jatuh cinta secara mendalam hingga tingkat patologis.
“Switchblade” merupakan metafora yang digunakan dan dikupas secara mendalam, mempertanyakan apakah “self-defence is to be brave/Do you start the fight/Or take the flight?” Lagu ini tidak memberikan jawaban yang jelas, karena Laus telah melewati titik di mana ia berpikir bahwa ia bisa memahami segalanya.
Pylon, dengan segala emosi yang bergejolak, merayakan ketidaktahuan; kehebatannya menunjukkan bahwa bersikap tenang di tengah ketidakpastian dapat melahirkan sesuatu yang luar biasa, baik secara emosional maupun musikal. Beragam perasaan yang terkandung di dalamnya—yang seringkali saling bertentangan—justru menjadi intinya, kata Laus: “Pylon bercerita tentang menerima bahwa perasaan negatif akan kembali muncul—menerima rasa tidak aman dan kebingungan. Itu semua adalah bagian penting dari proses tumbuh dan mengenal diri sendiri lebih baik. Kita harus melewati semua hal itu, aku harus menulis tentang hal itu.”
Sebagai kelanjutan dari albumnya yang menduduki peringkat nomor 1 di Inggris, This Is How Tomorrow Moves, Pylon kini sudah dapat dipesan terlebih dahulu, serta akan dirilis pada 18 September 2026 via Dirty Hit dan Interscope Records. "Switchblade" menyusul single pertama dari album tersebut, “Sun Has Set,” yang dirilis bulan lalu dan mendapat sambutan hangat, disertai video menawan yang disutradarai oleh partner Bea sekaligus kolaborator visual lamanya, Jake Erland.
beabadoobee akan membawakan lagu-lagu dari album tersebut untuk pertama kalinya dalam The Powerlines Tour, konser arena pertamanya dan tur terbesarnya, yang akan digelar di berbagai kota di Amerika Utara, Inggris, dan Eropa pada musim gugur-musim dingin ini. The Powerlines Tour yang dipromosikan oleh Live Nation akan dimulai pada 1 Oktober dan mencakup pertunjukan di Madison Square Garden, The Kia Forum, The O2 Arena, dan lainnya (jadwal lengkap di bawah). Tiket sudah mulai dijual; kunjungi beabadoobee.com untuk membeli tiket dan mendapatkan informasi tur.
Lahir di Filipina dan dibesarkan di London, Beatrice Laus muncul sebagai ikon musik alternatif Inggris melalui tiga album yang mendapat pujian dan lima EP. Ia telah meraih berbagai nominasi BRIT Award dan BBC Sound Of, serta memenangkan penghargaan NME’s Radar, sambil meraup lebih dari 10 miliar streaming di seluruh dunia dan lebih dari 12 juta pengikut di berbagai kanal media sosialnya.
This Is How Tomorrow Moves menjadi album pertamanya yang mencapai peringkat nomor 1 di UK Official Album Chart pada tahun 2024, menyusul album-albumnya yang masuk 10 besar, yaitu Fake It Flowers (yang mencapai peringkat ke-8) pada tahun 2020 dan Beatopia (peringkat ke-4) pada tahun 2022. Awal tahun ini, beabadoobee merilis single tunggal “All I Did Was Dream Of You,” berkolaborasi dengan The Marías, musisi yang dinominasikan Grammy untuk kategori Best New Artist, hasil dari rasa saling mengagumi secara kreatif yang telah terjalin lama antara María Zardoya dan Bea.
oridistro.com
www.urbanoutfitters.com/shop/beabadoobee-pylon-uo-exclusive-lp
#beabadoobee
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
beabadoobee – Pylon UO Exclusive LP
www.urbanoutfitters.com
Shop beabadoobee – Pylon UO Exclusive LP at Urban Outfitters today. Discover more selections just like this online or in-store. Shop your favorite brands and sign up for UO Rewards to receive 10% off your next purchase!Thursday July 16th, 2026
Audi Kirana, penyanyi dan penulis lagu rock asal Jakarta, merilis album debut penuhnya, Teenagerism, pada 10 Juli 2026 di bawah label Nepos & Chroniku. Album 8 lagu yang diproduseri Daniel Clift & Richard Benhard ini adalah satu cerita jujur tentang apa yang sebenarnya terjadi ketika kamu menjadi remaja, bukan versi yang sudah dirapikan, tapi versi yang benar-benar hidup dan dirasakan.
Judul Teenagerism sendiri adalah istilah ciptaan Audi, lahir dari pengalaman emosional dan mentalnya di usia 13-14 tahun; masa ketika ia mulai menulis lagu-lagu yang akhirnya menjadi cikal bakal album ini. Dari lagu pembuka "Stay" hingga lagu penutup "All For You", album ini memetakan perjalanan lengkap: insecurity dalam hubungan yang sehat, luka dari hubungan yang toxic, kehilangan jati diri, jatuh cinta lagi, dan akhirnya mulai menerima bahwa tumbuh itu tidak linear.
"Stay" dipilih sebagai lagu pembuka sekaligus lead single dan focus track album karena dianggap paling kuat membawa pesan awal cerita: semacam pertanyaan yang baru terjawab tuntas di lagu penutup, "All For You". Bagi Audi, lagu ini soal belajar berada dalam hubungan yang sehat sekaligus proses bertumbuh dan berubah, mempertanyakan diri sendiri kenapa orang lain mau bertahan bersamanya.
"Stay adalah pertanyaan kepada pendengar, apakah mereka mau tetap bersama aku dan melewati semua naik-turun di Teenagerism. Karena pertumbuhan tidak akan mudah, dan lagu ini adalah pengakuan soal itu."
"Stay" menjawab pertanyaan itu langsung kepada pendengar: apakah kamu mau tetap bersamaku, membawa semua beban yang kamu miliki, dan melewati proses ini bersama? Itu bukan lagu tentang hubungan romantis. Stay adalah undangan. Satu album yang Audi tulis dari pengalaman nyata, dinyanyikan untuk siapa saja yang pernah bertanya-tanya apakah mereka cukup pantas untuk dicintai melalui proses tumbuh mereka yang paling berantakan.
Single kedua, "Perfect", yang lebih dulu dirilis pada 2023, lahir dari masa yang jauh lebih berat. Ditulis saat pandemi COVID-19, ketika Audi mengalami burnout dan kehilangan keinginan untuk bernyanyi, lagu ini justru muncul setelah seseorang meyakinkannya bahwa ia "punya potensi besar" — sebuah dorongan yang alih-alih menenangkan, membuat Audi kewalahan hingga mengalami serangan panik untuk pertama kalinya. Bagi ibunya, Feni Rose, lagu ini menjadi momen pertama mereka menyadari Audi pernah mengalami kondisi kesehatan mental yang traumatis.
Perjalanan berlanjut lewat "Great Like You" dan "Freebird", dua lagu yang sempat dirilis lebih dulu sebagai single sebelum masuk ke dalam album. "Freebird", yang dirilis 14 Februari 2024, membawa tema patah hati dengan filosofi bahwa merayakan cinta juga berarti merayakan patah hati, karena itu bagian dari jatuh cinta. Sementara "Shell of a Man" dan "For Your Love" adalah dua lagu yang benar-benar baru, belum pernah dirilis dalam format apapun sebelumnya, dan disebut Audi sebagai salah satu favoritnya di album ini. "The Day I Die" sempat dipertimbangkan sebagai kandidat pembuka album sebelum posisi itu akhirnya diberikan kepada "Stay".
Album ditutup oleh "All For You", lagu yang menandai titik balik cerita: dari mempertanyakan kesiapan untuk berubah di "Stay", menjadi bukti nyata bahwa perubahan itu telah benar-benar terjadi.
"Vokalku selalu digambarkan orang lain sebagai sangat kuat dan penuh emosi. Itu sebabnya aku memilih genre rock, karena lagu-lagu pop terasa tidak cocok dengan warna suaraku."
Setiap lagu di Teenagerism dimulai dari proses personal Audi sendiri: menulis lirik, merekam versi awal secara mandiri, sebelum berkolaborasi dengan Daniel Clift untuk produksi, lengkap dengan referensi playlist yang menginspirasi nuansa musikal tiap lagu. Proses ini tercermin juga pada visual album: artwork Teenagerism mengusung konsep "cover journal", merepresentasikan jurnal pribadi Audi berisi tulisan dan coretan yang menjadi cikal bakal lagu-lagunya. Palet warna merah, kuning, dan biru yang digunakan adalah warna-warna primer yang belum tercampur, melambangkan sisi remaja yang secara dasar pemikiran masih polos dan sederhana, meski secara musikal lagu-lagunya kompleks.
"Menulis adalah caraku memahami perasaan sendiri, terutama saat ada masalah yang tidak bisa dikomunikasikan ke siapa pun. Tulisan-tulisan itu kemudian aku ubah menjadi lagu."
Keputusan untuk debut langsung dengan full album, alih-alih strategi single bertahap yang lebih umum bagi artis baru, bukan tanpa pertimbangan. Rencana awal sebenarnya adalah merilis EP, namun karena materi lagu yang tersedia sudah cukup, tim memutuskan merilis full album. Strategi rilis single bertahap sebelumnya sudah pernah dicoba, namun lagu-lagu dengan lirik berbahasa Inggris yang puitis dan idealis dirasa kurang optimal jika dirilis satu per satu. Target jangka panjang Audi dan tim bukan hanya pasar Indonesia, tapi juga internasional; dan dengan sistem streaming saat ini, sebuah lagu tidak pernah benar-benar "hilang" secara digital, sehingga tidak ada tekanan untuk menebak single mana yang akan populer lebih dulu.
"Aku ingin memeluk diriku di usia 14 tahun, dan bilang semuanya akan membaik. Tapi aku juga tidak akan memperingatkannya untuk menghindari pengalaman sulit itu, karena tanpa pengalaman itu aku tidak akan menjadi seperti sekarang."
TENTANG AUDI KIRANA
Audi Kirana adalah penyanyi dan penulis lagu rock asal Jakarta. Single debutnya, "Perfect" (2023), meraih satu juta tayangan di YouTube dan 40 ribu streams di Spotify, dengan pendengar di Indonesia, Malaysia, dan Amerika Serikat.
oridistro.com
music.youtube.com/@AUDIIIzx
#AudiKirana
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
music.youtube.com
Listen to music from Audi Kirana on YouTube Music – a dedicated music app with official songs, music videos, remixes, covers, and more.Thursday July 16th, 2026
Mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pencerita paling tulus di lanskap musik pop saat ini, musisi dan penulis lagu asal Medan, Nuh… (Muhammad Rizki Nugroho), resmi merilis album penuh keduanya yang bertajuk Sarapan di Hari Minggu. Album yang merangkum berbagai fase emosional dengan balutan musik Pop Jazz yang diperkaya sentuhan khas Melayu ini telah resmi mengudara di seluruh platform streaming digital.
Kehadiran album ini menjadi monumen pembuktian kematangan musikal Nuh… setelah sukses menggaet atensi publik secara luas lewat single hit "Teruntuk Mia", merajut kerinduan di trek "Simpan Dulu Rindu", hingga gebrakan kolaborasinya bersama rapper Basboi dalam lagu "Yank". Melalui Sarapan di Hari Minggu, Nuh… menawarkan 9 nomor lagu yang secara sadar menjauh dari narasi megah dan dramatis. Ia justru memilih untuk menyelami dan merayakan keindahan pada momen-momen sederhana di sela rutinitas yang riuh. Album ini dirancang layaknya ruang istirahat yang aman dan nyaman bagi para pendengarnya.
"Album ini sebenarnya terinspirasi dari keseharian. Menurutku sarapan di hari Minggu itu menenangkan dan menyenangkan, berbeda dari sarapan di hari- hari lain. Kalau hari-hari lain itu seperti buru-buru dan dikejar waktu, kadang sampai makan sambil menyetir, hahaha," ungkap Nuh… menceritakan proses kreatif dan visi di balik karyanya. "Jadi, begitu juga yang kuharapkan diterima orang lain dari album ini: menenangkan dan menyenangkan."
Dua Kutub Emosi: Dari Kenyamanan Akhir Pekan hingga Kehilangan Terdalam Bercerita dengan kejujuran penuh, Nuh… membagi album ini ke dalam spektrum emosi yang kaya. Hal ini direpresentasikan secara kuat pada dua nomor andalannya: "Sarapan di Hari Minggu" dan "Cinta Tanpa Tapi". Sebagai focus track, "Sarapan di Hari Minggu" menceritakan kenyamanan yang membebaskan di akhir pekan, namun tetap dibalut dengan kesadaran akan pakem-pakem yang harus dijaga. Identitas lokal dan nostalgia pada lagu ini diterjemahkan dengan sangat manis pada artwork album yang menampilkan ilustrasi cat air berupa hidangan mie ayam dan nasi goreng lengkap dengan kondimennya, sebuah pemandangan pagi yang sangat lekat dengan masyarakat Indonesia.
Berbanding terbalik dengan kehangatan tersebut, "Cinta Tanpa Tapi" membawa pendengar ke palung emosi terdalam. Memaknai unconditional love, lagu ini secara khusus didedikasikan Nuh… untuk orang tua yang telah berpulang. Trek ini dengan brilian menangkap momen emosional dan rasa perih dari penyesalan seorang anak yang mungkin baru saja mandiri dan mampu membahagiakan, namun dihadapkan pada realita kehilangan.
Album Sarapan di Hari Minggu sudah dapat dinikmati di Spotify, Apple Music, YouTube Music, dan seluruh digital streaming platform (DSP) terkemuka lainnya. Bersamaan dengan rilisnya album ini, video lirik resmi juga telah diluncurkan di kanal YouTube Nuh..
oridistro.com
music.youtube.com/watch?v=UJp1MnslyvQ
#Nuh
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
Wednesday July 15th, 2026
𝗕𝗔𝗕 𝗜: 𝗦𝘄𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗟𝗼𝗸𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗧𝗲𝗿𝗵𝗮𝗺𝗽𝗮𝗿
Alkisah, maka tersebutlah perkataan tatkala bumi baru saja dihamparkan oleh Sang Hyang Pencipta. Maka terbentanglah sejauh mata memandang sebuah hamparan ijau yang mahaluas, menyerupai sepotong swarga loka (surga) yang sengaja dijatuhkan ke dunia fana. Tiada tara indahnya, berkilau-kilauan laksana permata zamrud di tengah ratna mutu manikam.
Maka alam pun genaplah sudah purnanya (sempurna), menjadi sebuah mandala yang suci. Segala rupa tumbuh-tumbuhan dan margasatwa dijadikan untuk memberi prana (napas kehidupan) bagi segenap anak cucu Nabi Adam alaihis-salam yang mendiami bumi. Hatta, udara yang berembus di antara pepohonan itu membawa kesembuhan dan ketenteraman bagi kalbu yang gundah gulana.
𝗕𝗔𝗕 𝗜𝗜: 𝗣𝗿𝗮𝗻𝗮 𝗧𝗮𝗻𝗽𝗮 𝗠𝗮𝗻𝘁𝗿𝗮
Syahdan, di dalam kegelapan tanah yang subur, mulailah akar-akar pepohonan itu meraja—menancap kuat bagai tiang-tiang pancang jagat raya. Maka daun-daunnya yang rimbun pun tiada henti-hentinya menghembuskan udara suci, menjadi napas hidup bagi sekalian manusia.
Maka berlakulah sebuah keajaiban yang agung di atas muka bumi:
"Tanpa rapalan mantra, tanpa jampi-jampi sang dukun, tetiba tunas-tunas hijau itu tumbuh menyembul dari balik persada. Mereka bangkit di antara titik-titik embun suci yang membasahi tanah, patuh semata-mata kepada perintah Sang Hyang Widhi."
Ranting-ranting pohon itu pun saling bertautan, berkeluk-kelik laksana jemari sepasang kekasih yang sedang bermunajat. Mereka menengadah ke langit, mengharap-harap pertemuan dengan sang warsa (hujan) yang membawa rahmat. Segala isi rimba itu tunduk dan patuh pada rtam—siklus semesta yang abadi, tiada pernah ingkar walau seujung rambut.
𝗕𝗔𝗕 𝗜𝗜𝗜: 𝗠𝗼𝗵𝗮𝗻𝗮 𝗣𝗲𝗿𝗮𝗱𝗮𝗯𝗮𝗻 𝗠𝗮𝗻𝘂𝘀𝗶𝗮
Arkian, maka berlalulah masa demi masa. Hutan telah lama bersemi dan senantiasa bersedia menjadi payung yang meneduhkan sekalian makhluk dari teriknya sang surya. Akan tetapi, tersebutlah kisah tentang manusia yang kian hari kian beralih rupa. Mereka telah terbuai dan terlena di dalam kemewahan peradaban duniawi.
Manusia di dalam masa itu telah terjangkit penyakit mohana (kebingungan/delusi). Mereka mengira bahwa gedung-gedung batu yang menjulang tinggi dan kilauan logam adalah puncak kejayaan, hingga mereka buta terhadap hijaunya rimba yang telah menghidupi mereka. Mereka lupa bahwa tanpa napas dari sang hutan, niscaya binasalah segala kemegahan yang mereka agungkan itu. Namun, sang hutan tetap diam, tetap teduh, memaafkan keangkuhan anak cucu Adam dengan kesabaran yang tiada bertepi.
𝗕𝗔𝗕 𝗜𝗩: 𝗦𝗮𝗯𝗱𝗮 𝗱𝗶 𝗗𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗦𝘂𝗻𝘆𝗶
Hatta, pada bagian yang penghabisan, ketahuilah olehmu wahai pembaca, bahwasanya hutan itu adalah sebuah anugerah yang nyata, yang diturunkan tanpa tirai penghalang. Di balik rimbunnya dedaunan dan sunyinya belantara, hutan sesungguhnya sedang mengungkap makna kehidupan yang sejati.
Di sana, terdengar suara angin yang berdesir di sela-sela pohon, mengalirkan nuansa kedamaian yang magis. Itu tiada lain adalah sabda alam yang gaib, yang berbisik kepada jiwa-jiwa yang mau mendengar: bahwa kehidupan ini adalah tentang memberi tanpa meminta kembali, dan tumbuh dalam keselarasan bersama alam semesta.
Maka sedari itu, selama embun masih membasahi tanah, dan selama tunas-tunas baru tetap tumbuh tanpa mantra, maka di sanalah harapan bagi kelangsungan hidup manusia akan tetap abadi, terpelihara di dalam pelukan sang hutan yang maharahim. … See MoreSee Less
Konten ini tidak tersedia saat ini
Konten tidak bisa dilihat biasanya karena pemilik hanya membagikannya kepada sekelompok kecil orang, mengubah siapa yang bisa melihatnya, atau sudah dihapus.Wednesday July 15th, 2026
Setelah memperkenalkan langkah terbaru mereka menuju album penuh yang akan dirilis tahun ini, band pop asal Malang, Liqua, kembali dengan single bertajuk “Cerita Dewasa”. Lagu ini menjadi refleksi tentang fase kehidupan yang akrab dialami banyak orang: ketika tuntutan, tanggung jawab, dan realitas hidup datang bersamaan, sementara diri sendiri tetap dituntut untuk terlihat baik-baik saja.
"Berangkat dari kegelisahan dalam memasuki fase dewasa, tanggung jawab dan rutinitas yang berulang namun harus terlihat baik-baik saja. Dari situ terpikir untuk menulis sebuah lagu supaya bisa diekspresikan ke hal yang positif," ujar Reza.
Tema yang diangkat dalam lagu ini juga beririsan dengan fenomena sandwich generation yang semakin dekat dengan kehidupan anak muda saat ini. Di usia produktif, banyak orang tidak hanya berjuang membangun masa depan mereka sendiri, tetapi juga mulai memikul tanggung jawab terhadap keluarga dan lingkungan sekitarnya.
"Di usia yang seharusnya fokus membangun masa depan sendiri, banyak juga yang mulai memikirkan keluarga dan berbagai tanggung jawab lainnya. Jadi ketika lagu ini dibuat, rasanya dekat sekali dengan realitas yang sedang dialami generasi sekarang," tambah Ergi.
“Cerita Dewasa” menangkap berbagai kontradiksi yang hadir dalam proses bertumbuh. Salah satu bagian yang paling mewakili pesan lagu ini terdapat pada penggalan:
"Tumbuh dewasa amat susah, tak mudah bersikap serba salah."
Bagi Liqua, “Cerita Dewasa” bukan hanya megenai keluh kesah. Lagu ini juga berbicara tentang penerimaan. Tentang bagaimana seseorang belajar menerima keadaan, tetap berusaha memperjuangkan apa yang masih bisa diperjuangkan, dan terus melangkah meski dengan langkah yang pelan.
"Kami ingin menyampaikan bahwa merasa lelah dalam menjalani hidup adalah hal yang manusiawi. Terima apa yang sedang terjadi, usahakan apa yang masih bisa diperjuangkan, dan tetap melangkah meskipun perlahan," ungkap Benny.
Dalam proses penulisannya, Reza mengaku sempat terinspirasi oleh beberapa karya dari Gerald Situmorang. Namun seiring berjalannya proses produksi, lagu ini berkembang menjadi sesuatu yang lebih personal dan lebih mencerminkan identitas musikal Liqua.
Melalui lagu ini, Liqua berharap para pendengar bisa menemukan ruang untuk beristirahat sejenak dari segala tekanan yang sedang mereka hadapi.
"Kami berharap pendengar bisa merasa ditemani setelah mendengarkan lagu ini. Jika mereka mendapatkan sedikit kekuatan untuk terus berjalan dan menyadari bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi hidup, itu sudah menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami," tutup Welly.
Jika seluruh isi lagu ini harus dirangkum dalam satu kalimat, Liqua punya pesan sederhana untuk siapa pun yang sedang berjuang menghadapi hidup:
"Hadapi dengan tangguh."
“Cerita Dewasa” menjadi langkah berikutnya dari perjalanan Liqua menuju album penuh mereka di tahun 2026, sekaligus pengingat bahwa menjadi dewasa memang tidak mudah, tetapi selalu ada cara untuk terus melangkah.
“Cerita Dewasa” sudah dapat didengarkan di seluruh Digital Streaming Platforms (DSP) sejak Selasa, 7 Juli 2026.
oridistro.com
music.apple.com/id/song/cerita-dewasa/6784315224
#Liqua
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
Wednesday July 15th, 2026
Anggota WOLF HOWL HARMONY, GHEE, menghabiskan sebagian masa kecilnya di São Paulo. Bertahun-tahun kemudian, ia kembali – kali ini di atas panggung, dan untuk pertama kalinya tampil di sana di hadapan penonton yang telah mengiriminya pesan online selama bertahun-tahun tanpa pernah bertemu langsung dengannya.
Namun, itu berubah dua minggu lalu di Anime Friends 2026.
Debut WOLF HOWL HARMONY di Brasil bukan hanya pasar baru bagi grup tersebut. Bagi GHEE, itu adalah hal terdekat dengan kepulangan yang bisa dirasakan melalui pertunjukan langsung. "Kembali ke Brasil dan berdiri di atas panggung itu berarti lebih dari yang bisa saya jelaskan," katanya. "Saya bisa terhubung kembali dengan komunitas LOVERED lokal secara langsung untuk pertama kalinya, dan rasanya seperti membalas budi kepada keluarga saya di sini."
Pertunjukan dibuka dengan keras dengan "BAKUON -爆音-" dan "Gachi Funk", keduanya dibangun di atas pengaruh funk Brasil, sebelum grup tersebut beralih ke sapaan berbahasa Portugis dan obrolan dwibahasa tentang anime favorit mereka.
HIROTO, yang tumbuh besar dengan menonton sepak bola Brasil, mengatakan perjalanan ini memberikan tempat bagi kekagumannya untuk terwujud: "Berada di sini secara langsung, merasakan betapa hangatnya orang-orang menyambut kami, membuat kekaguman itu menjadi nyata. Ini adalah koneksi yang ingin terus saya bangun."
Ketika grup tersebut beralih ke cuplikan acapella lagu-lagu Dragon Ball dan Naruto, penonton langsung ikut bernyanyi, salah satu dari beberapa momen di mana pertunjukan berubah menjadi nyanyian bersama.
Kemudian datang "PLEASE", sebuah lagu baru yang dibangun di sekitar perjalanan grup itu sendiri, empat orang yang saling mendukung melewati keraguan dan harapan dalam ukuran yang sama. Lagu ini dibuka dengan acapella empat bagian, dan ketika itu dimainkan secara langsung, kebisingan di ruangan mereda hingga hampir hening sebelum kembali meningkat menjadi sesuatu yang lebih besar.
SUZUKI menyebutnya sebagai salah satu pertunjukan terbaik yang pernah dimainkan grup tersebut: "Orang-orang yang belum pernah mendengar musik kami sebelumnya langsung ikut bergoyang, dan saat itulah saya benar-benar mengerti apa yang dimaksud orang ketika mereka mengatakan musik tidak mengenal batas."
Sepanjang penampilan, grup ini menyisipkan gaya tari yang sedang tren di Brasil, sebuah penghormatan yang disengaja terhadap budaya lokal yang mempererat hubungan dengan penonton daripada sekadar tampil di hadapan mereka.
Grup ini juga membawakan single terbaru mereka "ココニイル Kokoniiru", lagu penutup anime Iwamoto-senpai no Suisen, yang dinyanyikan sepenuhnya dalam bahasa Jepang. Penonton tetap ikut menyanyikan setiap kata, bukan karena hal itu tidak terduga, tetapi karena itulah yang dilakukan oleh penggemar yang sudah terikat dengan musik ini ketika sang artis akhirnya tampil secara langsung.
RYOJI mengatakan bahwa koneksi itu sudah ada bahkan sebelum ia naik ke panggung: "Saya sebenarnya merasa percaya diri bahkan sebelum naik ke panggung, karena GHEE telah membangun koneksi dengan penggemar di Brasil secara online, dan kami juga merasakan koneksi itu. Begitu saya berada di atas panggung, energi dan cinta yang saya rasakan jauh melampaui apa yang saya bayangkan. Banyak orang yang baru pertama kali mengenal kami, dan saya sudah tahu saya ingin kembali lagi."
Penampilan encore ditutup dengan "LOVE RED", lagu yang menjadi asal nama grup ini di kalangan penggemarnya, lagu yang telah mereka bawakan bahkan sebelum debut. Seorang perwakilan media lokal yang hadir di konser tersebut mengatakan bahwa WOLF HOWL HARMONY telah menciptakan sesuatu yang benar-benar unik, tidak hanya di dalam J-pop tetapi juga di antara artis Asia secara lebih luas, dan mengisyaratkan bahwa tur solo ke Brasil, atau tur yang lebih luas di Amerika Latin, mungkin tidak akan lama lagi.
Tentang WOLF HOWL HARMONY
Grup vokal dan rap beranggotakan empat orang yang terdiri dari GHEE dan HIROTO, finalis "iCON Z – Dreams For Children," audisi terbesar LDH dengan 48.000 peserta, bergabung dengan RYOJI dan SUZUKI, yang bergabung dari babak kedua iCON Z dan juga aktif sebagai grup paduan suara DEEP SQUAD. Nama WOLF HOWL HARMONY berasal dari gagasan bahwa "para anggota yang kisah hidupnya saling tumpang tindih, masing-masing membawa melankoli seperti serigala penyendiri, berkumpul seolah-olah karena takdir."
Selain aktivitas di Jepang, grup ini juga aktif secara energik di Thailand sejak tahun lalu, dan pada Juli 2025 memenangkan penghargaan Grup Boy Terbaik di "ASIA TOP AWARDS," sebuah acara penghargaan internasional yang menghormati hiburan dan budaya Asia.
Sejak debut mereka, total jumlah streaming lagu mereka telah melampaui 65 juta. Mereka adalah grup generasi baru yang aktif secara global, dipersenjatai dengan kemampuan vokal dan keterampilan rap yang luar biasa.
oridistro.com
open.spotify.com/playlist/1vjbaW6PitqjAqm00qzO38
#Avex
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartnersPlaylist · WOLF HOWL HARMONY_official · 16 items · 248 saves … See MoreSee Less
Tuesday July 14th, 2026
𝗕𝗔𝗕 𝗜: 𝗦𝗺𝗮𝗿𝗮𝗻 (𝗕𝗮𝘆𝗮𝗻𝗴-𝗕𝗮𝘆𝗮𝗻𝗴 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗠𝗲𝗻𝗴𝗴𝗼𝗱𝗮 𝗝𝗶𝘄𝗮)
Alkisah, maka tersebutlah perkataan seorang kelana yang sedang bersemayam di dalam bilik kesunyiannya. Hatta, setiap kali sang bayu berembus menerpa jendela, maka setiap kali itulah ia terkenang akan dambaan citanya. Jiwanya memanggil-manggil dalam lara, "Wahai asmaradhana-ku, setiap kali detak waktu berputar, tiada lain yang menjelma melainkan dirimu di dalam benakku."
Maka ia pun bermadah seolah-olah sang kekasih ada di hadapannya, mengucapkan salam takzim kepada bayang-bayang (chaya) yang kerap bermain di pelupuk mata. Sungguh pun jasad telah terpisah oleh jarak, batinnya tetap meratap, memohon agar sunyi itu sudi mengembalikan seulas suara yang dahulu senantiasa membelai rungu. Namun, yang terdengar hanyalah gema dari suaranya sendiri, menambah pilu yang tiada tertanggung.
𝗕𝗔𝗕 𝗜𝗜: 𝗗𝘂𝗸𝗵𝗮 𝗧𝗶𝗿𝘁𝗮 (𝗔𝗶𝗿 𝗠𝗮𝘁𝗮 𝗗𝗶𝗻𝗴𝗶𝗻 𝗱𝗶 𝗕𝗮𝗹𝗶𝗸 𝗠𝗮𝗹𝗮𝗺)
Syahdan, apabila sang surya telah tenggelam dan malam membentangkan sayapnya yang kelam, maka bermulalah penderitaan (dukha) yang mahaberat. Di saat sekalian makhluk telah terlelap, sang kelana terjaga seorang diri. Alangkah remuk redam rasa di dalam dadanya, laksana diiris oleh sembilu.
"Hati ini menangis tiada berdarah, memancarkan air mata yang dingin (shita ashru) yang senantiasa mengenang di sudut netra. Tiada lagi harapan yang tersisa, dan musnahlah sudah segala impian tentang asmara."
Arkian, ia mendapati dirinya kini berdiri di atas jalanan yang hampa (sunyata), sebuah lorong panjang yang tiada berujung lagi teramat jauh dari jangkauan manusia. Segala keindahan masa lalu telah sirna, meninggalkan dirinya terompa-amping dalam arus takdir yang kelam.
𝗕𝗔𝗕 𝗜𝗜𝗜: 𝗬𝗮𝗰𝗵𝗮𝗻𝗮 (𝗣𝗲𝗿𝗺𝗼𝗵𝗼𝗻𝗮𝗻 𝗱𝗶 𝗔𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴 𝗕𝗮𝘁𝗮𝘀 𝗠𝗶𝗺𝗽𝗶)
Maka dalam keputusasaan yang teramat sangat, sang kelana pun menengadah ke langit malam, menyampaikan yachana (permohonan) yang penghabisan. Jikalau perpisahan ini adalah suratan yang tak dapat ditolak, maka ia memohon sekelumit keajaiban untuk malam ini saja.
"Berikanlah kepadaku seulas senyummu yang manis sebagai bekal bagiku mengarungi malam. Bawalah sukmaku bersamamu menuju tanah impian (swarga loka), tempat di mana rasa peduli belum mati. Berikanlah kecupanmu yang terakhir, dan genggamlah jemariku ini dengan erat, jangan biarkan aku berjalan seorang diri tanpa teman di tengah malam yang mencekam ini."
Namun, langit tetap membisu. Ke mana gerangan kaki harus melangkah untuk mencari jejakmu, tatkala pandangan mata telah dikaburkan oleh pekatnya kabut duka? Segala-galanya kini telah usai, binasa untuk selama-lamanya (ananta).
𝗕𝗔𝗕 𝗜𝗩: 𝗧𝘆𝗮𝗴𝗮 𝗛𝗿𝗶𝗱𝗮𝘆𝗮 (𝗛𝗮𝘁𝗶 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗧𝗲𝗿𝗱𝗮𝗺𝗽𝗮𝗿)
Hatta pada kesudahannya, fajar tiada kunjung menyingsing di dalam kalbunya. Impian tentang cinta telah benar-benar padam, berganti dengan kepasrahan yang dingin. Sang kelana kini menerima takdirnya sebagai Tyaga Hridaya—sebuah hati yang telah layu, terbuang, dan ditinggalkan sendirian di sudut jagat raya.
Ia berjalan gontai menembus kabut, tiada lagi meratap, tiada lagi memanggil. Segala lirik rindu yang dahulu menggelora, kini telah membeku menjadi prasasti bisu di dalam dadanya. Ia pasrah kepada perputaran cakra manggilingan, membiarkan dirinya hanyut dalam keabadian sunyi yang menanti di depan sana.COLDERRA – Abandoned Heart
youtu.be/Gz3poVMuetk
www.colderra.com
#Colderra
#ColderraMusic
#PowerMetal
#SpeedMetal
#HeavyMetal … See MoreSee Less
Tuesday July 14th, 2026
Setelah sukses dengan single perdana yang berjudul “Pelan-Pelan Sembuh”, Kini & Nanti kembali mengeluarkan karya terbaru berjudul “CUKUP HARI INI”. Sebuah lagu yang lahir dari pengalaman sederhana yang mungkin pernah dirasakan banyak orang, seperti kelelahan menghadapi hari yang panjang, perasaan belum cukup, dan tekanan untuk selalu menyelesaikan semuanya.
Melalui lirik yang jujur dan dekat dengan keseharian, Duo Kini & Nanti, Sara Riesma (vokalis) dan Alit Sinyo (music arranger dan pencipta lagu), mengajak pendengar untuk berhenti sejenak, mengakui batas dirinya, dan mensyukuri bahwa setiap hari dan langkah kehidupan patut untuk disyukuri, sebagai wujud keberhasilan melewati hari ini. "Hari ini cukup. Aku boleh berhenti sejenak tanpa rasa bersalah”
Kalimat tersebut menjadi inti dari pesan yang ingin disampaikan melalui lagu ini. Bukan tentang menyerah, melainkan tentang menerima bahwa setiap jiwa memiliki batas, dan hanya diri sendirilah yang benar-benar memahami batas tersebut. "CUKUP HARI INI" juga menjadi pengingat bahwa meskipun hari ini tidak berjalan sesuai harapan, masih ada banyak hal yang layak disyukuri. Bahwa jatuh dan bangun adalah bagian dari perjalanan, dan esok selalu membawa kesempatan baru untuk mencoba kembali.
Sesuai dengan identitas yang mereka bangun sebagai emotional companion music, Kini & Nanti berharap dapat menjadi teman perjalanan bagi siapa saja yang sedang menghadapi kegundahan hati, kepenatan pikiran, maupun rasa tidak cukup yang sering hadir dalam kehidupan sehari-hari. Dapat menjadi sahabat yang menemani dalam proses menerima, mengikhlaskan, dan menemukan ketenangan dalam diri. Karena pada akhirnya, sebelum esok hari datang, kita perlu menikmati proses, bersyukur dengan yang sudah dicapai, dan bersiap untuk menghadapi esok.
Kini & Nanti adalah duo musik yang menghadirkan karya reflektif dengan pendekatan hangat dan mindful, juga concern dengan personal growth dan mental health. Mereka ingin membangun ruang yang dapat menjadi teman dalam berproses dalam kehidupan. Musik mereka berbicara tentang proses hidup, hubungan, dan keberanian menerima diri sendiri. Melalui musik dan komunitas yang dibangun bersama para “Sahabat Kinan”, Kini & Nanti berupaya menciptakan ruang yang nyaman untuk bertumbuh, berbagi cerita, dan menemukan ketenangan di tengah riuhnya kehidupan.
oridistro.com
music.youtube.com/watch?v=VG9ojhFrvpA
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
Tuesday July 14th, 2026
Setiap orang pernah kalah dalam perdebatan dengan diri sendiri. karanoah (カラノア) baru saja mengubah perasaan itu menjadi sebuah lagu, dan memberikannya kepada anime samurai sebagai lagu penutup barunya.
"ばけもん Bakemon" adalah lagu penutup resmi musim kedua untuk anime TV Yoroi-Shinden Samurai Troopers. Refrain "Bakemon vs Bakemon" secara harfiah diterjemahkan sebagai monster melawan monster, tetapi karanoah tidak menulis tentang dua makhluk berbeda yang bertarung. Mereka menulis konflik yang sama dari kedua sisi sekaligus, protagonis dan musuh, pahlawan dan penjahat, menjalankan skrip emosional yang sama tanpa disadari oleh salah satu pihak. Itu adalah lagu yang jauh lebih sulit untuk dibuat daripada lagu tema karakter standar, dan jauh lebih menarik untuk dinikmati.
Lagu ini pantas mendapatkan dramanya. Seruling tradisional, gendang Wadaiko, dan suara tebasan pedang diambil langsung dari dunia serial tersebut, kemudian dimasukkan ke dalam aransemen modern yang diasah oleh gaya produksi pemotongan audio khas karanoah—padat, cepat, dan dirancang untuk menggerakkan. Ungkapan yang longgar dan percakapan mengalir di bawah semuanya, alih-alih bahasa lagu karakter yang megah seperti biasanya, yang membuat keseluruhan lagu terasa seperti percakapan orang sungguhan, bukan lagu tema yang diputar untuk Anda.
Peluncuran ini tidak berhenti hanya pada lagunya. Video musik untuk "ばけもん Bakemon" akan dirilis pada 14 Juli, dan karanoah juga tidak berhenti di situ: band ini baru saja mengkonfirmasi pertunjukan solo mereka setelah sekian lama, yang juga berjudul "Bakemon vs Bakemon", pada 23 September di Shinjuku SAMURAI, sebuah tempat yang dipilih secara sengaja karena Yoroi-Shinden Samurai Troopers berlatar di Shinjuku. Judul dan lokasi, sengaja disatukan.
Apa pun sisi pertarungan yang Anda dukung, karanoah yakin Anda akan mengenalinya.
Tentang karanoah カラノア
karanoah adalah band beranggotakan tiga orang yang terdiri dari Yudai (Vokal, Gitar), Tatsuki (Bass), dan Kazuki (Drum). Dengan vokal yang lembut namun kuat dan jernih, mereka memikat pendengar melalui berbagai genre termasuk rock, pop, dan alternatif.
Band ini memulai aktivitas penuh pada tahun 2023. Pada April 2024, mereka merilis “nemu ねむ” sebagai lagu penutup untuk Unbelievable (奇跡体験!アンビリバボー) di Fuji TV, menandai kolaborasi pertama mereka. Melanjutkan serangkaian rilis yang stabil, lagu mereka “aquarium,” dari EP digital Neon Tetra yang dirilis pada 9 Juli 2025, ditulis sebagai lagu pembuka untuk drama TV Tokyo Ameagari no Bokura ni Tsuite.
Pada tanggal 17 September tahun yang sama, mereka melakukan debut besar mereka di bawah naungan A.S.A.B. Setelah merilis single utama pertama mereka "rei レイ", lagu baru mereka "BAN 番" dipilih sebagai lagu penutup untuk bagian kedua anime TV Gachiakuta, dengan cepat menarik perhatian karena musikalitas mereka yang luar biasa. Pada tahun 2026, mereka merilis single pertama mereka tahun itu, "Planarian プラナリア".
Didukung oleh keterampilan yang terus diasah sejak pembentukan mereka, penampilan live karanoah secara jelas menampilkan suara perpaduan genre mereka, memikat penonton. Pada tahun 2023, mereka memenangkan hadiah utama di Audisi MONSTER baSH 2023, dan pada tahun 2024, mereka terpilih sebagai pemenang ROAD TO ROCK IN JAPAN FES. CHIBA 2024. Mereka juga tampil di ROCK IN JAPAN FESTIVAL 2024, yang menandai mereka sebagai band rock generasi penerus yang patut diperhatikan.
oridistro.com
mora.jp/package/43000002/ANTCD-A0000020272_F/
#Avex
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
mora.jp
Monday July 13th, 2026
Mengawali paruh kedua tahun 2026, solois berbakat Inas Hafizhah siap menyapa para penikmat musik Tanah Air melalui perilisan karya terbarunya yang bertajuk "Tumbuh Berdua". Mengusung genre Pop yang easy listening dan hangat, single ini akan dirilis secara resmi di seluruh platform musik digital pada 3 Juli 2026 di bawah naungan label NAGASWARA.
"Tumbuh Berdua" menyajikan melodi yang memanjakan telinga dengan lirik yang relevan bagi banyak pendengar. Sesuai dengan judulnya, lagu ini mengemas pesan tentang perjalanan sebuah hubungan, komitmen, dan harapan untuk terus melangkah serta berproses bersama.
Di balik layar, proses kreatif lagu ini didukung oleh barisan musisi dan tim produksi yang solid. Aries Budi Wahono mengambil peran ganda yang krusial sebagai Komposer sekaligus Produser, memastikan pesan dalam lagu ini tersampaikan dengan sempurna. Departemen aransemen diramu secara apik oleh kolaborasi antara M. Audia Julian Rifarji dan Aries Budi Wahono.
Untuk memaksimalkan karakter vokal Inas Hafizhah yang khas, M. Audia Julian Rifarji juga turun tangan langsung sebagai Vocal Director serta mengisi Backing Vocal. Kekayaan aransemen musik "Tumbuh Berdua" semakin terasa berkat iringan keyboard dari Algia Ramadhan dan sentuhan gitar dari Kevin Jonathan. Sementara itu, sentuhan akhir pada proses Mixing dan Mastering dipercayakan kepada engineer berpengalaman, Depp, yang menjamin kualitas tata suara bertaraf industri.
Melalui rilisnya "Tumbuh Berdua", Inas Hafizhah berharap karyanya dapat diterima dengan baik oleh pecinta musik pop Indonesia dan menjadi soundtrack bagi mereka yang sedang merajut harmoni bersama pasangan.
Single "Tumbuh Berdua" akan dapat dinikmati di seluruh Digital Streaming Platform (DSP) seperti Spotify, Apple Music, YouTube Music, serta diputar serentak di stasiun-stasiun radio seluruh Indonesia mulai 3 Juli 2026.
oridistro.com
music.youtube.com/watch?v=-Lc7T0ozFvI
#InasHafizhah
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
Monday July 13th, 2026
Penyanyi dan pencipta lagu Fyan Ahmad resmi merilis single terbaru berjudul “Pengantin Surga”. Karya ini hadir sebagai ungkapan cinta yang tulus, serius, dan berorientasi pada komitmen sehidup semati hingga akhirat.
“Pengantin Surga” mengangkat tema lamaran yang sakral, bukan sekadar ungkapan rindu. Dibuka dengan bait “Sekian lama kumencintamu, kini saatnya ku harus nyatakan kesungguhanku tuk melamar cintamu”, lagu ini menyampaikan bahwa cinta sejati adalah janji yang dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan.
Dengan aransemen musik ballad dan vokal khas Fyan Ahmad yang emosional, lagu ini menjadi representasi bagi siapa saja yang sedang memperjuangkan cinta dalam diam, menunggu kepastian, atau mempersiapkan diri menuju pernikahan. Bagian reff “Maukah kamu menikah denganku… aku ingin kau menjadi Pengantin Surgaku” menjadi inti pesan: ajakan membangun rumah tangga yang diridhoi.
Fyan Ahmad menjelaskan, “Lagu ini lahir dari doa di sepertiga malam. ‘Kulangitkan namamu disepertiga malamku, doaku hanya untukmu’ — karena cinta yang benar menurut saya adalah cinta yang dibawa dalam doa, bukan hanya dituntut oleh hati.”
“Pengantin Surga” ditujukan untuk pendengar yang mencari makna cinta yang lebih dalam, yang berakar pada iman, kesetiaan, dan takdir. Lagu ini cocok diputar untuk segmen cinta, keluarga, dan inspirasi kehidupan di radio.
Single “Pengantin Surga” oleh Fyan Ahmad kini sudah tersedia dan dapat diputar di seluruh stasiun radio serta platform digital streaming.
Tentang Fyan Ahmad
Fyan Ahmad adalah musisi Tanah Air yang dikenal dengan karya-karya bernuansa romantis.Melalui lirik yang puitis dan pesan yang menyentuh, ia konsisten menghadirkan lagu yang menjadi pengiring perjalanan cinta pendengarnya.
oridistro.com
music.youtube.com/watch?v=W1NB0cymJyU
#FyanAhmad
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
Monday July 13th, 2026
Setelah resmi merilis single “bERANI, Kunto Aji melanjutkan perjalanan lagu tersebut melalui sebuah pengalaman bertajuk “bERANI Update Kehidupan” yang diselenggarakan beberapa waktu lalu di Buku Akik, Yogyakarta. Bukan sekadar perayaan rilis single, aktivitas ini dirancang sebagai ruang untuk mengalami “bERANI” secara lebih utuh lewat musik, percakapan, hingga pengalaman yang dapat dibawa pulang.
Mengusung format intimate, “bERANI Update Kehidupan” sengaja mempertemukan Kunto Aji dan para pendengarnya dalam suasana yang lebih personal. Dengan kapasitas yang dibatasi hanya untuk 25 peserta dengan syarat harus hafal lagu “bERANI”, acara ini membuka ruang untuk berbagi cerita, mendengarkan, dan merefleksikan pengalaman hidup bersama.
Salah satu pengalaman eksklusif yang dihadirkan dalam acara ini adalah Blind Book, sebuah buku tanpa identitas di bagian sampul yang menjadi interpretasi nyata dari lirik “Simpan buku yang kuberi, di sana tertuliskan mimpi-mimpi besarku”. Melalui Blind Book, setiap peserta diajak menemukan makna mereka sendiri, sekaligus membawa pulang bagian dari perjalanan “bERANI” yang terus hidup, bahkan setelah acara selesai. Selain Blind Book, peserta juga disuguhi Exclusive Zine bERANI x Buku Akik yang dirancang khusus untuk acara “bERANI Update Kehidupan”. Bersama Blind Book, kedua materi ini menjadi medium yang memperpanjang cerita “bERANI”, menghadirkan ruang eksplorasi yang terus berlanjut, bahkan ketika musik selesai diputar.
“Lewat “bERANI Update Kehidupan”, saya ingin lagu ini tidak berhenti di streaming platform. Saya ingin ia hadir dalam percakapan, dalam buku yang dibawa pulang, dalam pertemuan orang-orang, dan semoga terus hidup setelah acara ini selesai. Kalau ‘bERANI’ adalah ajakan untuk memilih tetap hadir, maka pengalaman ini adalah salah satu cara untuk menjalaninya bersama,” ujar Kunto Aji.
Yogyakarta menjadi bab pertama dari rangkaian "bERANI Update Kehidupan". Perjalanan ini akan berlanjut ke berbagai kota sebagai ruang bagi lebih banyak orang untuk berhenti sejenak, melakukan update kehidupan, dan berjalan bersama menuju semesta Kuda Hitam. Informasi mengenai jadwal dan kota berikutnya akan diumumkan melalui kanal Instagram Kunto Aji (@kuntoajiw).
oridistro.com
www.instagram.com/p/DZryLiZJVgn/
#KuntoAji
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
Monday July 13th, 2026
Ada kalanya kegagalan membuat kita enggan untuk melakukan hal yang sama kedua kalinya, namun melalui sebuah kegagalan, ada kesempatan untuk dapat memperbaiki sebuah kesalahan dan memperbaiki diri. Hal itu juga terdapat dalam potongan intro Don’t Mad at Me bahwa “every mistake teaches a lesson, no burden is beyond our strength” yang diambil dari potongan ayat dalam dua kitab suci. Kalimat itu diambil atas dasar untuk menguatkan pemaknaan lagu secara keseluruhan.
Don’t Mad at Me sendiri bercerita tentang bagaimana bentuk keseriusan dan usaha seorang lelaki untuk dengan sepenuh hati memberikan tidak hanya hati, melainkan perasaan ketika meluangkan tenaga lebih dalam bentuk mencintai yang seutuhnya. Sebab, bagaimanapun juga usaha dalam bentuk sekecil apapun adalah luangan waktu dan tenaga yang coba diberikan untuk dapat menjaga bagaimana sebuah hubungan itu dapat berjalan. Hal yang coba diangkat LORRA tentang usaha seremeh mungkin terdapat dalam potongan lirik “Don’t mad at me, I cannot cook for you, but I can love you. Don’t mad at me, I cannot take you to a fancy place to dine,” kadang terdengar klise, namun hal sekecil apapun pantasnya mendapatkan apresiasi dua arah dalam sebuah hubungan.
Masih dengan bagaimana LORRA memberikan eskalasi dalam lirik-lirik lagunya, Don’t Mad at Me juga merupakan sebuah lagu, yang dalam penulisan liriknya terdapat dua fase usaha dan penerimaan kenyataan untuk lebih memberikan ruang pada diri sendiri. Verse satu dalam lagu Don’t Mad at Me menceritakan sebuah fase ketika usaha dalam sebuah hubungan benar-benar dibentuk dari sebuah ketulusan. Sementara pada verse dua pasca chorus, mulai terdapat fase lanjutan bahwa wujud realitas dalam sebuah hubungan tidak akan mampu dibentuk sendirian, melainkan butuh wujud realistis untuk bisa menyelamatkan diri sendiri. Maka dari itu, terdapat lirik pre-chorus setelah verse dua “hopefully I think about me, someday. All the quite things I’ve never said” yang mempertegas eskalasi agar fase penyelamatan diri sendiri dari sebuah hubungan yang penuh effort.
Pada akhirnya, masing-masing saling memperbaiki. Belajar daris ebuah kesalah yang terjadi. Berkaca dari lirik awalnya, LORRA memberikan konklusi tentang evaluasi yang mampu dilakukan untuk menyelamatkan sebuah hubungan. Satunya berusaha untuk menyelamatkan diri sendiri dengan meluangkan hatinya agar tidak terlalu menyakiti diri sendiri, pihak lainnya meluangkan hati untuk bisa lebih mengerti bagaimana effort itu datang dan menghargai kondisi yang sudah berusaha diwujudkan oleh pasangan. Pada lirik outro, masing-masing berusaha mengerti, entah apakah itu sebuah harapan atau manifestasi dari usaha untuk menyelamatkan hubungan, yang tertuang dalam lirik repetisi “someday; someday with you,” dilanjutkan dengan lirik berulang “in another dream, in another life.”
Dalam prosesnya, ide awal Don’t Mad at Me ditulis oleh Riki Pradata, dan kemudian disempurnakan oleh Yosan L.C. Aponno, Yordan Elson, dan Adha Buyung, sekaligus dibantu oleh produser yang sedari awal membantu LORRA dalam proses berkarya, yakni Dwi Pramono, yang sekaligus menjadi mixing-mastering engineer dalam lagu ini. Don’t Mad at Me akan dirilis pada tanggal 13 Juli 2026, setelah sebelumnya LORRA sempat mengadakan Hearing Session on Bus mengelilingi Kota Surabaya di tanggal 11 Juli 2026 dengan beberapa aktivasi, yakni mendengarkan lagu Don’t Mad at Me, press conference dengan media lokal di dalam bus, dan juga membawakan secara live beberapa lagu yang sudah di rilis oleh Lorra (No Sense dan Fresh (2022)).
oridistro.com
music.youtube.com/watch?v=5F308_X9PN8
#Lorra
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
Monday July 13th, 2026
Setelah bertahun-tahun dikenal sebagai gitaris Efek Rumah Kaca dan sebelumnya membangun identitas musikal melalui I Know You Well Miss Clara, Tiktaalik, hingga Theory of Nothing, Reza Ryan kini membuka lembaran baru dalam perjalanan kreatifnya.
Melalui proyek solo bernama Kantusfirmus, ia resmi merilis single perdana berjudul "Bintang Magnolia" pada 5 Juli 2026 di bawah naungan Anikonik Records.
Lagu yang ditulis, direkam, diaransemen, dinyanyikan, diproduseri, hingga melalui proses mixing dan mastering sepenuhnya oleh Reza Ryan ini menjadi perkenalan pertama terhadap dunia musikal Kantusfirmus.
Sebuah proyek yang lahir bukan sebagai pelarian dari perjalanan musik sebelumnya, melainkan sebagai ruang baru untuk mengeksplorasi kemungkinan lain dalam musik pop.
Single "Bintang Magnolia" menjadi titik temu antara sensibilitas pop dengan pendekatan komposisi yang selama ini membentuk perjalanan musikal Reza. Hasilnya adalah sebuah lagu yang memadukan melodi yang kuat dengan lanskap bunyi yang gelap, padat, dan penuh ketegangan.
"Saya selalu punya ketertarikan akan penggabungan formula-formula musik tertentu menjadi suatu formulasi baru sebagai satu tawaran estetika," ucap Reza Ryan.
Ketertarikan itu sebenarnya bukan hal baru dalam perjalanan kreatif Reza. Saat mendirikan I Know You Well Miss Clara pada 2010 bersama rekan-rekannya di ISI Yogyakarta, ia mencoba mempertemukan disiplin musik klasik yang dipelajarinya di bangku kuliah dengan pengaruh jazz, progressive rock, dan musik eksperimental. Kini, pendekatan serupa diterapkan pada medium yang berbeda.
"Saat ini Kantusfirmus adalah kanal pikiran saya akan musik pop. Saya tidak memandang musik pop sebagai suatu formulasi musikal tertentu yang beku apalagi yang membatasi ruang gerak kreativitas. Dia sangat fluid dan elastis," tuturnya.
Menurut Reza, pop selalu memiliki kemampuan untuk bertransformasi mengikuti berbagai pendekatan musikal. Salah satu contohnya adalah avant-pop, sebuah praktik yang telah lama berkembang dalam musik Barat, meski belum banyak dikenal di Indonesia.
Identitas Baru yang Memotret Realitas Sosial
Nama Kantusfirmus sendiri diambil dari istilah Latin cantus firmus, yaitu sebuah melodi pokok yang pada era Medieval, Renaissance, hingga Baroque menjadi fondasi dalam penyusunan komposisi polifonik.
Reza kemudian mengganti huruf "C" menjadi "K" sebagai identitas baru.
"Nama ini saya pilih sebagai suatu basis pikiran bahwa sekompleks apa pun bangunan musik dan instrumentasi, sepanjang ia mempunyai melodi, maka melodi adalah yang utama dan terutama," katanya.
Filosofi tersebut menjadi fondasi seluruh karya Kantusfirmus. Seberapapun rumit struktur musik yang dibangun, melodi tetap menjadi pusat gravitasi yang menyatukan semuanya.
Jika secara musikal Kantusfirmus berbicara tentang eksplorasi, maka secara tematik "Bintang Magnolia" justru berpijak pada realitas sosial yang dekat.
Lagu ini lahir dari kegelisahan Reza terhadap berbagai konflik yang melibatkan masyarakat sipil, komunitas adat, hingga kelompok buruh yang berhadapan dengan kekuasaan.
"Banyak peristiwa genting yang dialami sekelompok orang atau suatu entitas adat dalam posisinya sebagai warga negara melawan otoritas, sebagai buruh melawan pihak perusahaan yang dibekingi negara, atau sebagai sipil melawan ormas yang di belakangnya kita tahu ada aktor-aktor yang dekat dengan aparatus negara," tutur Reza Ryan.
Kegelisahan tersebut berkembang menjadi refleksi yang lebih luas mengenai kondisi Indonesia hari ini.
"Saat ini keadaan negara kita sedang sangat tidak baik-baik saja. Perampasan lahan dan ruang hidup terjadi di mana-mana atas nama pembangunan, proyek strategis nasional, hingga alih fungsi lahan berkedok ketahanan pangan," ucapnya.
Bagi Reza, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan politik atau pembangunan, tetapi menyentuh prinsip yang lebih mendasar.
"Kemanusiaan itu di atas segalanya. Dalam konteks negara, hak asasi, keselamatan, dan martabat manusia harus menjadi prioritas utama," kata Reza.
Meski baru memperkenalkan single perdananya, Reza mengungkapkan bahwa Kantusfirmus tidak akan berhenti di "Bintang Magnolia". Ia telah merencanakan sebuah album penuh, meski belum menentukan kapan karya tersebut akan dirilis.
Saat ini, single "Bintang Magnolia" milik Kantusfirmus sudah bisa didengarkan di berbagai digital streaming platform.
oridistro.com
music.youtube.com/watch?v=TPeg7f-1W0o
#Kantusfirmus
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
Saturday July 11th, 2026
Konten ini tidak tersedia saat ini
Konten tidak bisa dilihat biasanya karena pemilik hanya membagikannya kepada sekelompok kecil orang, mengubah siapa yang bisa melihatnya, atau sudah dihapus.Saturday July 11th, 2026
TOMONARI SORA baru saja kembali ke masa remajanya dan memberikan Anda lagu yang tidak pernah ia maksudkan untuk diperlihatkan kepada siapa pun.
Ia menulis "ペダル PEDAL" saat SMA dan lagu itu terpendam selama bertahun-tahun hingga sekarang, meskipun telah diaransemen ulang tetapi tetap berakar pada asalnya: sebuah lagu tentang musim panas, tentang sepeda, tentang masa muda yang memungkinkan seseorang untuk mengayuh sepeda ke mana saja dan tidak pernah kehabisan jalan.
Trem yang melintasi kota. Aroma hujan sesaat sebelum turun. Warna langit yang berubah sesaat sebelum malam tiba. Inilah detail-detail kecil yang menjadi dasar lagu TOMONARI SORA, detail yang hanya Anda ingat karena Anda pernah mengalaminya. Itulah yang berhasil dilakukan "ペダル PEDAL": lagu ini tidak mencoba menampilkan nostalgia, tetapi dengan tenang memberikan Anda kenangan yang terasa seperti milik Anda sendiri.
Waktu perilisannya pun bukan kebetulan. TOMONARI SORA mengakhiri tur solonya pada 7 Juli, dan rilisan ini muncul sehari kemudian bersamaan dengan foto profil artis yang baru – satu babak berakhir tepat saat babak lama kembali terungkap. Ada sesuatu yang pas tentang seorang artis yang mengakhiri tur dengan kembali menjadi dirinya sebelum semua ini dimulai.
Sebagian besar durasinya, lagu ini tetap ringan, lembut, dan menyenangkan, cocok untuk bersepeda daripada untuk tampil di panggung. Kemudian solo saksofon mengubah suasana sepenuhnya, dan tiba-tiba Anda merasa seperti berusia tujuh belas tahun lagi.
TOMONARI SORA tidak menulis "ペダル PEDAL" untuk menjadi single. Dia menulisnya untuk mengingat sesuatu. Sekarang, untuk pertama kalinya, Anda pun bisa mengingatnya.
Tentang TOMONARI SORA
TOMONARI SORA adalah penyanyi-penulis lagu generasi baru yang muncul di kancah J-pop seperti komet, dengan setiap rilisnya dengan cepat menjadi viral.
Dikenal karena melodi yang langsung membuat ketagihan, humor yang dibumbui dengan nuansa menyeramkan dan tajam, serta estetika Jepang yang khas, ia dengan cepat menjadi bahan pembicaraan di industri musik. Rilisnya pada Januari 2024, “鬼ノ宴 Demons Banquet”, telah melampaui 160 juta streaming, sementara konten media sosial terkait telah mengumpulkan lebih dari 1,6 miliar tayangan. Lagu “Niramekko” pada Mei 2024 juga menjadi viral, diikuti oleh lagu penutup yang banyak dibicarakan, “咆哮 – HOKO”, untuk musim keenam anime TV Kingdom pada Oktober 2025. Pada November 2025, ia merilis album penuh pertamanya secara digital, “文明開化 – East West”.
Sejak kecil, TOMONARI SORA bermimpi menciptakan “negaranya” sendiri. Karena percaya bahwa musik adalah "dunia" terdekat tempat orang dapat berlindung dari kesulitan hidup, ia mulai belajar menulis lagu secara otodidak sejak kelas empat sekolah dasar.
Sebagai seorang kreator yang benar-benar multitalenta, ia tidak hanya menangani lirik, komposisi, dan aransemen, tetapi juga ilustrasi dan karya seninya sendiri.
oridistro.com
www.deezer.com/album/1006662501
#Avex
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners友成空 – album – 2026 – 1 song … See MoreSee Less
Saturday July 11th, 2026
Ada semacam kekosongan spesifik yang menjadi inti dari "たりない Still Not Enough", perasaan tidak pernah cukup baik, apa pun yang Anda lakukan.
Single baru muque ini mengiringi kembalinya anime TV LIAR GAME sebagai lagu penutupnya, dan hadir setelah serangkaian pencapaian yang oleh sebagian besar band akan disebut sebagai puncak karier, bukan sekadar persinggahan. Album penuh kedua band beranggotakan tiga orang ini, "GLHF", dirilis pada bulan April, diikuti oleh tur di 14 lokasi di Jepang dan tur Asia di lima negara yaitu Singapura, Bangkok, Hong Kong, Taipei, dan Seoul, yang berakhir akhir pekan ini. "たりない Still Not Enough" bukanlah jeda dalam momentum tersebut. Ini adalah langkah selanjutnya.
Secara musikal, lagu ini mengambil inspirasi langsung dari city pop era 80-an, alunan hangat dan sedikit melankolis yang cocok untuk berkendara larut malam, lalu menyaringnya melalui insting muque sendiri untuk menciptakan melodi yang mudah diingat. Hasilnya tidak terdengar retro hanya demi retro. Terdengar seperti sebuah band yang menggunakan nuansa lama untuk menyampaikan sesuatu yang baru.
Secara lirik, lagu ini berada di dalam kata "たりない" itu sendiri, sebuah kekosongan yang tidak pernah benar-benar terisi, perasaan selalu gagal. Itu bukan sekadar gambaran suasana hati yang samar. Itu adalah hubungan langsung dengan Akiyama, karakter dalam LIAR GAME yang didefinisikan oleh kesendirian seperti itu, seseorang yang menang tetapi tetap berakhir sendirian. muque tidak menulis lagu yang diputar di acara tersebut. Mereka menulis lagu yang berpikir seperti karakter utamanya.
Tentang muque
muque adalah band beranggotakan tiga orang yang terdiri dari Asakura (vokal dan gitar), takachi (drum dan pembuatan lagu), dan Kenichi (gitar).
Inti dari proses kreatif mereka berpusat pada takachi, yang berperan sebagai drummer sekaligus penggerak pembuatan lagu dan aransemen, dan Asakura, yang membentuk lagu-lagu tersebut dengan vokal dan liriknya.
Daya tarik khas mereka terletak pada sinergi gaya individu mereka: takachi menciptakan lagu-lagu yang sangat kontemporer yang terinspirasi oleh suara global, meluas jauh melampaui AS dan Inggris untuk memasukkan irama global Asia, sementara Asakura merangkai dunia lirik yang menyentuh hati di atas melodi yang dipenuhi dengan esensi tradisional Jepang yang halus. Dihidupkan oleh penyampaian vokal emosional Asakura, elemen-elemen ini berpadu untuk menciptakan alam semesta suara yang benar-benar berbeda.
Nama "muque" adalah permainan kata yang cerdas dari musique (kata Prancis untuk musik) dan muku (kata Jepang untuk murni atau polos). Karena muku berarti tidak ternoda, nama tersebut mewujudkan filosofi inti mereka: menciptakan "musik yang tidak tercemar" dan dengan gigih mengejar suara yang tepat seperti yang mereka inginkan, sama sekali tidak terpengaruh oleh tren di sekitar mereka.
oridistro.com
music.amazon.com/tracks/B0H4RNWXLP
#Avex
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
Setelah memperkenalkan langkah terbaru mereka menuju album penuh yang akan dirilis tahun ini, band pop asal Malang, Liqua, kembali dengan single bertajuk “Cerita Dewasa”.
https://goo.su/lbOEU
http://tiny.cc/tlq6101
#Liqua
#Oridistro
Anggota WOLF HOWL HARMONY Baru Saja Menggelar Pertunjukan Pulang Kampung Pertamanya di Hadapan 30.000 Orang di Anime Friends.
https://goo.su/lbOEU
http://tiny.cc/glq6101
#Avex
#Oridistro
Setelah sukses dengan single perdana yang berjudul “Pelan-Pelan Sembuh”, Kini & Nanti kembali mengeluarkan karya terbaru berjudul “CUKUP HARI INI”.
https://goo.su/lbOEU
http://tiny.cc/z8o6101
#Oridistro
#OridistroMedia
Setiap orang pernah kalah dalam perdebatan dengan diri sendiri. karanoah (カラノア) baru saja mengubah perasaan itu jadi lagu, “ばけもん Bakemon” lagu penutup musim kedua anime TV Yoroi-Shinden Samurai Troopers.
https://goo.su/lbOEU
http://tiny.cc/r8o6101
#Avex
#Oridistro
Mengawali paruh kedua tahun 2026, solois berbakat Inas Hafizhah siap menyapa para penikmat musik Tanah Air melalui perilisan karya terbarunya yang bertajuk “Tumbuh Berdua”.
https://goo.su/lbOEU
http://tiny.cc/hnl6101
#InasHafizhah
#Oridistro
Fyan Ahmad resmi merilis single terbaru berjudul “Pengantin Surga”. Karya ini hadir sebagai ungkapan cinta yang tulus, serius, dan berorientasi pada komitmen sehidup semati hingga akhirat.
https://goo.su/lbOEU
http://tiny.cc/cnl6101
#FyanAhmad
#Oridistro
Setelah merilis single “bERANI, Kunto Aji melanjutkan perjalanan lagu tersebut melalui sebuah pengalaman bertajuk “bERANI Update Kehidupan” yang diselenggarakan beberapa waktu lalu di Buku Akik, Yogyakarta.
https://goo.su/lbOEU
http://tiny.cc/4nl6101
#KuntoAji
#Oridistro
LORRA memberikan eskalasi dalam lirik-lirik lagunya, “Don’t Mad at Me” juga lagu, yang dalam penulisan liriknya terdapat dua fase usaha dan penerimaan kenyataan untuk lebih memberikan ruang pada diri sendiri.
https://goo.su/lbOEU
http://tiny.cc/uml6101
#Lorra
#Oridistro
Reza Ryan membuka lembaran baru melalui proyek solo bernama Kantusfirmus, ia resmi merilis single perdana berjudul “Bintang Magnolia” pada 5 Juli 2026 di bawah naungan Anikonik Records.
https://goo.su/lbOEU
http://tiny.cc/qml6101
#Kantusfirmus
#Oridistro
Coba fitur PaperPay Out di dan dapatkan Free Paper Plus 3 Bulan (senilai Rp300rb)!
Gunakan kode referral ini saat mendaftar: 6KFS7T9VF2
Daftar sekarang: http://get.paper.id/Pxn8r56
#Paper
#PaperID
#Sembrani
#SembraniProduction
“ペダル PEDAL” – TOMONARI SORA baru saja kembali ke masa remajanya dan memberikan Anda lagu yang tidak pernah ia maksudkan untuk diperlihatkan kepada siapa pun.
https://goo.su/lbOEU
http://tiny.cc/8ii6101
#Avex
#Oridistro
muque – Ada semacam kekosongan spesifik yang menjadi inti dari “たりない Still Not Enough”, perasaan tidak pernah cukup baik, apa pun yang Anda lakukan.
https://goo.su/lbOEU
http://tiny.cc/0ii6101
#Avex
#Oridistro
Haruomi Hosono – “Note of Mothership” kini telah tersedia di seluruh platform streaming digital, sementara album Yours Sincerely akan resmi dirilis pada 11 September 2026.
https://goo.su/lbOEU
http://tiny.cc/thi6101
#HaruomiHosono
#Oridistro
Band alternative rock asal Bandung, HUSH, resmi merilis EP terbaru bertajuk ‘Early Junk’. EP ini lahir setelah mereka menyadari bahwa beberapa lagu memiliki karakter yang berbeda dari arah utama album.
https://goo.su/lbOEU
http://tiny.cc/mhi6101
#HUSH
#Oridistro
Pernah menjadi bagian dari grup pop rock LYLA, Indra Sinaga (Naga), Amec Aris, dan Dennis (DRI) resmi memperkenalkan DANZ, sebuah unit modern rock/metal yang kini menjadi wadah kreasi baru mereka.
https://goo.su/lbOEU
http://tiny.cc/dhi6101
#DANZ
#Oridistro
Hallimun menegaskan kiprahnya dengan merilis entitas pendek (EP) bertajuk “Into the Death” yang direkam dan diproduksi oleh Ears Pollution Record.
https://goo.su/lbOEU
http://tiny.cc/tgi6101
#HALLIMUN
#Oridistro
“A Shadow Haunts My Mind” sebuah perjalanan untuk menemukan sesuatu yang seolah-olah jauh tapi sebenarnya ia hanya menunggu ditemukan dalam hati sendiri. – Nood Kink
https://goo.su/lbOEU
http://tiny.cc/ggi6101
#NoodKink
#Oridistro
Kancah musik alternatif Bandung kembali kedatangan nama baru. Sleepover, resmi merilis debut maxi-single bertajuk “Leave Me / Quiet Tension” pada 10 Juli 2026.
https://goo.su/lbOEU
http://tiny.cc/0sf6101
#Sleepover
#Oridistro
Di 2026, mpq siap merilis album ke-dua mereka. Single “Not For Anyone Else” dipilih sebagai single perkenalan menuju nuansa album baru ini.
https://goo.su/lbOEU
http://tiny.cc/orf6101
#mpq
#Oridistro
Setelah vakum selama hampir dua dekade, The Monophones akhirnya kembali merekam karya terbaru berjudul, “Yang hilang dan Kembali”.
https://goo.su/lbOEU
http://tiny.cc/hrf6101
#TheMonophones
#Oridistro
Menjadi gerbang menuju rangkaian karya terbaru Aruma, ‘Pura-Pura Hidup Lagi’ menjadi pengingat bahwa setiap proses penyembuhan memiliki waktunya sendiri.
https://goo.su/lbOEU
http://tiny.cc/arf6101
#Aruma
#Oridistro

