
ORIDISTRO
Your Criminal Partners
Saturday April 18th, 2026
Boy group generasi baru KEYVITUP resmi menandai debut mereka melalui perilisan EP perdana bertajuk “KEYVITUP”. Lebih dari sekadar proyek debut, EP ini menjadi pernyataan identitas—memperkenalkan arah artistik, karakter musikal, serta visi jangka panjang mereka sebagai grup global.
EP “KEYVITUP” menghadirkan karya yang solid dan terkonsep, berakar pada pengaruh hip-hop dengan balutan produksi modern. Mengangkat tema ambisi, identitas, dan semangat untuk terus maju, proyek ini mencerminkan misi KEYVITUP dalam terhubung dengan generasi baru melalui musik yang kuat sekaligus bermakna.
Salah satu track unggulan dalam EP ini adalah “BEST ONE,” sebuah lagu berenergi tinggi yang merepresentasikan esensi utama KEYVITUP. Dengan beat dinamis, delivery penuh percaya diri, serta lirik yang tajam, lagu ini menjadi fondasi dari identitas performatif mereka. Visual yang menyertainya semakin memperkuat konsep tersebut—menampilkan koreografi presisi, styling yang bold, serta chemistry yang solid antar member.
Namun, “KEYVITUP” tidak berhenti pada satu lagu. EP ini dirancang sebagai pengenalan menyeluruh—menampilkan karakter unik tiap member sekaligus membangun identitas grup yang kuat dan kohesif. Setiap elemen, baik dari sisi audio maupun visual, disusun untuk memposisikan KEYVITUP sebagai grup yang siap bersaing di kancah global.
Proyek ini berada di bawah arahan kreatif Kim Jae Joong, sosok musisi ternama sekaligus pendiri iNKODE Entertainment, yang membawa pengalaman industri serta fondasi kreatif yang kuat dalam fase debut KEYVITUP.
KEYVITUP terdiri dari lima member: Taehwan, Hyunmin, Sena, Jaein, dan Rukia. Sejak awal, mereka telah menarik perhatian di berbagai platform digital. Pesan utama mereka—“Our music is both the key that opens the doors to the world and a vital signal that awakens it”—tercermin dalam keseluruhan EP ini, menjadikannya bukan hanya perkenalan, tetapi juga undangan bagi pendengar untuk ikut dalam perjalanan mereka.
Melalui perilisan “KEYVITUP,” grup ini menetapkan arah artistik yang jelas—menggabungkan eksplorasi genre dengan kekuatan performa sebagai medium storytelling. Debut ini bukan hanya langkah awal, tetapi juga sinyal dimulainya perjalanan panjang untuk membangun eksistensi yang kuat dan berkelanjutan di industri musik global.
oridistro.com
music.youtube.com/playlist?list=OLAK5uy_nIeul5_3FVxQAJHXYPO-jthRSCoCXGwrg
#KEYVITUP
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
1ST EP ALBUM [KEYVITUP] – Album by KEYVITUP
music.youtube.com
Listen to 1ST EP ALBUM [KEYVITUP] by KEYVITUP on YouTube Music – a dedicated music app with official songs, music videos, remixes, covers, and more.Saturday April 18th, 2026
Tahun ini, skena musik Indonesia kembali menghadirkan sebuah proyek yang terasa istimewa dan penuh makna. Produser musik muda yang dikenal dengan karya-karya folknya, yakni Sunyiruri, menggandeng Figura Renata yang kini memasuki fase barunya sebagai proyek solo. Proyek baru ini merupakan sebuah kolaborasi untuk menghidupkan karya-karya dari penyair Usman Arrumy.
Proyek ini diberi judul “Menyanyikan Usman Arrumy”, sebuah EP yang akan merangkum lima karya puisi Usman menjadi komposisi musik bernuansa pop folk. Nama Usman Arrumy sendiri dikenal luas melalui esai dan puisi-puisinya yang telah dipublikasikan di berbagai surat kabar dan terangkum dalam sejumlah antologi. Melalui proyek ini, karya-karya tersebut menemukan bentuk baru: tidak hanya untuk dibaca, tetapi juga untuk dirasakan melalui musik.
Perjalanan proyek ini sendiri dimulai sejak 2021–2022, ketika Sunyiruri dipertemukan dengan Usman Arrumy untuk menggubah puisi-puisinya menjadi lagu. Dalam prosesnya, sejumlah musisi turut terlibat dalam membangun warna aransemen, di antaranya Sugeng Riyadi pada ritme drum, Adjik dan Pribadi Kemal pada keys, serta Satria Abdi yang mengisi bass di beberapa lagu.
Kolaborasi ini kemudian menemukan bentuk yang lebih utuh ketika pada tahun 2025, Sunyiruri bertemu dengan Figura Renata, yang kini hadir sebagai proyek solo, untuk mengisi vokal dan memperkuat interpretasi emosional dalam lagu-lagu tersebut. Bersama, keduanya menghadirkan pendekatan musikal yang hangat dan intim dalam balutan pop folk, warna yang sudah menjadi identitas kuat dari kedua musisi ini.
Single pertama dari proyek ini berjudul “Sembahyang”, sebuah lagu yang menggambarkan hubungan spiritual antara rasa cinta terhadap seseorang dan keterhubungan dengan Tuhan. Seperti yang tergambar dalam liriknya “aku mencintaimu dalam doa yang memintal semoga bagi amin, di mana membahagiakanmu adalah sembahyang terbaik bagi hidupku”, seakan lagu ini memotret cinta sebagai sesuatu yang sakral dan personal.
Menurut Usman Arrumy, cinta seringkali menjadi ruang refleksi yang lebih dalam. “Ketika kita mencintai seseorang, terkadang kita sedang mencintai diri sendiri. Dan di sela-sela itu, aku menemukan sedang terhubung terhadap Tuhan,” ungkapnya.
“Sembahyang” menjadi pintu pembuka dari keseluruhan proyek “Menyanyikan Usman Arrumy”. Ke depannya, Sunyiruri dan Figura Renata akan merilis empat lagu lainnya secara bertahap setiap minggu, membentuk sebuah perjalanan emosional yang utuh dalam lima babak.
Single “Sembahyang” sudah dapat dinikmati di seluruh digital streaming platform mulai 17 April, disusul oleh rilisan berikutnya yang akan hadir setiap minggunya.
oridistro.com
music.youtube.com/watch?v=9G-n0T8CYpo
#Sunyiruri
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
Saturday April 18th, 2026
Dul Jaelani merilis single terbaru berjudul "Usia 25", sebuah karya yang menandai momen penting dalam perjalanan karir sekaligus fase baru dalam kehidupan personalnya. Di usia yang kini ia jalani, Dul memaknai usia 25 sebagai titik refleksi dan pendewasaan, sebuah fase di mana banyak hal mulai terasa lebih nyata.
Memasuki usia tersebut, Dul merasakan perubahan signifikan dalam hidupnya, baik secara internal maupun eksternal, layaknya perjalanan roller coaster yang penuh dinamika. Dari situ, ia mulai memahami satu hal mendasar bahwa tidak ada yang benar benar bisa menyelamatkan dirinya selain dirinya sendiri. Kesadaran ini kemudian membentuk sudut pandang baru dalam hidupnya, tentang keberanian untuk berdiri sendiri tanpa bergantung pada siapa pun.
Pemikiran ini berkembang ke berbagai aspek kehidupan, mulai dari pasangan, keluarga, hingga masa depan. Semua terasa lebih serius min dalam menyikapi setiap tantangan. Pengalaman tersebut kemudian ia tuangkan ke dalam single "Usia 25". Lagu ini menjadi refleksi bagi Dul untuk merangkum fase transisi yang dialami, melalui pendekatan personal, baik dari sisi musik, lirik, maupun visual.
Lagu ini tidak hanya merepresentasikan perjalanan pribadi Dul, tetapi juga dapat menjadi cerminan bagi banyak orang yang tengah berada di fase menghadapi pencarian jati diri. "Usia 25" dirilis pada 17 April 2026 di seluruh platform musik digital, disertai video lirik yang tayang di kanal YouTube resmi Dul Jaelani.
oridistro.com
music.youtube.com/watch?v=p9aWO0Et1rk
#DulJaelani
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
Saturday April 18th, 2026
Decemberism kembali menandai fase baru perjalanan mereka lewat single terbaru bertajuk “A Summer Bluer” yang resmi dirilis secara digital pada 17 April 2026 melalui Haum Entertainment. Decemberism merupakan unit asal Sidoarjo, sebuah kabupaten satelit di selatan Surabaya. Saat ini, band ini dijalankan oleh dua personel, yakni Lambang Akbar Ramadhan pada gitar serta Abiezar Akbar Pramestio pada vokal dan gitar. Rilisan ini juga menandakan bergabungnya Decemberism sebagai roster Haum Entertainment.
Lagu ini hadir sebagai refleksi melankolis tentang perpisahan, perpindahan, serta proses berdamai dengan kenangan. Lagu ini dibalut atmosfer hangat yang justru menyimpan kesedihan, seperti musim panas yang tak sepenuhnya cerah. Ditulis dan dikomposisi oleh Lambang Akbar Ramadhan, “A Summer Bluer” membangun lanskap emosional melalui perumpamaan yang kuat berupa hujan di antara musim, laut yang luas, hingga momen sunyi saat seseorang menatap ke luar jendela sambil memproses kehilangan. Frasa “a summer bluer than the surface of the sea” menjadi metafora utama, menandai kedalaman emosi yang melampaui sekadar kesedihan.
“Singel ini, secara garis besar kami definisikan sebagai suatu musim panas yang lebih ‘biru’ dari biasanya, di mana biru sering dihubungkan dengan perasaan yang dalam, kesetiaan, komitmen, dan sendu,” tutur Lambang.
Lagu ini juga berbicara tentang proses berpindah dan melanjutkan hidup ke fase berikutnya. Ada kesadaran bahwa meninggalkan sesuatu bukanlah hal mudah, namun tetap menjadi bagian penting dari pertumbuhan personal. Nuansa sinematik dalam penulisan liriknya turut dipengaruhi oleh film-film Jepang yang kontemplatif.
“Basically ini lagu sederhana tentang berpindah dan melanjutkan hidup ke fase-fase selanjutnya. Mungkin memang berat awalnya untuk meninggalkan keadaan dan kondisi tertentu, tetapi apapun yang terjadi, setelah melalui segalanya, baik secara romantis atau tidak, kita tetap harus melangkah ke depan sambil mensyukuri apapun yang sudah diperoleh sebelumnya. Sewaktu menulis ini saya banyak terinspirasi film-film Jepang karya Iwai Shunji, Miki Takahiro, Koreeda Hirokazu, dan lainnya,” ujar Lambang.
Secara musikal, “A Summer Bluer” menjadi refresh identitas sonik bagi Decemberism sekaligus semacam sekuel emosional dari rilisan mereka sebelumnya, “City Hall / Countless Times” (2023). Pendekatan yang lebih matang mulai terasa, dengan pengaruh kuat dari emo 90-an dan musik Jepang.
“Saya rasa secara musikal, kami akhirnya menemukan pattern dan output yang cocok serta lebih matang untuk kami, masih dengan pengaruh band-band emo 90an seperti Texas is The Reason dan Mineral serta band-band Jepang seperti Supercar, Bluebeard, As Meias dan sebagainya. Mungkin-mungkin gaya dan selera seperti itu yang akhirnya akan menjadi inti dari Decemberism,” tutur Lambang.
Proses kreatif lagu ini memakan waktu cukup panjang. Draft awal sudah ada sejak setelah perilisan sebelumnya, namun rekaman baru dimulai pertengahan tahun lalu dengan pendekatan kolaboratif yang melibatkan beberapa musisi dan tim produksi.
“Proses kreatif di lagu ini cukup lama sebenarnya. Draft lagu sudah terekam beberapa waktu setelah kami merilis ‘City Hall / Countless Times’ (2023), namun benar-benar mulai kami rekam pertengahan tahun lalu. Proses yang biasa kami lakukan yaitu riff mentah, lirik dan nada vokal utama saya bawa ke teman-teman di studio. Kemudian kami mencocokkan nada dasar dari vokal Abiezar dengan lirik dan alunan riff tersebut,” tutup Lambang.
Departemen bass dan drum mereka dibantu oleh Gangsar Priyambodo (eks Decemberism) pada bass dan Prima Panji (Reverie/Voorstad) pada drum. Proses rekaman gitar, bass, dan vokal mereka lakukan di Selfrecs Studio oleh Alwan Hilal Cessaro (Reverie/Firstrate), sedangkan drum direkam di Trek House (sekarang Rotary Music Space). Untuk tahap mixing dan mastering sepenuhnya ditangani oleh Ayok dari Griffin Studio. Pendekatan visual dalam rilisan ini juga menjadi bagian penting dari keseluruhan narasi. Artwork digarap dengan pendekatan yang terinspirasi dari estetika Jepang, khususnya konsep mono no aware, dengan eksplorasi warna yang akhirnya menempatkan biru sebagai pusat emosi visual.
Foto-foto yang digunakan sebagai bahan artwork diambil dari jepretan Anggra (Timeless) dan Yogi Fadillah, yang merupakan kenalan Abiezar dan menetap di Jepang. Pemilihan visual ini dilandasi ketertarikan mereka terhadap kesederhanaan serta konsep mono no aware dari estetika Jepang. Sementara itu, konsep visual dan artwork yang digunakan dalam rilisan ini pada awalnya bukanlah konsep utama yang mereka kembangkan.
“At some point, kami merasa artwork awal terlalu biasa dan kurang artsy. Kemudian kami memutar otak, sambil mencari referensi persilangan warna-warna ala Jejepangan, dan jadilah visual artwork yang sekarang ini. Kami rasa warna biru adalah warna yang spesial terkhusus untuk lagu ini,” ujar Abiezar.
Lebih dari sekadar single, “A Summer Bluer” menjadi penanda titik balik bagi Decemberism, sekaligus membuka jalan menuju rilisan yang lebih besar di masa depan.
“Tentu saja akan ada rencana lanjutan dari singel ini. Kami meyakini lagu ini adalah sebuah turning point untuk restart band ini. Dengan usaha dan dukungan teman-teman di sekitar maupun mereka yang mengikuti musik kami di luar sana yang belum pernah bertemu dan menyaksikan kami, kami sedang menggarap album penuh pertama kami. Semoga ini akan menjadi sebuah tren positif untuk Decemberism ke depannya,” tutup Lambang.
Single “A Summer Bluer” kini sudah tersedia di berbagai platform streaming digital sejak 17 April 2026.
oridistro.com
haumrecords.bandcamp.com/track/single-decemberism-a-summer-bluer
#Decemberism
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartnerstrack by Haum Entertainment … See MoreSee Less
Saturday April 18th, 2026
Sebuah inisiatif kolektif dari para penggemar dan pelaku skena midwest emo Indonesia akan segera hadir melalui gelaran Keluarga Midwest Vol. 1, yang dijadwalkan berlangsung pada 25 April 2026 di Malang, Jawa Timur. Acara ini menjadi titik awal sekaligus titik temu bagi komunitas midwest emo dan subkultur sekitarnya dari berbagai kota, menghadirkan satu malam yang merayakan satu skena dalam semangat kolektif dan independen.
Mengusung konsep showcase, Keluarga Midwest Vol. 1 menghadirkan spektrum musik midwest emo dan selingkarnya—dari pendekatan melodis yang emosional hingga energi yang lebih intens. Genre ini sendiri dikenal sebagai perkembangan dari akar hardcore punk yang dipadukan dengan pengaruh indie rock dan math rock, dengan karakter gitar “twinkly” serta lirik introspektif yang membangun koneksi kuat antar pendengarnya.
Deretan penampil yang terlibat antara lain Eastcape, Beeswax, The Polar Bears, Blindphase, Candles, Nevenue, dan Encounter, yang bersama-sama merepresentasikan dinamika dan perkembangan skena di Jawa Timur. Eastcape (Blitar) dan Beeswax (Malang) hadir sebagai representasi kuat dari konsistensi skena lokal, di mana Beeswax juga baru saja rilis album terbaru mereka bertajuk “Beeswax” (Self-Titled), salah satu rilisan penting dari Malang tahun ini.
Sementara itu, The Polar Bears dan Blindphase dari Malang menawarkan eksplorasi emosional dengan energi baru dari generasi skena saat ini. Candles (Kediri), Nevenue (Tulungagung), dan Encounter (Sidoarjo) melengkapi lineup dengan pendekatan yang lebih luas, mulai dari midwest emo hingga post-hardcore, sekaligus mewakili skena Jawa Timur Raya dalam satu panggung. Kombinasi ini menjadikan lineup Keluarga Midwest Vol. 1 sebagai susunan yang jarang hadir dalam satu stage yang sama.
Lebih dari sekadar pertunjukan musik, acara ini dibangun sebagai gerakan komunitas—menghubungkan pendengar, musisi, hingga kolektif kreatif yang selama ini bergerak dalam lingkar yang sama namun tersebar di berbagai kota. Dengan semangat DIY yang menjadi DNA skena ini, Keluarga Midwest Vol. 1 diharapkan menjadi langkah awal dari pergerakan yang lebih luas, membuka ruang kolaborasi, pertukaran ide, dan pertumbuhan komunitas midwest emo di Indonesia. Mari menjadi bagian dari pertemuan pertama yang merayakan suara, cerita, dan rasa dalam satu Ikatan Keluarga Midwest.
Acara akan berlangsung mulai pukul 16.00 hingga 22.00 WIB di Malang (venue akan diumumkan segera). Tersedia pula merch spesial acara Keluarga Midwest #1 dengan varian lengan pendek dan lengan panjang.
oridistro.com
www.instagram.com/p/DWq0zVwk2Ph/
#KeluargaMidwest
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
Saturday April 18th, 2026
Penantian sekian lama akhirnya berakhir. Revolution Autumn kembali hadir untuk terakhir kali, sekaligus menyudahi perjalanan panjangnya. Sebagai penutup trilogi, REVOLUTION AUTUMN #3 hadir dengan format double-cassette yang terbagi menjadi Hitam Version dan Putih Version—sebuah rilisan yang lahir setelah melewati masa dorman panjang, di tengah dunia yang terus bergerak dan penuh ketidakpastian.
Revolution Autumn adalah kompilasi musik independen yang lahir dari skena emo revival Indonesia sejak sekitar 2014, berfungsi bukan hanya sebagai rilisan, tetapi juga sebagai arsip kultural yang mendokumentasikan perkembangan band-band skramz, midwest emo, dan post-emo dalam ekosistem DIY. Digagas oleh pelaku skena seperti Indra Menus dan Akhmad Alfan Rahadi, kompilasi ini merepresentasikan gelombang baru yang kembali ke akar emo 90-an dan menjauh dari stereotip emo mainstream 2000-an—dengan pendekatan yang lebih menekankan emosi, eksplorasi musikal, serta kolektivitas komunitas lintas kota. Dalam perjalanannya dari Volume 1 hingga REVOLUTION AUTUMN #3 (2026), kompilasi ini berkembang menjadi trilogi yang tidak hanya memetakan evolusi sound, tetapi juga merekam perjalanan sosial-kultural skena emo revival Indonesia selama lebih dari satu dekade. Untuk volume ini, estafet penggagas diteruskan oleh warga grup Paguyuban Emo Nusantara, Sendhi (The Living Society), Alfan Rahadi (Ikatan Keluarga Midwest), serta didukung oleh Komite Rungkad Yogyakarta, Steven House Records Kediri, Memori Records Surabaya, Haum Entertainment Malang, dan Anxydad Records Bekasi.
Sebagai penutup trilogi, pendekatan visual pada cover kompilasi ini turut menjadi bagian penting dalam memperkuat narasi tersebut. Ilustrasi yang digarap oleh Farhan Endy berangkat dari medium bunga anggrek milik Ezra (drummer Enamore), sekaligus menjadi perpanjangan dari riset akademiknya tentang kemungkinan desain masa depan Revolution Autumn. Mengusung tema perubahan dan proses menjadi, visual ini merepresentasikan sifat organisme yang mampu bertahan dalam fase dorman, sebelum akhirnya kembali tumbuh dan mekar pada waktu yang tepat.
Jenis tanaman yang menjadi referensi dalam artwork ini berasal dari keluarga Dendrobium tipe Spatulata dan Vanda—secara spesifik Dendrobium violaceoflavens dan Vanda tricolor—yang seluruhnya berasal dari Indonesia. Proses tumbuhnya yang memakan waktu panjang menjadi metafora yang kuat: bahwa sesuatu yang dirawat dengan kesabaran dan kolektivitas dapat kembali hadir setelah vakum yang panjang. Dalam konteks ini, REVOLUTION AUTUMN #3 bukan hanya rilisan penutup, tetapi juga simbol kebangkitan setelah satu dekade dormansi—bahwa skena tetap hidup, meski sempat meredup.
Lebih dari itu, kompilasi ini juga diwujudkan sebagai bentuk kesadaran akan dunia yang semakin tidak pasti—sebuah upaya untuk meninggalkan jejak yang abadi. Dalam bayang-bayang kemungkinan konflik global seperti World War 3, REVOLUTION AUTUMN #3 menjadi arsip yang memastikan bahwa suara, emosi, dan karya dari komunitas emo revival Indonesia tetap hidup, bahkan jika dunia suatu hari jatuh dalam perang.
Album kompilasi ini diisi oleh total 23 band dari berbagai penjuru Nusantara, mendokumentasikan perjalanan skena musik emotive di Indonesia selama lebih dari 10 tahun. REVOLUTION AUTUMN #3 diharapkan menjadi ruang tumbuh bersama yang mampu membawa karya-karya komunitas ini melampaui batas lokal menuju panggung yang lebih luas.
Album ini dirilis terbatas sebanyak 200 pcs hasil kerjasama antara @memorirecords (Surabaya), @fromstevenhouse (Kediri), @anxydadrecords (Bekasi), @haumentertainment (Malang), dan @komiterungkadyogyakarta (Yogyakarta).
Album ini dirilis pertama kali dalam bentuk pre-order pada 16 Februari 2026, kemudian dilanjutkan dengan rilis ready stock pada 28 Februari 2026, dengan harga retail sebesar Rp200.000,00. Termasuk: Double-cassette (1 kaset hitam, 1 kaset putih), stickers, dan mini zine. Bisa dipesan melalui @memorirecords (Surabaya), @fromstevenhouse (Kediri), @anxydadrecords (Bekasi), @haumentertainment (Malang), dan @komiterungkadyogyakarta (Yogyakarta).
oridistro.com
www.instagram.com/p/DXLnkMpFDMR/
#revolutionautumn
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
Saturday April 18th, 2026
PT. Cipta Swara Anugrah (CSA Indonesia) bersama Q-SYS dan Shure resmi meluncurkan Q-SYS Experience Center di Melodia Experience Center, Pondok Indah, Jakarta Selatan.
Fasilitas ini menjadi pusat pengalaman dan edukasi teknologi terintegrasi pertama di Indonesia, dirancang untuk memberikan akses langsung bagi para profesional dalam memahami solusi berbasis platform Q-SYS.
Peluncuran ini bertepatan dengan acara Solution Day: Automation, Control and Integration, yang menghadirkan inovasi terbaru dalam bidang automation, control, dan system integration.
Melalui sesi hands-on demo, peserta dapat melihat implementasi nyata teknologi Q-SYS dalam berbagai skenario, mulai dari solusi ruang rapat hybrid yang seamless, sistem audio profesional, hingga integrasi kontrol audio, visual, dan pencahayaan yang fleksibel.
Berbicara dalam sesi konferensi pers di Jakarta, Q-SYS
Business Development Manager- Indonesia, Aldila Lukman, menyampaikan bahwa Q-SYS Experience Center hadir sebagai ruang interaktif yang memungkinkan para profesional industri, integrator sistem, pelaku bisnis, dan komunitas kreatif mengeksplorasi teknologi secara langsung.
“Fasilitas ini tidak hanya menjadi showcase, tetapi juga pusat edukasi yang mendukung transformasi digital di berbagai sektor, termasuk korporasi, hospitality, dan fasilitas publik,” katanya.
Perwakilan distributor Shure Indonesia menjelaskan bahwa penggunaan mikrofon akan disesuaikan dengan kebutuhan dan skala ruang meeting.
"Untuk ruang kecil, seri MXA901 dan MXA902 bisa jadi pilihan. Sementara ruang sedang dan besar, mikrofon Shure seri MXA920 dan MXA901 mampu memberikan performa maksimal," katanya.
Sementara pihak CSA Indonesia menegaskan bahwa kehadiran Q-SYS Experience Center merupakan bagian dari komitmen perusahaan menghadirkan ekosistem teknologi yang inovatif, scalable, dan relevan dengan kebutuhan industri modern.
Sebagai salah satu system integrator terkemuka di Indonesia dalam bidang Audio, Visual, Lighting (AVL), dan automation, CSA Indonesia (csa-indonesia.com/) terus memperkuat posisinya melalui implementasi solusi multimedia terintegrasi pada berbagai proyek strategis nasional, lingkungan korporat, serta destinasi hospitality premium berstandar internasional.
Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade, CSA Indonesia berkembang tidak hanya sebagai penyedia solusi teknologi, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam merancang ekosistem ruang digital modern yang mendukung kolaborasi hybrid, efisiensi operasional, serta peningkatan kualitas pengalaman pengguna di berbagai lingkungan profesional.
Salah satu implementasi strategis terbaru diwujudkan melalui pengembangan Hybrid Meeting Room Nusantara Meeting Room di Danantara Indonesia (Sovereign Wealth Fund), di mana CSA menghadirkan solusi berbasis arsitektur AV-over-IP yang terintegrasi dengan teknologi AI auto-tracking camera.
Implementasi ini memungkinkan pengalaman rapat hybrid yang natural, responsif, dan setara antara peserta onsite maupun remote, sekaligus memenuhi kebutuhan komunikasi tingkat eksekutif.
Di sektor hospitality, CSA Indonesia turut berperan menghadirkan infrastruktur multimedia berstandar global melalui kolaborasi dengan jaringan Marriott International, serta destinasi premium seperti IHG Group (Holiday Inn dan Indigo), Mövenpick Resort & Spa Bintan Lagoon, dan Ascott International.
Implementasi ini mencerminkan kemampuan CSA menghadirkan solusi AVL yang stabil secara teknis sekaligus mendukung peningkatan kualitas pengalaman tamu sesuai standar brand internasional.
Sebagai bagian dari ekosistem teknologi profesional global, CSA Indonesia terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai principal internasional, termasuk Q-SYS, guna memastikan setiap implementasi solusi memenuhi standar performa, reliabilitas jangka panjang, serta kesiapan integrasi terhadap kebutuhan ruang digital masa depan.
Melalui pendekatan integrasi berbasis desain, pengalaman lintas industri, serta konsistensi dalam menangani proyek berprofil tinggi, CSA Indonesia berkomitmen menghadirkan solusi multimedia terintegrasi yang mendukung transformasi ruang kerja modern, destinasi hospitality kelas dunia, dan fasilitas publik yang semakin terkoneksi secara digital.
Peluncuran Q-SYS Experience Center di Melodia Pondok Indah menjadi tonggak penting dalam perjalanan CSA memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat inovasi teknologi multimedia terintegrasi di kawasan Asia.
Dalam acara ini, turut pula hadir Franky Cahyadi selaku Sales Director Goshen Swara Indonesia, Tim Wowor selaku Head of Product Specialist, Suara Visual Indonesia (SVI), serta Victor Lucas selaku Marcomm Suara Visual Indonesia (SVI).
oridistro.com
www.instagram.com/p/DXQSbotgWMx/
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
Saturday April 18th, 2026
Setelah membuka jalan dengan teriakan keras di “Protest!”, Regu Pemburu kembali. Kali ini bukan untuk melawan dunia luar, tapi sesuatu yang jauh lebih dekat dan lebih berbahaya: isi kepala sendiri.
Sebagai roster cadas teranyar dari PELATAR RECORDS, “Labirin Pikiran” sebagai single kedua akan dirilis pada 17 April 2026 di seluruh digital streaming platforms, bersamaan dengan perilisan music video animasi yang menjadi perpanjangan dari kegelisahan lagu ini.
Tidak ada bentuk yang pasti di dalam kepala. Itu yang coba diterjemahkan lewat visual animasi liar, cair, dan tidak tunduk pada logika. Bukan sekadar ilustrasi, tapi representasi dari ruang yang terus berubah, retak, dan berputar tanpa henti. Sebuah dunia yang terasa nyata, tapi tidak bisa disentuh.
Terinspirasi dari pengalaman personal sang vokalis Dion Radke menghadapi insomnia, “Labirin Pikiran” adalah tentang malam yang tidak pernah benar-benar selesai. Tubuh berhenti, tapi pikiran menolak diam. Pertanyaan datang tanpa diundang. Keraguan berulang tanpa jeda.
Liriknya bergerak seperti lingkaran yang repetitif, reflektif, dan menyesakkan. Setiap upaya untuk keluar justru membuka lorong baru yang lebih dalam. Tidak ada pintu keluar yang jelas. Tidak ada titik akhir.
Jika “Protest!” adalah ledakan, maka “Labirin Pikiran” adalah tekanan yang perlahan membunuh dari dalam.
Proses produksinya pun berjalan tidak lurus. Rekaman dilakukan berpindah antara Sonic Garage, Sonic Bloom, dan Studio Satu, mengikuti ritme yang tidak stabil. Engineering dikerjakan oleh Reney Karamoy (SCALLER) dan Ollie Lazuardi, sementara mixing–mastering oleh Viki Vikranta (Kelompok Penerbang Roket / PLP Studio) menjaga suara tetap mentah, namun tajam dan terarah.
Melanjutkan perilisan ini, Regu Pemburu juga akan menggelar listening party pada 21 April 2026 di Hasaka Bar, berkolaborasi dengan Jeruk Records dalam program bertajuk “Listening Room”. Program ini merupakan IP dari Hasaka Bar yang dirancang sebagai ruang diskusi terbuka bagi musisi dan pelaku seni untuk
membedah karya serta berbagi perspektif mengenai proses kreatif hingga dinamika industri. Sesi ini juga akan melibatkan sejumlah media yang diundang, menjadikannya tidak hanya sebagai perayaan rilisan, tetapi juga ruang pertukaran ide yang lebih luas.
“Labirin Pikiran” bukan tentang mencari jawaban.
Ini tentang satu pertanyaan yang terus berulang setiap malam: apakah ini hanya fase, atau sesuatu yang tak pernah benar-benar pergi?
Rilis 17 April 2026 di seluruh DSP, Official Music Video tersedia di hari yang sama.
oridistro.com
music.youtube.com/watch?v=ahHTB90VpTE
#ReguPemburu
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
REGU PEMBURU – LABIRIN PIKIRAN (Music Video)
music.youtube.com
Music: Dion Radke Lyrics: Dion Radke Bayangkan sejenak Hari tenggelam Aku lelah raga Pikiran terjaga Pejamkan mata Namun dunia Di dalam kepala Dia terus me…Saturday April 18th, 2026
Gunakan kode referral ini saat ndaftar: 6KFS7T9VF2
Daftar sekarang: get.paper.id/Pxn8r56
#paper
#paperid
#sembrani
#sembraniproduction … See MoreSee Less
facebook.com
Friday April 17th, 2026
Konten ini tidak tersedia saat ini
Konten tidak bisa dilihat biasanya karena pemilik hanya membagikannya kepada sekelompok kecil orang, mengubah siapa yang bisa melihatnya, atau sudah dihapus.Friday April 17th, 2026
Ada yang sedang bertarung dengan dirinya sendiri? Sheryl punya lagu yang cocok buat kalian! Tidak lama setelah merilis “Siapa Suruh Jatuh Cinta?” di awal Februari, Sheryl Sheinafia kembali melanjutkan perjalanannya dengan single terbaru berjudul “Sendiri”. Alih-alih berbicara tentang romansa, kali ini Sheryl mengangkat tema yang lebih reflektif yakni tentang bagaimana seseorang berhadapan dengan isi pikirannya sendiri.
Berawal dari curhatannya dengan Rahmania Astrini, Sheryl Sheinafia berhasil mengeluarkan penuhnya seluruh isi kepalanya. Terkadang isi kepalanya ini terasa unik dan berbeda, namun di saat yang sama justru kadang malah membuat diri sendiri sulit dipahami oleh orang lain. Dari sana, muncul berbagai kesalahpahaman hingga rencana-rencana yang tidak berjalan sesuai harapan. Pada akhirnya, setiap individu tetap harus berdamai dan membenahi isi pikirannya sendiri karena apapun hasilnya, kitalah yang akan menjalaninya.
Secara musikal, “Sendiri” dibangun dengan pendekatan yang lebih sederhana dan kontemplatif. Kembali bersenjata gitar akustik, aransemen lagu ini cenderung cleandan ruangnya terasa luas, memberi ruang bagi vokal Sheryl untuk menjadi pusat emosi. Klimaksnya, Sendiri diakhiri dengan acapella yang ciamik, seolah-olah Sheryl memberikan afirmasi kepada pendengarnya untuk menelan semua isi kepala mereka Sendiri.
Dalam proses kreatifnya, Sheryl Sheinafia menggandeng Rahmania Astrini dalam penulisan lagu, serta bekerja sama dengan Refo Alpha, atau yang sering kita kenal dengan, Refo & Fauna sebagai produser. Kolaborasi ini menghasilkan warna musik yang tetap dekat dengan karakter Sheryl, namun terasa lebih kontemplatif dan personal.
Refo menghadirkan sentuhan modern pop yang perlahan berkembang tanpa terasa terlalu “ramai”. Vokal Sheryl di lagu ini terasa lebih jujur dan apa adanya, dengan cara bernyanyi yang santai seperti ngobrol dengan diri sendiri. Hal ini bikin “Sendiri” terasa dekat dan gampang nyambung, terutama buat siapa pun yang sering overthinking dan lagi mencoba memahami isi pikirannya sendiri.
“Sendiri” sudah dapat didengarkan di seluruh digital streaming platform sejak 17 April mendatang.
oridistro.com
music.youtube.com/watch?v=rjjmS-nytsM
#SherylSheinafia
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
Friday April 17th, 2026
Penyanyi dan penulis lagu Anji kembali merilis karya terbaru berjudul “Kau” pada 17 April 2026. Perilisan ini menjadi momen spesial yang menandai satu dekade sejak hadirnya lagu “Dia”, sebuah karya yang menjadi titik balik penting dalam perjalanan karier Anji di industri musik Indonesia. Sepuluh tahun lalu, “Dia” hadir dan langsung mendapat tempat di hati banyak pendengar. Lagu tersebut menjadi salah satu karya yang paling dikenal dari Anji dan membawa namanya semakin luas dikenal oleh publik. Bagi banyak orang, “Dia” bukan sekadar lagu populer, tetapi juga menjadi soundtrack bagi berbagai kisah cinta dan kenangan pribadi.
Kini, satu dekade kemudian, Anji kembali merilis lagu yang terasa seperti sebuah refleksi perjalanan waktu. Single “Kau” ditulis oleh Ahmad Fredy, sosok yang juga merupakan pencipta lagu “Dia”. Kolaborasi ini menghadirkan sebuah lingkaran cerita yang terasa utuh, seolah mempertemukan kembali dua titik penting dalam perjalanan musikal Anji. Secara lirik, “Kau” berbicara tentang cinta yang tenang, dewasa, dan penuh penerimaan. Jika banyak lagu cinta bercerita tentang awal perasaan, “Kau” justru menggambarkan fase ketika seseorang telah menemukan tempat pulang dalam diri orang lain.
Dengan lirik seperti: “kau tempatku pulang, tempat paling tenang, tempat hatiku berhenti mencari”. lagu ini terasa sederhana namun sangat personal. Sebuah pengakuan tentang cinta yang tidak lagi mencari, karena telah menemukan rumahnya. Bagi Anji, merilis “Kau” dalam momentum satu dekade perjalanan sejak “Dia” bukan sekadar kebetulan.
“Sepuluh tahun adalah perjalanan yang panjang. Banyak hal berubah dalam hidup saya, tapi satu hal yang tetap sama adalah bagaimana sebuah lagu bisa menemani hidup banyak orang. ‘Kau’ terasa seperti bab berikutnya dari perjalanan itu,” ungkap Anji Secara musikal, “Kau” hadir dengan nuansa pop yang hangat dan intim, menonjolkan karakter vokal Anji yang emosional namun tetap sederhana, sebuah gaya yang selama ini membuat lagu-lagunya mudah diterima oleh berbagai generasi pendengar.
Perilisan “Kau” juga menjadi pengingat bahwa musik tidak hanya tentang hit atau popularitas, tetapi tentang waktu, kenangan, dan perjalanan hidup yang terus berlanjut. Sepuluh tahun setelah “Dia”, kini Anji kembali dengan sebuah lagu baru yang mungkin akan menemukan tempatnya sendiri di hati para pendengar. Single “Kau” tersedia di seluruh platform musik digital mulai 17 April 2026.
oridistro.com
music.youtube.com/watch?v=qQHlSVDBGto
#Anji
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
Friday April 17th, 2026
Ada cinta yang terasa sempurna dari luar, namun di baliknya tersimpan luka yang diam-diam menghancurkan. Dari ruang perenungan itulah lahir "Terbelah Jadi Dua". Sebuah lagu yang mempertemukan dua nama besar musik Indonesia yaitu Ade Govinda dan Gloria Jessica atau yang biasa dipanggil Glojes dalam sebuah kolaborasi yang telah menunggu hampir satu dekade untuk terwujud.
"Terbelah Jadi Dua" bercerita tentang rasa sakit yang paling sunyi, mencintai seseorang yang ternyata membagi hatinya kepada orang lain. Dituturkan terutama dari sudut pandang seorang perempuan, lagu ini menyampaikan satu pesan yang kuat bahwa cinta memang penuh misteri, namun ketika pengkhianatan datang, dibutuhkan akal sehat dan pendirian yang teguh untuk berdiri kembali. Lagu ini hadir bukan untuk mendramatisasi kepedihan, melainkan untuk menemani siapa pun yang pernah merasakannya dan mengingatkan bahwa penyembuhan dimulai dari kejujuran terhadap diri sendiri.
Kisah lahirnya lagu ini dimulai jauh sebelum perekaman pertama. Pada 2018, Ade Govinda pertama kali mendengar suara Gloria Jessica dalam lagu "Dia Tak Cinta Kamu". Kesan pertama yang tak terlupakan oleh Ade Govinda "Ya Allah, bagus banget suara orang ini dan cara menyanyikannya pesannya sampai." Sejak saat itulah komunikasi mereka terjalin, namun waktu yang tepat untuk bertemu tak kunjung hadir. Bertahun-tahun berlalu, Gloria Jessica menjalani perjalanan solonya dan kehidupan pribadinya, hingga akhirnya di tahun 2025, jalinan itu tersambung kembali dan mimpi yang tersimpan sejak 2018 menemukan momentumnya. Ade Govinda dan Gloria Jessica berbagi frekuensi yang sama, bukan hanya soal musik, namun juga soal nilai keluarga dan visi artistik.
Ade Govinda mengeksplorasi musik dalam lagu ini agar terdengar fresh, beat berbasis loop, minim drum konvensional, mixing yang sangat detail dirancang untuk telinga anak muda tanpa mengorbankan kedalaman emosi. “Wajib mendengarkan “Terbelah Jadi Dua” pakai earphone atau headphone, karena aku ingin kalian mendapatkan pengalaman mendengarkan musik ini dengan maksimal.” ungkap Ade Govinda.
Music video "Terbelah Jadi Dua" yang disutradarai oleh Bagoes Tresna ini dibuat dengan konsep mengikuti perjalanan emosional seorang wanita yang perlahan menyadari bahwa pria yang dicintainya ternyata memiliki hubungan lain. Diperankan oleh Yasamin Jasem, Daffa Saputra, Shalima Hakim dan Handry Hartantio. Secara visual, dominasi warna biru dan tone gelap yang merepresentasikan kesedihan dan kedalaman emosi yang menyakitkan. Di akhir sesi syuting, Gloria Jessica menangis spontan saat melihat scene terakhir karena tanpa didiskusikan sebelumnya, cerita itu ternyata pernah ia alami sendiri.
"Terbelah Jadi Dua" adalah langkah pertama dari perjalanan yang lebih besar. Apa yang awalnya dirancang sebagai proyek single berkembang menjadi sebuah full album bertajuk "Blue." terinspirasi dari ungkapan Feeling Blue. Album ini dijadwalkan rilis di tahun yang sama. Di luar lagu-lagu mellow yang mengisi dominasi album, akan hadir pula lagu bertempo medium dengan arah musik ke Brit-Pop. "Album ini adalah eksplorasi sisi idealis kami. Selain lagu mellow, akan ada nuansa Brit-Pop yang kuat. Kami tidak lagi bicara soal “jualan”, tapi soal “menjadi diri sendiri,” tambah Ade Govinda.
Musisi lain yang turut terlibat dalam proyek ini adalah Barsena Bestandhi, yang berperan sebagai Vocal Producer dalam album "Blue" selain Ade Govinda sendiri.
“Semoga lagu ini bisa menghampiri dan menemani yang mendengarkan. Bisa menemani dalam kehampaan dan kesedihan, namun tetap ada untuk mengingatkanmu bahwa setiap orang layak dicintai sepenuhnya.” tutup Gloria Jessica.
“Terbelah Jadi Dua” dapat dinikmati di seluruh platform musik digital dan kanal YouTube Ade Nurulianto mulai tanggal 17 April 2026.
oridistro.com
music.youtube.com/watch?v=ks27-0q-Hrc
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
Gloria Jessica, Ade Govinda – Terbelah Jadi Dua (Official Music Video)
music.youtube.com
Ade NuruliantoFriday April 17th, 2026
Proyek rock independen lintas negara, Aim for the Moon, kembali menghadirkan rilisan terbaru mereka berjudul “Chasing Tomorrow”, sebuah lagu yang dirancang sebagai anthem penuh energi tentang menghadapi perubahan dengan harapan.
Berbasis di Inggris, Filipina, dan Brasil, Aim for the Moon membangun identitas unik melalui kolaborasi jarak jauh—mengubah perbedaan geografis menjadi kekuatan kreatif yang membentuk karakter musik mereka yang sinematik dan emosional.
“Chasing Tomorrow” hadir dengan pendekatan yang kuat untuk radio, menggabungkan lapisan gitar yang dinamis, vokal yang emosional, serta chorus besar yang mudah diingat. Lagu ini dirancang untuk langsung terhubung dengan pendengar—baik di radio mainstream, alternatif, maupun program rock regional, termasuk di Indonesia.
Secara tematik, lagu ini berbicara tentang momen ketika masa depan terasa tidak pasti, namun tetap memilih untuk melangkah maju. Pesan utamanya sederhana namun relevan: bahwa ketidakpastian bukanlah hambatan, melainkan bagian dari proses pertumbuhan.
“We make music across distance but share one vision. Chasing Tomorrow is about holding onto hope while everything around you is changing.”
Dengan nuansa alternative rock, indie, hingga brit-melodic rock, Aim for the Moon menghadirkan warna musik yang reflektif namun tetap penuh harapan. Karakter sinematik dalam aransemen mereka menciptakan pengalaman mendengar yang terasa luas, emosional, dan relatable.
Melalui rilisan ini, Aim for the Moon juga secara strategis memperluas jangkauan mereka ke pasar Indonesia—menargetkan koneksi yang lebih dekat dengan pendengar yang mencari musik rock dengan pesan yang jujur dan relevan.
Tentang Aim for the Moon
Aim for the Moon adalah proyek rock independen yang menghubungkan musisi dari berbagai belahan dunia—Inggris, Filipina, dan Brasil. Dengan pendekatan kolaborasi jarak jauh, mereka menciptakan musik yang menggabungkan energi rock modern dengan sentuhan sinematik dan storytelling yang kuat.
Mengusung tema reflektif tentang kehidupan, perubahan, dan harapan, Aim for the Moon terus membangun identitas sebagai proyek global yang autentik dan emosional.
oridistro.com
open.spotify.com/artist/0lvMWIedApgZD66N0KlJEl
#AimfortheMoon
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
Friday April 17th, 2026
Penyanyi muda berbakat, Vionita Sihombing, kembali menghadirkan karya terbarunya yang berjudul ‘Ahli Bermain Cinta’, sebuah lagu yang mengangkat kisah pahit tentang cinta yang ternyata tidak pernah benar-benar dimiliki. Melalui single ini, Vionita menyampaikan cerita tentang seseorang yang akhirnya menyadari bahwa dirinya bukan satu-satunya dalam hubungan, melainkan hanya ‘salah satu’ dari permaiann perasaan. ‘Ahli Bermain Cinta’ tidak berbicara tentang kepiawaian mencintai, tetapi tentang kepiawaian mempermainkan hati orang lain dan membuat seseorang merasa istimewa, padahal kenyataannya tidak. “Lagu ini adalah momen ketika kita akhirnya sadar dan memilih berhenti jadi korban,” ungkap Vionita.
Ide awal lagu ini datang dari Desmon Latif yang kemudian berkembang melalui keresahan yang dekat dengan realita di sekitar Vionita. Banyaknya cerita tentang orang-orang yang menjadi korban permainan perasaan membuat proses penulisan lagu ini terasa lebih jujur dan emosional. Dari segi nuansa, ‘Ahli Bermain Cinta’ menghadirkan spektrum emosi yang kuat dari mulai kebingungan, rasa hancur, hingga kemarahan saat menyadari kebenaran yang menyakitkan. Hal ini semakin dipertegas melalui aransemen musik yang lebih megah dibandingkan rilisan Vionita sebelumnya.
Dalam proses kreatifnya, Vionita bekerjasama dengan Andre Dinuth dan Desmon Latif dalam penulisan lagu. Aransemen musik dikemas dengan konsep full band yang berkembang hingga klimaks, dilengkapi dengan elemen distorsi gitar yang memperkuat emosi ‘terluka dan marah’ dalam lagu ini. Tidak hanya dari sisi musikalitas, tantangan juga datang dari segi vokal Vionita yang dikenal dengan karakter suara husky dan smooth, kali ini mengeksplorasi warna vokal yang lebih bulat dan clean demi menyampaikan emosi yang lebih jujur. Salah satu highllight dalam lagu ini adalah part whistle yang membutuhkan eksplorasi teknik vokal lebih dalam saat proses rekaman.
‘Ahli Bermain Cinta’ menjadi bukti eksplorasi musikal Vionita yang semakin matang, baik dari sisi emosi, vokal, maupun produksi. Dengan rilisan ini, Vionita Sihombing kembali kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu penyanyi muda yang mampu menghadirkan cerita personal dengan pendekatan musikal yang kuat dan relevan. Simak single terbaru Vionita Sihombing ‘Ahli Bermain Cinta’ di seluruh digital streaming platform di Indonesia.
oridistro.com
music.youtube.com/watch?v=aRswYjp5YdI
#VionitaSihombing
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
Thursday April 16th, 2026
Konten ini tidak tersedia saat ini
Konten tidak bisa dilihat biasanya karena pemilik hanya membagikannya kepada sekelompok kecil orang, mengubah siapa yang bisa melihatnya, atau sudah dihapus.Thursday April 16th, 2026
Saatnya memulai dengan muque.
Band beranggotakan tiga orang ini tidak hanya merilis album, tetapi juga meluncurkan permainan baru. Album penuh kedua mereka, "GLHF", hadir sebagai rilisan berisi 10 lagu yang terasa seperti level yang telah dibuka: lebih cepat, lebih tajam, dan dirancang untuk menarik pendengar langsung ke dunia mereka.
Singkatan dari "Good Luck, Have Fun", GLHF mengambil judulnya dari slang game yang digunakan untuk memulai sesuatu dengan energi dan tujuan – titik masuk yang tepat ke dalam album yang mendefinisikan posisi muque saat ini. Lima lagu sudah dirilis – lagu judul "Good Luck, Have Fun", "The 1" (lagu penutup anime TV ONE PIECE), "Dancing in my bad life (feat. CLAN QUEEN)", "DARK GAME", dan "bestie" – dengan lima lagu baru lainnya melengkapi album, yang menunjukkan cakupan penuh dari suara muque yang terus berkembang.
Bagi penggemar yang ingin melampaui studio, edisi cetakan pertama yang terbatas ini menyertakan cuplikan dari pertunjukan tunggal mereka yang tiketnya terjual habis, MUQUE TOUR 2025 “RIDE ON !” @ Zepp Shinjuku, yang menangkap intensitas dan atmosfer penuh dari malam yang tak menyisakan satu ruangan pun yang tidak tersentuh.
Muque saat ini membawa energi yang sama ke jalan dengan tur mereka yang sedang berlangsung, muque LIVE TOUR 2026 “GLHF”, yang mencakup 14 tanggal domestik bersama lima pertunjukan di Singapura, Bangkok, Hong Kong, Taipei, dan Seoul.
Dengan beberapa tanggal yang sudah terjual habis, tiket kini dijual umum, menawarkan kesempatan langka untuk langsung memasuki dunia muque yang berkembang pesat.
Dibangun di sekitar inti kreatif Asakura (Vokal & Gitar), takachi (Pembuat Track & Dr), dan Kenichi (Gitar), suara muque didorong oleh produksi takachi yang dipengaruhi secara global – mengambil inspirasi dari beat AS, Inggris, dan Asia – dipadukan dengan penceritaan lirik Asakura dan vokal yang sarat emosi. Hasilnya adalah suara yang terasa tanpa batas dan sangat personal, menyeimbangkan sentuhan modern dengan kepekaan melodi yang khas.
Sejak terbentuk pada tahun 2022, momentum band ini tak henti-hentinya. Dari debut besar mereka dengan "456" hingga kesuksesan besar "nevermind", dan serangkaian penampilan festival termasuk SUMMER SONIC dan ROCK IN JAPAN FESTIVAL, muque dengan cepat memantapkan diri sebagai salah satu band pendatang baru yang paling menarik untuk diperhatikan. Tur-tur mereka sebelumnya selalu terjual habis, sementara album debut mereka “Dungeon” mendapatkan pengakuan luas, termasuk berbagai penghargaan dan dukungan radio nasional.
Sekarang, permainan sesungguhnya dimulai dengan “GLHF”. muque telah memasuki arena, dan setiap lagu adalah penambah energi yang siap meningkatkan hari Anda.
Tentang muque
muque adalah band beranggotakan tiga orang dari Fukuoka: Asakura (Vokal & Gitar), takachi (Pembuat Track & Drum), dan Kenichi (Gitar). Dibentuk pada Mei 2022 setelah para anggota berpisah dari band mereka sebelumnya, muque dengan cepat membangun suara yang khas, menggabungkan lagu-lagu takachi yang dipengaruhi budaya global dengan lirik emosional Asakura dan melodi bernuansa Jepang yang halus, yang diperkuat oleh vokal ekspresifnya.
Mereka melakukan debut digital dengan "escape" (Juni 2022) dan melakukan debut besar mereka pada tahun 2023 dengan "456". Karya-karya unggulan mereka termasuk "nevermind" (2024) untuk drama ABC TV / TV Asahi Subarashiki Kana, Sensei!, "The 1" untuk ONE PIECE, dan EP "DOPE!" (2025). Album pertama mereka "Dungeon" (2024) mendapat pujian luas, berbagai penghargaan, dan diputar di radio nasional.
Muque telah sukses menggelar beberapa tur yang tiketnya terjual habis, termasuk tur solo Dungeon dan MUQUE TOUR 2025 “RIDE ON !”, serta tampil di festival-festival besar seperti SUMMER SONIC, ROCK IN JAPAN FESTIVAL, dan VIVA LA ROCK.
Nama band ini menggabungkan kata Prancis musique dengan kata Jepang muku (murni), melambangkan misi mereka untuk menciptakan musik yang sesuai dengan diri mereka sendiri, bebas dari pengaruh luar.
oridistro.com
music.line.me/webapp/album/mb00000000051f42bc
#Avex
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
Thursday April 16th, 2026
Ini bulan April – dan karanoah (カラノア) baru saja memberikan bulan ini sebuah lagu tema tersendiri.
Setelah sukses besar di tahun 2025 yang menandai debut besar mereka dan peningkatan popularitas di dunia anime dan TV, band beranggotakan tiga orang ini kembali dengan "April" – sebuah lagu cinta yang memadukan irama ringan yang siap menyambut musim semi dengan sedikit melankoli.
Pada pendengaran pertama, "April" mengalir dengan ritme yang mudah, hampir seperti angin sepoi-sepoi. Namun di baliknya terdapat sesuatu yang lebih introspektif. Dibangun di atas irama yang ketat dan terprogram serta aransemen minimalis, lagu ini terungkap seperti monolog internal, yang ditopang oleh frasa berulang "エイプル僕は (April, aku…)", sebuah kalimat yang berulang seperti pikiran yang terus terngiang dan sulit dihilangkan.
Saat lagu berkembang, kesendirian itu mulai bergeser. Instrumen live secara bertahap memperluas lanskap suara, membukanya dengan cara yang mencerminkan kejernihan emosional. Apa yang dimulai sebagai refleksi tertutup dan mandiri berkembang menjadi sesuatu yang lebih hidup, saat kehadiran "kamu" menjadi fokus, menembus kabut.
Meskipun musim semi sering digambarkan sebagai musim awal yang baru, vokalis Yudai justru menangkap sesuatu yang lebih universal: momen singkat dan sangat pribadi yang terasa biasa sekaligus tak tergantikan. Ini adalah potret musim semi yang tidak terburu-buru, memberikan ruang untuk berhenti sejenak, merenung, dan menikmati apa yang tersisa.
"April" juga berfungsi sebagai pratinjau dari apa yang akan datang. Lagu ini dirilis menjelang EP mendatang band, patchwork (ツギハギ), yang dijadwalkan rilis pada 13 Mei – proyek mereka yang paling ceria dan energik hingga saat ini, menandakan evolusi lain dalam suara mereka.
Dibentuk oleh Yudai (Vokal, Gitar), Tatsuki (Bass), dan Kazuki (Drum), karanoah telah membangun momentum secara stabil sejak diluncurkan pada tahun 2023. Dari lagu pertama mereka yang terkait dengan album, “nemu ねむ”, hingga “aquarium” (yang digunakan sebagai lagu tema pembuka drama TV), dan debut besar mereka pada September 2025, band ini dengan cepat menarik perhatian karena suara mereka yang beragam genre dan penulisan lagu yang beresonansi secara emosional. Lagu mereka “BAN 番” juga dipilih sebagai lagu tema penutup untuk bagian kedua anime TV Gachiakuta, semakin memperkuat kehadiran mereka yang berkembang.
Dengan “April,” karanoah tidak mengejar kebisingan musim – mereka berfokus pada apa yang tersisa, mengubah momen yang berlalu menjadi sesuatu yang abadi.
Tentang karanoah カラノア
karanoah adalah band beranggotakan tiga orang yang terdiri dari Yudai (Vokal, Gitar), Tatsuki (Bass), dan Kazuki (Drum). Dengan vokal yang lembut namun kuat dan jernih, mereka memikat pendengar melalui berbagai genre termasuk rock, pop, dan alternatif.
Band ini memulai aktivitas penuh pada tahun 2023. Pada April 2024, mereka merilis “nemu ねむ” sebagai lagu penutup untuk Unbelievable (奇跡体験!アンビリバボー) di Fuji TV, menandai kolaborasi pertama mereka. Melanjutkan serangkaian rilis yang stabil, lagu mereka “aquarium,” dari EP digital Neon Tetra yang dirilis pada 9 Juli 2025, ditulis sebagai lagu pembuka untuk drama TV Tokyo Ameagari no Bokura ni Tsuite.
Pada tanggal 17 September tahun yang sama, mereka melakukan debut besar mereka di bawah naungan A.S.A.B. Setelah merilis single utama pertama mereka "rei レイ", lagu baru mereka "BAN 番" dipilih sebagai lagu penutup untuk bagian kedua anime TV Gachiakuta, dengan cepat menarik perhatian karena musikalitas mereka yang luar biasa. Pada tahun 2026, mereka merilis single pertama mereka tahun itu, "Planarian プラナリア".
Didukung oleh keterampilan yang terus diasah sejak pembentukan mereka, penampilan live karanoah secara jelas menampilkan suara perpaduan genre mereka, memikat penonton. Pada tahun 2023, mereka memenangkan hadiah utama di Audisi MONSTER baSH 2023, dan pada tahun 2024, mereka terpilih sebagai pemenang ROAD TO ROCK IN JAPAN FES. CHIBA 2024. Mereka juga tampil di ROCK IN JAPAN FESTIVAL 2024, yang menandai mereka sebagai band rock generasi penerus yang patut diperhatikan.
oridistro.com
music.amazon.co.jp/albums/B0GT4D1ZLP
#Avex
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
Thursday April 16th, 2026
Musisi muda asal Jakarta, Gerald Timotheus atau yang dikenal dengan nama panggung Skyline, kembali merilis single terbarunya yang berjudul “to make you want me” pada 15 April 2026. Lagu ini menjadi langkah terbaru Skyline menandai kembalinya ia ke akar musik yang membentuk identitas awalnya: bedroom pop yang sederhana, dekat, dan personal.
“to make you want me” lahir dari fase yang tidak nyaman, sebuah momen ketika seseorang mulai menyadari bahwa dirinya berubah hanya untuk bisa disukai. Tanpa terasa, perubahan itu terasa wajar, seolah menjadi satu-satunya cara untuk “cukup” bagi orang lain. Namun di balik itu, muncul pertanyaan yang sulit dihindari: apakah kita masih menjadi diri sendiri jika harus menjadi orang lain demi dicintai?
Lewat single ini, Skyline kembali mengajak pendengarnya untuk duduk sejenak dengan pikirannya sendiri, dan menyadari bahwa tidak semua cerita cinta harus selesai untuk bisa dirasakan sepenuhnya.
oridistro.com
music.youtube.com/watch?v=u-U8QIKNmIc
#Skyline
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
Thursday April 16th, 2026
Adikara kembali merilis karya terbarunya berupa Extended Play (EP) bertajuk “Spotless Dove”, sebuah karya yang lahir dari ruang refleksi yang sangat personal. EP ini merekam fase penting dalam hidupnya ketika ia mulai mempersiapkan diri menyambut peran baru sebagai seorang ayah. Kabar tentang kehadiran anak pertamanya, seorang putri, membawa perubahan cara pandang yang mendalam bagi Adikara. Ia mulai merenungkan kembali makna tanggung jawab, kasih sayang, serta bagaimana seorang anak datang ke dunia dalam keadaan yang sepenuhnya murni, tanpa pernah memilih untuk dilahirkan. Dari kesadaran itu, tumbuh keinginan kuat dalam dirinya untuk memastikan sang anak bertumbuh dengan cinta yang utuh sejak awal kehidupannya, bahkan jauh sebelum ia lahir.
Dalam proses refleksi tersebut, Adikara juga teringat sebuah kalimat yang pernah ia dengar: “The most masculine I have ever felt is when I held my own daughter.” Kutipan itu membawanya pada pemaknaan baru tentang maskulinitas, bukan sekadar tentang kekuatan, tetapi juga tentang kelembutan, perlindungan, dan kesiapan untuk menjadi tempat pulang bagi keluarganya.
Seluruh pergulatan batin itu kemudian menemukan jalannya melalui musik. Melalui “Spotless Dove”, Adikara menuangkan proses emosionalnya secara jujur, sebuah perjalanan seorang pria yang sedang belajar memahami peran barunya sebagai ayah. Lebih dari sekadar karya, EP ini juga merupakan hadiah pertama yang ia siapkan untuk putrinya. Sebuah pengingat bahwa bahkan sebelum ia hadir ke dunia, cinta itu sudah ada, utuh, dan tidak akan pernah berubah. Dan suatu hari nanti, jika waktu memisahkan mereka, lagu-lagu dalam “Spotless Dove” akan tetap menjadi ruang tempat ia bisa kembali, untuk mengingat bahwa ia selalu dicintai. EP “Spotless Dove” kini telah tersedia di seluruh platform musik digital.
oridistro.com
music.youtube.com/playlist?list=OLAK5uy_n4VuwOUr6qnZ478A034RvjzfEfS4UTRYQ
#Adikara
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
Spotless Dove – Album by Adikara
music.youtube.com
Listen to Spotless Dove by Adikara on YouTube Music – a dedicated music app with official songs, music videos, remixes, covers, and more.Thursday April 16th, 2026
Dalam perjalanan musik yang telah mereka bangun selama bertahun-tahun, Luvia Band terus menunjukkan bahwa kekuatan sebuah grup bukan hanya terletak pada satu lagu hit, melainkan pada kemampuan membangun katalog yang hidup, berkembang, dan tetap relevan di tengah perubahan zaman. Lewat single terbaru bertajuk “Syifa Tetanggaku”, Luvia Band kembali menegaskan eksistensinya sebagai salah satu nama yang konsisten menjaga denyut Pop Melayu Indonesia dengan karakter yang dekat, jujur, dan mudah diterima untuk lintas generasi.
Seiring waktu, Luvia Band bukan hanya bertahan, tetapi berhasil memperluas daya jangkau katalognya. Salah satu tonggak paling penting dalam fase modern perjalanan mereka hadir melalui “Orang Yang Salah”, lagu yang menjadi titik balik besar dalam penguatan nama Luvia Band di ruang digital dan publik yang lebih luas. Video musik resminya di YouTube telah menembus puluhan juta penonton, dan lagu ini juga dikenal luas karena mengalami lonjakan perhatian lewat ekosistem digital, termasuk viralitas di TikTok.
Dampak dari “Orang Yang Salah” bahkan melampaui pasar domestik. Dalam pemberitaan resmi, Luvia Band sempat disebut dikira sebagai grup asal Malaysia karena lagu tersebut viral di negeri jiran. Narasi ini menunjukkan bahwa warna Pop Melayu yang mereka bawa memiliki resonansi regional yang kuat, sekaligus membuktikan bahwa katalog Luvia Band memiliki daya identifikasi yang khas dan mudah dikenali. Kolaborasi remake Baby Shima x Luvia Band untuk “Orang Yang Salah” pada 2024 juga menjadi bukti bahwa katalog mereka cukup kuat untuk terus dihidupkan kembali dalam format baru dan menjangkau audiens yang lebih luas.
Yang menarik, Luvia Band tidak berhenti pada satu keberhasilan. Mereka terus memperkaya narasi katalognya lewat rilisan-rilisan lanjutan seperti “Lelah dan Kalah” dan “Buang Garam Di Laut.”Dalam materi resmi Nagaswara, bahkan terlihat jelas bahwa lagu-lagu tersebut diposisikan sebagai rangkaian emosi yang saling terhubung tentang berharap, bertahan, jatuh, dan akhirnya menyadari pilihan hati yang keliru. Ini memperlihatkan bahwa katalog Luvia Band tidak dibangun secara acak, melainkan berkembang sebagai perjalanan rasa yang utuh.
Di tengah citra kuat mereka lewat lagu-lagu bernuansa melankolis dan patah hati, “Syifa Tetanggaku” hadir sebagai warna yang segar. Single ini terasa seperti bab baru yang memperlihatkan sisi lain dari Luvia Band yang lebih ringan, lebih ceria, lebih jenaka, namun tetap mengandalkan kekuatan utama mereka, yaitu lirik yang mudah ditangkap, dekat dengan keseharian, dan cepat membangun koneksi dengan pendengar.
Mengusung genre Pop Melayu, “Syifa Tetanggaku” mengangkat kisah cinta sederhana tentang sosok perempuan pujaan yang begitu dekat secara jarak, tetapi begitu besar di hati. Lagu ini berbicara tentang kekaguman yang polos, keinginan untuk selalu hadir, dan keberanian untuk menyampaikan niat secara langsung kepada orang yang dicintai. Dalam katalog Luvia Band yang selama ini banyak diingat karena lagu-lagu galau, “Syifa Tetanggaku” tampil sebagai pernyataan bahwa romantisme tidak selalu harus hadir dalam luka.
Dirilis bersama dengan NAGASWARA, “Syifa Tetanggaku” menjadi rilisan yang penting karena bukan hanya menambah daftar lagu baru, tetapi juga memperluas lanskap artistik Luvia Band. Dari fase awal “Jangan Menangis Untukku,” kemudian mencapai ledakan besar melalui “Orang Yang Salah,” dilanjutkan dengan penguatan identitas lewat “Lelah dan Kalah” dan “Buang Garam Di Laut,”hingga kini hadir dengan nuansa yang lebih ringan dalam “Syifa Tetanggaku,” Luvia Band menunjukkan satu hal yang semakin jelas mereka bukan sekadar band dengan satu momen viral, tetapi grup dengan katalog yang terus tumbuh dan mampu beradaptasi tanpa kehilangan jati dirinya.
Melalui single ini, Luvia Band seolah mengingatkan bahwa pencapaian sejati sebuah katalog bukan hanya soal angka, tetapi juga soal daya tahan, konsistensi, dan kemampuan untuk terus berbicara kepada pendengar dari masa ke masa. “Syifa Tetanggaku” menjadi bukti bahwa Luvia Band masih punya banyak ruang untuk terus berkembang, sekaligus mempertegas posisi mereka sebagai salah satu nama penting dalam perjalanan musik Pop Melayu Indonesia.
“Syifa Tetanggaku” resmi dirilis pada 10 April 2026 dan siap menambah bab baru dalam perjalanan katalog Luvia Band di industri musik Indonesia.
oridistro.com
music.youtube.com/watch?v=QXAbz7bVGnw
#LuviaBand
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
Boy group KEYVITUP merilis EP perdana bertajuk “KEYVITUP”. EP ini menjadi pernyataan identitas—memperkenalkan arah artistik, karakter musikal, serta visi jangka panjang mereka sebagai grup global.
http://tiny.cc/v412101
#KEYVITUP
#Oridistro
Produser musik muda yang dikenal dengan karya-karya folknya, yakni Sunyiruri, menggandeng Figura Renata yang kini memasuki fase barunya sebagai proyek solo.
http://tiny.cc/t412101
#Sunyiruri
#Oridistro
Dul Jaelani merilis single terbaru berjudul “Usia 25”, sebuah karya yang menandai momen penting dalam perjalanan karir sekaligus fase baru dalam kehidupan personalnya.
http://tiny.cc/p412101
#DulJaelani
#Oridistro
Decemberism kembali menandai fase baru perjalanan mereka lewat single terbaru bertajuk “A Summer Bluer” yang resmi dirilis secara digital pada 17 April 2026 melalui Haum Entertainment.
http://tiny.cc/o412101
#Decemberism
#Oridistro
Inisiatif kolektif dari penggemar & pelaku skena midwest emo Indonesia akan segera hadir melalui gelaran Keluarga Midwest Vol. 1, yang dijadwalkan berlangsung pada 25 April 2026 di Malang, Jawa Timur.
http://tiny.cc/n412101
#KeluargaMidwest
#Oridistro
Sebagai penutup trilogi, REVOLUTION AUTUMN #3 hadir dengan format double-cassette yang terbagi menjadi Hitam Version dan Putih Version—sebuah rilisan yang lahir setelah melewati masa dorman panjang.
http://tiny.cc/j412101
#RevolutionAutumn
#Oridistro
PT. Cipta Swara Anugrah (CSA Indonesia) bersama Q-SYS dan Shure resmi meluncurkan Q-SYS Experience Center di Melodia Experience Center, Pondok Indah, Jakarta Selatan.
http://tiny.cc/g412101
#Oridistro
Setelah buka jalan dengan teriakan keras di “Protest!”, Regu Pemburu kembali. Bukan untuk melawan dunia luar, tapi sesuatu yang jauh lebih dekat dan lebih berbahaya: isi kepala sendiri “Labirin Pikiran”.
http://tiny.cc/b412101
#ReguPemburu
#Oridistro
Ayo coba PaperPay Out di dapatkan Free Paper Plus 3 Bulan (senilai Rp300rb)!
Gunakan kode referral ini saat ndaftar: 6KFS7T9VF2
Daftar sekarang: http://get.paper.id/Pxn8r56
#Paper
#PaperID
#Sembrani
#SembraniProduction
Tidak lama setelah merilis “Siapa Suruh Jatuh Cinta?” di awal Februari, Sheryl Sheinafia kembali melanjutkan perjalanannya dengan single terbaru berjudul “Sendiri”.
http://tiny.cc/r8z1101
#SherylSheinafia
#Oridistro
Anji merilis karya terbaru “Kau” dan jadi momen spesial yang menandai satu dekade sejak hadirnya lagu “Dia”, sebuah karya yang menjadi titik balik penting dalam perjalanan karier Anji di industri musik Indonesia.
http://tiny.cc/j8z1101
#Anji
#Oridistro
“Terbelah Jadi Dua” lagu yang mempertemukan dua nama besar musik Indonesia, Ade Govinda dan Gloria Jessica atau yang biasa dipanggil Glojes dalam sebuah kolaborasi yang telah menunggu hampir satu dekade untuk terwujud.
http://tiny.cc/g8z1101
#Oridistro
Aim for the Moon, kembali menghadirkan rilisan terbaru mereka berjudul “Chasing Tomorrow”, sebuah lagu yang dirancang sebagai anthem penuh energi tentang menghadapi perubahan dengan harapan.
http://tiny.cc/d8z1101
#AimfortheMoon
#Oridistro
Vionita Sihombing, kembali menghadirkan karya terbarunya yang berjudul ‘Ahli Bermain Cinta’, sebuah lagu yang mengangkat kisah pahit tentang cinta yang ternyata tidak pernah benar-benar dimiliki.
http://tiny.cc/88z1101
#VionitaSihombing
#Oridistro
Mode “GLHF” Diaktifkan: muque bawa Penggemar dalam Perjalanan Penuh Energi dengan Album Kedua yang Penuh Kekuatan. Band beranggotakan tiga orang ini tak hanya rilis album, tetapi juga meluncurkan permainan baru.
http://tiny.cc/bax1101
#Avex
#Oridistro
Sukses di 2025 menandai debut mereka & popularitas di dunia anime & TV, karanoah (カラノア) kembali dengan “April” – lagu cinta yang memadukan irama ringan yang siap menyambut musim semi dengan sedikit melankoli.
http://tiny.cc/8ax1101
#Avex
#Oridistro
Musisi muda asal Jakarta, Gerald Timotheus atau yang dikenal dengan nama panggung Skyline, kembali merilis single terbarunya yang berjudul “to make you want me” pada 15 April 2026.
http://tiny.cc/6ax1101
#Skyline
#Oridistro
Adikara kembali merilis karya terbarunya berupa Extended Play (EP) bertajuk “Spotless Dove”, sebuah karya yang lahir dari ruang refleksi yang sangat personal.
http://tiny.cc/5ax1101
#Adikara
#Oridistro
Lewat single “Syifa Tetanggaku”, Luvia Band tegaskan eksistensinya sebagai salah satu yang konsisten menjaga Pop Melayu Indonesia dengan karakter yang dekat, jujur, dan mudah diterima untuk lintas generasi.
http://tiny.cc/x9x1101
#LuviaBand
#Oridistro
Ariel NOAH hadir lewat lagu “Dulu Kita Masih Remaja”, official soundtrack film “Dilan ITB 1997”. Dirilis 15 April 2026, jadi pembuka untuk penayangan film yang tayang di seluruh bioskop pada 30 April 2026.
http://tiny.cc/s9x1101
#ArielNOAH
#Oridistro
Morfa – Kerinduan, tentang rindu yang setiap harinya selalu tumbuh “life after breakup” terasa, terbayang dalam sebuah kenangan.
http://tiny.cc/o9x1101
#Morfa
#Oridistro

