in

Shellin “Tantrum” Ekspresi Kemarahan dan Frustasi

Music Shellin Artwork Single Tantrum
Shellin - Tantrum (Artwork)

“Rasa pilu dan frustasi seorang manusia di kala terlanda berbagai masalah dan musibah, seolah menjadi tembok raksasa di tengah perjuangan yang akhirnya menimbulkan suatu amarah dalam fase kehidupan.”

Isu itulah yang coba ingin disampaikan oleh SHELLIN, unit Alternative Rock asal Kota Malang lewat single terbarunya yang berjudul “Tantrum” yang akan dirilis pada tanggal 8 Oktober 2021.

Tebentuk dari tahun 2016 dan beranggotakan 4 anak muda, Ryan Abo pada vokal dan Guitar, Dwiky pada Guitar, Rifqy pada Keyboard, dan Icang pada Drum. Setelah merilis single yang bertajuk “Opia” pada bulan Juni lalu dan merilis trilogi “Interpretasi” dalam bentuk Session. SHELLIN memasuki babak kedua dari campaign menuju album kedua mereka, ‘Tanah Terik Untuk Berdiri Dan Mati’.

Hal yang mendasari dari pembuatan single Tantrum ini adalah kondisi di masa pandemi, banyak orang yang mengalami kesulitan dan menghadapi musibah yang sama, banyak orang yang mimpi dan tanggung jawabnya dipaksa berhenti, dan banyak juga menimbulkan rasa frustasi pada beberapa orang. Bahkan semenjak pandemi banyak kasus orang yang mengalami sebuah syndrome bernama Post Power Syndrome, dimana banyak orang yang merasa frustasi karena kehilangan pekerjaannya karena kondisi pandemi ini.

“Pada babak kedua pandemi ini, kita semua sedang mengahadapi masalah dan musibah yang sama. Rasa Frustasi menanti kapan kondisi ini akan berakhir, lama-kelamaan menimbulkan amarah pada beberapa orang yang mimpi dan tanggung jawabnya terpaksa terhenti oleh pandemi” Ujar Ryan Abo selaku song writter pada single ini.

Music Shellin Band Single Tantrum
Photo from Press Kit

Pengambilan judul Tantrum sendiri memiliki arti ledakan emosi yang biasanya dikaitkan dengan anak-anak atau orang-orang dalam kesulitan emosional.

Pada single ini nuansa musik electronic dan unsur ambient yang sangat kental melekat pada Tantrum. Hal ini juga dibenarkan langsung oleh SHELLIN. “Pada single Tantrum ini, SHELLIN ter-influence banyak ragam musik, di Tantrum sendiri SHELLIN lebih mengutamakan unsur Ambient dan Atmospheric untuk menyampaikan maksudnya, sedikit banyak nuansa dan tekstur pada Tantrum ini terinspirasi mulai dari band industrial hardcore metal seperti Code Orange, modern rock seperti Bring Me The Horizon, hingga Pop Rock Twenty One Pilots, dan juga beberapa musik-musik yang bernuansa cyberpunk” Jelas mereka kepada media.

Dan salah satu hal yang spesial pada single ini, seperti single sebelumnya yaitu Opia, di single Tantrum ini pun kaya dengan sound scape dan sound design electronic, dan dengan struktur lagu yang sederhana, pada single ini SHELLIN berusaha memperkaya penyampaian via musikal dan juga menyalurkan rasa frustasi dan kemarahan yang sebelumnya telah dijelaskan pada single ini dengan berbagai lapisan suara, baik akustik hingga elektronik.

Pada single ini SHELLIN juga masih dibantu oleh Rizqtsany (@tsancho__) di mixing dan mastering. Selain merilis lagu terbarunya SHELLIN juga akan merilis sebuah Music Video yang akan di dibantu oleh Arif Rahman (@rifrahman24) sebgai Director dan sebagai actor dibantu oleh Yesaya Agan (@yesayasayaya). MV ini akan menjadi sebuah kunci dan penggambaran cerita dari Tantrum sendiri.

Tantrum akan bisa dinikmati pada tanggal 8 Oktober 2021 di semua Digital Streaming Platform dan Kanal YouTube SHELLIN.

Shellin – Tantrum
Music by M. Fitryan Al Fajri
Lyrics by M. Fitryan Al Fajri

Jauh Terbawa Waktu
Riang Dan Pilu
Begitu Saja Berlalu
Tanyakan Kepada Ku
Haruskah Sejauh Itu
Ku Mencari Dunia Ku
Coba Dengarkan Dahulu
Kisahku Memang Canggung
Sepintas Tak Naik Dan Tak Turun
Ku Tak Merugi Juga Tak Beruntung
Namun Yang Ku Tanggung Ini Tak Palsu
Wajah Yang Tertunduk
Tak Sudi Ku Pertunjukkan Padamu
Ku Ingin Kau Menunggu
Langit Yang Ingin Kucapai
Begitu Jauh
Kuingin Kau Menunggu
Ku Menahan Pilu
Dibalik Ratusan Gunung
Menutupi Rumahku
Ribuan Susunan Huruf Yang Ku Sebut Hanya Tipuan Dariku Agarku Tak Malu
Coba Dengarkan Dahulu
Kisahku Memang Canggung
Sepintas Tak Naik Dan Tak Turun
Ku Tak Merugi Juga Tak Beruntung
Namun Yang Ku Tanggung Ini Tak Palsu
Wajah Yang Tertunduk
Tak Sudi Ku Pertunjukkan Padamu
Ku Ingin Kau Menunggu
Langit Yang Ingin Kucapai
Begitu Jauh
Kuingin Kau Menunggu
Ku Menahan Pilu
Dibalik Ratusan Gunung
Menutupi Rumahku
Ribuan Susunan Huruf Yang Ku Sebut Hanya Tipuan Dariku Agarku Tak Malu