in

DVY “Kemalaman” Kisahkan Diskriminasi Wanita

Music DVY Artwork Single Kemalaman
DVY - Kemalaman (Artwork)

“Kemalaman adalah perempuan yang terdiskriminasi oleh omongan negatif tentang dirinya dan dinilai dari permukaannya saja. Namun ia mencoba untuk tetap mengejar mimpinya dalam kondisi yang setiap saat menjatuhkannya, karena ia sadar bahwa dunia pada umumnya melihat dari permukaanya.”

Duo musisi/penulis lagu asal Makassar, Dvy, kembali menelurkan single ke-3 yang diberi judul “Kemalaman”. Proyek yang digawangi oleh Jasmine (Vocal/Bass/ Gitar/Synth) dan Leca (Drum/Sequencer) tersebut memberikan sentuhan istimewa pada rilisan terbarunya. Keduanya mengisahkan tentang stereotipe masyarakat terhadap perempuan yang terlihat ‘berbeda’ dari norma dan nilai yang disematkan.

Dvy menuturkan bahwa inspirasi di balik penulisan lagu ini adalah berdasarkan pengalaman pribadi dan observasi mereka terhadap lingkungan sekitar. “Kalau pengalaman personal tentang hal ini ya kenyataan bahwa kemampuan perempuan awalnya masih selalu diragukan. Apalagi perempuan yang memilih bidang pekerjaan yang biasanya lebih sering dilakukan oleh laki-laki,” ujar Leca.

“Banyak perempuan di sekitarku yang selalu dituntut atas kemauan orang lain atau lingkungan sekitarnya, padahal sebenarnya perempuan juga berhak memilih apa yang seharusnya dia mau bukan atas apa yang diinginkan oleh lingkungan sekitarnya. Saya pribadi pun pernah merasakan hal seperti itu, jadi lagu ini cukup personal bagi kami,” sambung Jasmine.

Music DVY Duo Single Kemalaman
Photo from Press Kit

Tercipta dari sesi lokakarya intens yang dilakukan keduanya selama kurun waktu 2-3 bulan, “Kemalaman” mengeksplorasi nuansa musik dan lirik yang berbeda dibandingkan dua single Dvy terdahulu yakni “Lifeless” dan “Here (Will You Ever Be)”. Ritme yang lebih tenang dan mengalir, serta tempo yang lebih pelan memungkinkan Dvy untuk menaruh makna dan jiwa lebih pada tiap bait syairnya.

Lirik yang ditulis dalam bahasa Indonesia dirasa sebagai tantangan tersendiri bagi Dvy, terutama Jasmine sang penggubah lirik yang banyak dibantu oleh produser Juang Manyala pada saat penciptaannya. Alhasil, rangkaian kata yang puitis nan kuat dipersembahkan lewat “Kemalaman” yang resmi dilepas di berbagai gerai streaming digital pada tanggal 27 Mei 2022.

Dvy yang merupakan roster dari Riuh Records asal Makassar, mengaku siap memperkenalkan musik mereka lewat peluncuran nomor ini secara maksimal. Riuh Records telah menjalin kerjasama multi-label dengan Sun Eater untuk membantu dan mendukung musisi dari berbagai daerah di Indonesia untuk dapat memperluas dan memaksimalkan potensinya di industri musik.

Dvy menyebutkan figur ibu keduanya sebagai sosok wanita kuat yang patut diinterpretasikan dari lagu “Kemalaman”. Kemandirian, ketulusan, dedikasi, dan energi positif dari para ibu menuntun keduanya menjadi sosok pribadi yang teguh mengejar mimpi mereka seperti sekarang.

Melalui karya ini, Dvy ingin para pendengar, terutama pendengar perempuan untuk terus bersemangat menjalani pilihan hidup masing-masing serta berani memulai, mengambil keputusan sendiri, hingga berani menolak pilihan yang tidak sesuai kehendaknya.

Dvy pun membocorkan bahwa sebuah video lirik dari lagu ini akan hadir dalam waktu dekat. Setelahnya, sebuah EP berisikan 4-5 lagu yang bertemakan romansa, kehidupan, dan tentunya perempuan akan hadir di ruang dengar penikmat musik tanah air di masa mendatang.

DVY – Kemalaman
Music by DVY
Lyrics by Juang Manyala

Kemalaman
Merintih Ringkih Di Buah Bibirnya
Merasa Seperti Tak Sewajarnya
Dipatahkan Dalam Gelap Cahayanya
Harus Mendaki
Setinggi Berpikir Semuanya Pasti
Seperti Mimpi Mimpi Yang Di Selami
Tidak Berhenti Meski Tak Disamai
Pagi Yang Jauh
Satu Persatu Memelankan Mau
Menutup Maju Dan Memaksa Rapuh
Menahan Bahu Dari Masa Lalu
Semakin Dalampemikirannya
Menusukmu Perlahan
Seperti Mekar Bunga Berwarna Warni
Dipatahkan Mati Dalam Cahayanya
Menuntun Hidupku
Dalam Deras Gelombang Itu
Kau Coba Menelan
Sekuat Apa Kau Mampu?
Sebesar Apa Kau Senang?
Sepenting Apa Kau Menang?
Sesumpah Apa Kau Benar?
Sebaliknya Ku Menimpa